Pami bade mesek mah sandingkeun we atuh sareng 99 asmaul husna. ~ experientia docet sapientiam ~
________________________________ From: mh <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, October 7, 2010 9:55:33 Subject: Re: [kisunda] Fw: Alam Semesta, Hawking, dan Tuhan asa-asa sarimbag jeung sifat 20-na asyari. 2010/10/7 Roza R. Mintaredja <[email protected]> >aya pedaran pamendak ka'gusti'an hasil implengan ti ramana kg ilen kardani, >bp.moch. arip yahya kartanagara, nembe ditulis taun 2007 anu samemehna mung >mangrupa draft keur guareun sa'diri'eun oge ka anu peryogieun. >diketik langsung teu bisa attach, hampura sakadada sakadugana wae. da memang >teu manggih file na, >kieu unina: > >HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUHAN NYA. >daptar eusi: >1. TUHAN YANG MAHA ESA. >2. INGSUN >3. RASA GUSTI >4. NAFSU DAN KESEIMBANGAN > >1. TUHAN YANG MAHA ESA >.Tuhan YME adl Tuhan dari seantero makhluk alam semesta, baik yang bersifat >wadag/galib maupun yang bersifat halus/gaib. >. Tuhan YME itu WUJUD, namuna tidak mempunyai "dat dan sifat' tiada warna >tiada >rupa, tidak ber arah ataupun ber-panggon/bertempat, namun selau ada >dimana-mana. >. Tuhan YME itu TERDAHULU, yang sudah ada sebelum adanya alam semesta dengan >segala isinya(bumi, alngit, awang2, manusia, tumbuh2an dlsb. >.Tuhan YME itu LANGGENG, yang berarti keberadaan Tuhan YME tdk pernah >bergeser, >tidak berpindah dan tidak pula berubah. >.Tuhan itu MANDIRI, yang berarti 'wenang' untuk mengatur tanpa ada sesuatu pun >yang mempengaruhinya. > >.Tuhan itu BEDA sangat berlaianan keadaaNya deari semua ummat dan mahluk. >. Tuhan itu TUNGGAL/ESA. tiada 'tanding dan banding', dan menjadi sesembahan >seluruh umat & mahluk. >. Tuhan YME itu MAHA KUASA, yang menciptakan dan menjadikan alamsemesta, >denganseluruh penghuni dan pengisinya; dan kesemuanya tidak terlepas dari >hukumNya, misal: kena api9 terbakar, kena air basah, kena angin terhempas. >. Tuhan YME itu MAHA KERSA, yang sesuai dengan kehendakNya, keterkaitan dan >ketergantungan diantara umat- mahluk-alam semesta adalah 'mutlak' demi utk >kesejahteraan hidup bersama. apabila terjadinya terputusnya keterkaitan dan >ketergantungan, maka akan menimbulkan bencana dan malapetaka. mis: kerusakan >hutan akan menimbulkan erosi dan bahkan banjir. > >. Tuhan YME itu MAHA TAHU, yang mengetahui segala perkembangan alam semesta >dunia raya dengan segal isinya, baik masa lalu-sekarang-yang akan datang. >Tuha YME itu MAHA HIDUP, yang menghidupkan semua umat dan mahluk alam semesta >pengisi dunia raya. >. Tuhan YME itu MAHA LIHAT/TINGALI, yang dapat melihat segala >perbuatan/tingkah >laku umat & mahluknya dan tidak ada sesuatu yang dapat disembunyikan >dihadapanNya. >. Tuhan YME ituMAHA DENGAR/RUNGU yang dapat mendengar semua suara bahkan do'a >dari umat & mahlukNya yang diucapkan dalam hati sekalipun. >. Tuhan YME ituMAHA SABDA/KALAM, yang sekal;ipun SABDA Tuhan itu tidak >terdengar >oleh telinga namun karena Tuhan YME itu juga MAHA PURBA, maka keadaan alam >semesta dan dunia rayaselalu diunsuri oleh adanya TYME; warna-rupa-aroma yang >ada pada stiap keaadan yang da[at dilihat adl merupakan'sabda kalam' Nya. >\ > > > > > > >2010/10/5 Waluya <[email protected]> > > >>Fisikawan teoritis kasohor Stephen Hawking, medalkeun buku anyar nu >>kontroversial, "The Grand Design". Buku ieu "ngageunjleungkeun" sabab >>nyebutkeun >>yen alam semesta (universe) kabentuk kitu wae, teu memerlukeun/ teu aya >>intervensi ti hal-hal supernatural (Tuhan). Kunaon Hawking boga kacindekan >>kitu, >>beda jeung buku nu tiheula nu nyebut-nyebut ayana Tuhan? Jansen H Sinamo, >>dina >>tulisan resensi buku dihandap ieu, ngira-ngira Atheismeu sabenerna sarua >>jeung >>relijiusitas atawa fanatismeu bawaan masing-masing (bakat insani/ pribadi). >> >> >> >>Hawking sigana geus tidituna boga "kecenderungan" Atheis, matak kacindekanana >>ge >>jauh ti presepsi manehna. Ieu beda jeung Dr Abdus Salam, fisikawan teoritis >>nu >>meunang hadiah Nobel, nu mere sambutan waktu narima nobel bari nyutat >>ayat-ayat >>Al Quran. Dr Abdus Salam, jalma relijius, penganut Akhamdyah anu taat. >> >>Nyanggakeun artikel resensina: >> >>Alam Semesta, Hawking, dan Tuhan >>MINGGU, 3 OKTOBER 2010 | 04:25 WIB >>JANSEN H SINAMO >> >>Sesekali fisikawan bisa juga membuat warta mengejutkan di tengah perkibaran >>kabar korupsi, konflik, dan politik dewasa ini. Namun, yang mampu berbuat >>begitu >>barangkali cuma figur sekaliber Stephen William Hawking, bersama Leonard >>Mlodinow, melalui buku "The Grand Design" yang terbit 9 September lalu. >> >>Di halaman 8 buku yang tanpa pengantar itu, Hawking langsung menggebrak: >>According to M-theory, ours is not the only universe. Instead, M-theory >>predicts >>that a great many universes were created out of nothing. Their creation does >>not >>require the intervention of some supernatural being or god. Rather, these >>multiple universes arise naturally from physical law. They are a prediction >>of >>science. >> >>Alinea inilah yang langsung berkibar di media Amerika dan Inggris, lalu >>beredar >>ke seluruh dunia. Kabar ini—bisa ditebak—paling disambut hangat oleh pentolan >>kaum ateis Inggris yang biologiman terkemuka, Richard Dawkins, dengan >>berkata, >>"Darwinisme sudah menendang Tuhan dari biologi…. Sekarang Hawking >>menyelenggarakan coup de grace." >> >>Kubu gereja langsung bereaksi. Imam yang psikolog dan teolog dari Cambridge, >>Rev >>Dr Fraser N Watts, berkata, "Sang Pencipta menyediakan penjelasan yang >>kredibel >>dan masuk akal tentang mengapa alam semesta ada, dan… lebih mungkin ada Tuhan >>daripada tidak. Pandangan ini tidak tergerogoti oleh apa yang dikatakan >>Hawking." >> >>Kalangan fisikawan tidak kurang kritisnya. Profesor Peter Woit dari >>Universitas >>Columbia bahkan mencela telak buku ini: "Satu cara jitu menaikkan penjualan >>buku >>semacam ini ialah dengan menyeret agama masuk. Klaim yang rada konvensional >>'Tuhan tak diperlukan' untuk menjelaskan fisika dan kosmologi alam semesta >>awal >>menyulut publisitas besar bagi buku ini. Saya lebih suka pada naturalisme dan >>tidak melibatkan Tuhan dalam fisika." >> >>Soal publisitas itu, saya sependapat dengan Peter Woit berdasarkan apa yang >>ditulis Hawking sendiri di bukunya terdahulu, A Brief History of Time—sudah >>10 >>juta eksemplar terjual—bahwa setiap persamaan [matematika] dalam bukunya akan >>mengurangi oplahnya hingga setengah. Hawking yang sadar betul kekuatan >>publisitas kini menambah bensin ketenaran buku barunya—selain tak ada rumus >>apa >>pun—dengan faktor tak perlunya peran Tuhan tadi. Boleh jadi buku ini kelak >>berstatus mega-bestseller melebihi karier A Brief History. >> >>*** >> >>Buku ini mengisahkan sejarah