**ieu teh, teuing wartawan, teuing anggota dewan nu teu apal geografi
indonesia, nepi ka bisa "mindahkeun" palangkaraya ka kalimantan selatan.
boa-boa dibantuan ku jin kitu?

"Anggota DPD asal Maluku John Pieris berpendapat, Palangkaraya (Kalimantan
Selatan) dan Makassar (Sulawesi Selatan), layak menggantikan Jakarta sebagai
Ibu Kota negara, jika memang konsepnya menyatu dengan pusat pemerintahan."

*=============
PEMINDAHAN IBU KOTA*
Palangkaraya dan Makassar Paling Layak
Laporan wartawan *KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary*
Rabu, 4 Agustus 2010 | 15:00 WIB

 KOMPAS/ AGUS SUSANTO

*JAKARTA, KOMPAS.com *- Anggota DPD asal Maluku John Pieris berpendapat,
Palangkaraya (Kalimantan Selatan) dan Makassar (Sulawesi Selatan), layak
menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota negara, jika memang konsepnya menyatu
dengan pusat pemerintahan.

Hal itu dikatakan John saat mengisi diskusi "Urgensi Pemindahan Pusat
Pemerintahan ke Kota Selain Jakarta", di Gedung DPD, Jakarta, Rabu
(4/8/2010).

Awalnya, John melontarkan konsep pemisahan Ibu Kota negara dan pusat
pemerintahan. Ia merujuk apa yang diterapkan sejumlah negara, salah satunya
Belanda. Belanda memilih Den Haag sebagai pusat pemerintahan dan tetap
menjadikan Amsterdam sebagai Ibu Kota negaranya.

"Ibu Kota negara bisa tetap di Jakarta. Kalau mau Ibu Kota negara sekaligus
pusat pemerintahan, cocok di Palangkaraya atau Makassar. Dua kota ini berada
di tengah-tengah," kata John.

Jika memang hendak dipisahkan antara Ibu Kota negara dan pusat pemerintahan,
menurutnya, harus dipilih lokasi di luar Jawa. Sebab, kondisi Jawa yang
sudah terlalu padat dinilainya tidak akan memecahkan masalah keruwetan yang
menjadi persoalan Jakarta. "Yang penting berfungsi integratif, bisa
menyatukan aspirasi. Kalau di Jawa, sumber daya alam saja melimpah di luar
Jawa. Jawa biar saja menjadi pusat industri untuk menyelamatkan
penduduknya," kata dia.

Namun, pengkajian wacana pemindahan Ibu Kota ini, ditekankannya, harus
melalui pembahasan dan penelaahan yang komprehensif. Tanpa kajian dan
persiapan yang matang, akan menyebabkan pindahnya masalah Jakarta ke kota
lain. "Bentuk tim kajian permanen untuk mengkaji pemindahan ibukota dalam
2-3 tahun. Melihat dari berbagai perspektif. Kalau bisa, jangan disatukan
antara pusat bisnis dan pusat pemerintahan," ujar John.
   Editor: Glo
http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/08/04/15005815/Palangkaraya.dan.Makassar.Paling.Layak

Kirim email ke