Dimasukkan ke Air, Tabung Gas Meledak
  Minggu, 8 Agustus 2010 | 20:16 WIB

*JAKARTA, KOMPAS.com *- Waspadalah, tabung berisi gas bisa meledak tanpa
dipicu api. Minggu (8/8/2010) pukul 15.15, tabung gas 3 kilogram yang diduga
bocor, meledak karena dikocok di air. Peristiwa terjadi di Pasar Jangkrik,
Kayu Manis V/1, RT 7 RW 4, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur.

Yusuf (57) dan korban, Samsul Hadi (53) yang ditemui di lokasi kejadian
memaparkan, awalnya Yusuf, pemulung botol plastik yang tinggal di Pasar
Jangkrik, Kayu Manis V/1, RT 7 RW 4, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur
(Jaktim) itu, membeli tabung berisi gas tiga kilogram.

”Saya membeli tabung tersebut dari Warung *Mbak* Tiah, tak jauh dari rumah
ini. regulator saya pasang, terdengar suara mendesis dari leher tabung
maupun dari bagian tengah perut tabung, yaitu bagian sambungan tabung,”
papar Yusuf.

Ia lalu berteriak memberi tahu tetangga sekelilingnya, ”Gas bocor, gas
bocor. Padamkan listrik!”. Tetangga sekeliling pun tanggap. Mereka segera
memutus aliran listrik di rumah masing-masing.

Sementara itu, tetangga yang datang membantu mengambil ember dan diisi air.
Yusuf lalu merendam gas yang bocor ke dalam air. Tabung gas yang direndam
dalam ember berisi air itu menimbulkan banyak gelembung udara. Hanya dalam
hitungan detik, air menjadi hangat.

Di antara para tetangga, tampak Syamsul Hadi (53). Ia berkata, untuk
mempercepat gas ke luar dari tabung dengan aman, sebaiknya posisi tabung gas
di dalam air dibalik. Yusuf lalu membalik tabung gas di dalam air dan
mengocoknya dengan harapan, gas cepat habis. Yang terjadi justru sebaliknya.
Gelembung air makin banyak. Air pun makin panas, dan, *”Duarrr!!!”* ledakan
menggema.

Wajah, kedua tangan dan kaki Yusuf terbakar. Api pun menyambar bagian depan
rumah Pendi, tetangga Yusuf, dan menghanguskan terpal yang terpasang di
atas. Sebagian tumpukan botol plastik bekas milik Yusuf, leleh.

Syamsul yang merasa bersalah, ikut memadamkan api bersama para tetangga
lainnya. ”Saat itu seluruh aliran listrik sudah mati. Jilatan api juga
mencapai kabel-kabel listrik,” tutur Yusuf.

Setelah api padam, Syamsul dibawa ke Poliklinik Karya, tak jauh dari lokasi.
Syamsul yang ditemui di rumah kontrakkannya di RT 8 RW 4, menyampaikan hal
senada. ”Setelah mendapat perawatan di sana, saya pulang,” ucapnya. Wajah,
tangan dan kaki Syamsul tampak berlulur salep luka bakar.

Syamsul, pria asal Solo itu adalah supir lepas. ”Tapi lebih sering kerja
serabutan,” ungkapnya. Ia, Yusuf, dan warga sekitar berharap, Pertamina mau
bertanggungjawab menanggung biaya pengobatan dan kerusakan karena sudah
jelas, penyebab ledakan tabung gas tiga kilogram ini adalah tabung gas yang
bocor.

*KOMPAS C. Windoro AT.*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2010/08/08/2016056/Dimasukkan.ke.Air..Tabung.Gas.Meledak-4

Kirim email ke