pemahaman fisika tentang alam semesta sejak >>Yunani >>klasik. Pemahaman itu kemudian berbeda diametral dengan wacana langit-bumi >>Perjanjian Lama yang geosentris ketika Copernicus dan Galileo mengedepankan >>kosmologi baru yang heliosentris. >> >>Kosmologi modern semakin jauh berkembang sejak Einstein merumuskan >>Relativitas >>Umum dan Hubble—terutama dengan teleskop atas namanya kelak—mengamati bahwa >>alam >>semesta memang terus membalon secara akseleratif; kini diketahui sudah 13,7 >>miliar tahun sejak dentuman besar. >> >>Terinspirasi oleh Maxwell yang dengan gemilang berhasil menyatukan fenomena >>listrik, magnet, dan optik menjadi teori elektromagnetik yang begitu kompak >>dan >>elegan, Einstein pun memelopori the holy grail of physics abad ke-20: >>meringkas >>dan meringkus semua fenomena alam—yakni gaya elektromagnetik, nuklir lemah, >>nuklir kuat, dan gravitasi—ke dalam satu rumusan final dan ultimat. Inilah >>yang >>disebut Teori Segalahal. >> >>Hingga akhir hayatnya, Einstein tak berhasil dalam ikhtiar besar ini. >>Kemudian >>dilanjutkan para fisikawan teori sejagat dan setakat ini Teori-M adalah >>kandidat >>terkuat bagi teori akbar itu, yang banyak dibahas pada buku ini dalam bahasa >>yang enak dibaca dan perlu. Konsekuensi teori inilah, jika tuntas terumuskan, >>akan mengaminkan alinea heboh di atas. >> >>Di luar kesimpulan yang "rada prematur" itu, buku ini sendiri sangatlah >>indah. >>Sebagai pembelajar fisika lebih dari 30 tahun, saya tetap saja terpesona, >>baik >>dengan materi bahasannya yang dahsyat maupun oleh cara Hawking yang begitu >>jernih menuturkannya. >> >>Seorang teman terpelajar dalam sosiologi berkata, "Jika orang fisika teori >>mafhum The Grand Design, itu biasa. Orang teknik paham, itu juga wajar. Tapi, >>orang yang cuma kenal fisika di SMA bisa terus membaca dan mengikuti >>argumennya, >>itu luar bisa. Ilmuwan sosial seharusnya membaca buku ini." >> >>Hal itu benar belaka. Buku ini memang mempertontonkan in optima forma >>bagaimana >>seharusnya berargumentasi, membangun wacana yang bermutu, dan mengonstruksi >>teori yang bagus. >> >>Rahasia alam >> >>Rudolf Otto melukiskan perasaan tramendum et fascinans saat manusia >>berhadapan >>dengan yang kudus, seperti Musa di Sinai menghadapi api di semak kering yang >>tak >>terbakar. Namun, gentar dan takjub berdebar ternyata tidak hanya perasaan >>kaum >>religius, para fisikawan juga—Hawking termasuk—saat menghadapi rahasia alam >>yang >>mahamikro (interior atom) dan misteri kosmos yang mahamakro (alam semesta), >>serta keajaiban kehadiran insan cerdas dalam konstelasi itu di planet biru >>yang >>rentan ini. >> >>Ateisme barangkali adalah sebuah bakat insani, sama halnya dengan >>religiusitas >>dan fanatisme. Masing-masing melihat hal-hal yang memperkuat kecenderungan >>hatinya. >> >>Karen Armstrong dalam A History of God mengisahkan konsep Tuhan yang terus >>berevolusi dalam sejarah kita, dan peran manusia di dalamnya ternyata tetap >>utama membangun dunianya, terutama teologinya. >> >>Anthony de Mello bercerita tentang Tuhan yang memilih bersembunyi dalam hati >>manusia, dan siapa tahu—di kedalaman batin itu—fisika Hawking pun takkan >>sanggup >>menjamah-Nya, apalagi memeriksa-Nya. >> >>Jansen H Sinamo Fisikawan Lulusan ITB Tahun 1983, Sehari-hari Bekerja sebagai >>Aktivis Etos Kerja, Tinggal di Jakarta >> >> >
