Lain asana beda jaman BK jeung kiwari mindahkeun ibukota. Ari jaman BK mah 
alesan gempa, ari ayeuna alesan teu walakaya ngabereskeun masalah2. Jadi asana 
bahaya mun pindah kulantaran kecing mental. Ceuk kuring mah mending pindah we 
ka 
Batam, ngadeukeutan Singapur jeung Malaysia.
 ~ experientia docet sapientiam ~ 




________________________________
From: mh <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]>
Sent: Monday, August 16, 2010 12:05:59
Subject: [kisunda] Re: Mindahkeun "Jakarta"?

  
16 Agustus 2010 
Saatnya Ibu Kota Pindah 
Menurut Anda, untuk mengatasi kemacetan, layakkah ibu kota negara dipindahkan? 
5-7 Agustus 2010  
Ya 
 
77,34% 703 
Tidak 
 
21,67% 197 
Tidak Tahu  
0,99% 9 
Total 100% 879 
Jakarta dianggap tak lagi cocok menjadi pusat pemerintahan. Kondisi kota ini 
sulit ditata ulang. "Pemindahan ibu kota negara menjadi salah satu alternatif 
untuk rencana jangka panjang," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat 
Hajriyanto Thohari. 

Menurut Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, diskusi pemindahan ibu kota 
sebenarnya sudah muncul pada era pemerintahan Soekarno. Ketika itu diusulkan 
daerah di Kalimantan yang dianggap tak memiliki potensi gempa. Ketua Dewan 
Perwakilan Rakyat Marzuki Alie setuju dengan gagasan itu. Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono pun menyatakan setuju dan mempersilakan ide itu dikaji lebih 
lanjut. 

Hasil jajak pendapat Tempo Interaktif menunjukkan mayoritas responden setuju 
ibu 
kota negara dipindahkan. Sebaliknya, hanya 21,67 persen yang tidak setuju dan 
tak sampai satu persen bersikap tidak tahu. 

"Jelas sangat setuju, mungkin ini juga solusi untuk peredaran uang yang selama 
ini 80 persen berputar di Jakarta. Jika dibiarkan, daerah lain, khususnya di 
luar Jawa, akan terus terbelakang," ujar Stanley, pembaca Tempo. 
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/08/16/IND/mbm.20100816.IND134342.id.html






Kirim email ke