Saleresna nu diserat ku ki Halimunan saparakanca teh upami dipilarian rujukan 
sajarahna nya aya. Tah ieu salasawios seratan nu patali sareng Islam di 
Pasundan, Api Sejarah karyana Ahmad Mansur Suryanegara nu dipedarkeun ku 
Salamadani Pustaka Semesta, Bandung, Juli 2009, kaca 148 - 152:


Islamisasi Prabu Siliwangi dan Dinastinya

Seperti yang penulis tuturkan, Ahmad Mansur Suryanegara, 1995, Menemukan 
Sejarah, dalam Bab Masuk dan Meluasnya Agama Islam di Jawa Barat, membicarakan 
proses islamisasi Dinasti Prabu Siliwangi dan tumbuhnya kekuasaan politik Islam 
di Jawa Barat dengan menggunakan sumber Carita Purwaka Caruban Nagari – CPCN. 
Kemudian menyusul Dr. H. Dadan Wildan, M. Hum, 2003, Sunan Gunung Jati, yang 
diangkat dari sumber yang sama Carita Purwaka Caruban Nagari – CPCN yang 
ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon, 1720. Isinya antara lain tentang proses 
islamisasi keluarga Prabu Siliwangi terjadi melalui pernikahan Islam.

Dituturkan dalam Carita Purwaka Caruban Nagari, 1720 M, dampak pernikahan 
menjadi sebab awal masuknya Islam di kalangan Istana Pakuan Pajajaran. Dimulai 
pada masa Raden Manah Rarasa atau Pamanah Rasa, lebih dikenal sebagai Prabu 
Siliwangi, dari Pakuan Pajajaran dengan gelar Prabu Dewata Wisesa.

Pernikahan Prabu Siliwangi dengan Nyai Subang Larang, sebagai santri dari Syekh 
Hasanuddin atau dikenal pula sebagai Syekh Quro. Melalui pernikahan inilah 
menjadi sebab terjadinya islamisasi Prabu Siliwangi dan dinastinya. Pernikahan 
tersebut dilaksanakan secara Islami. Dari hasil pernikahan antara Prabu 
Siliwangi dengan Nyai Subang Larang melahirkan tiga orang putra:

Pertama, putra, Walangsungsang, lahir 1423 M
Kedua, putrid, Nyai Rara Santang, lahir 1426 M
Ketiga, putra, Raja Sangara, lahir 1427 M

Ketiga putra-putri Prabu Siliwangi ini merupakan perintis awal dari Dinasti 
Prabu Siliwangi yang menjadi penganut agama Islam. Tidak hanya sebatas penganut 
Islam, melainkan Nyai Rara Santang dari pernikahannya dengan Maulana Sultan 
Mahmud atau Syarif Abdullah pun melahirkan Syarif Hidayatullah atau Sunan 
Gunung Jati sebagai salah seorang dari Wali Sanga adalah cucu Prabu Siliwangi.

Dengan demikian secara historis, Dinasti Prabu Siliwangi melahirkan salah 
seorang dari Wali Sanga. Namun hal ini kurang mendapat penekanan interpretasi 
sejarahnya dari sebagian sejarawan. Penulis memperkirakan pula, kurang 
dijelaskan oleh sementara sejarawan bahwa Dinasti Prabu Siliwangi berperan 
besar melahirkan dinastinya sebagai pembangun kekuatan politik Islam atau 
kesultanan: Cirebon, Jakarta dan Banten.

Dengan menekankan dan mengaitkan hubungan Prabu Siliwangi dengan pernikahan 
Islamnya, dan dinastinya, dapat dibaca adanya kesinambungan kesejarahan antara 
Kerajaan Hindu Pajajaran dan Kesultanan Cirebon, Jakarta, dan Banten. Selain 
itu, dari pernikahannya secara Islam dengan Nyai Subang Larang oleh Syekh Quro, 
sebenarnya Prabu Siliwangi telah memeluk Islam. Dengan kata lain, telah terjadi 
silamisasi di kalangan istana Kerajaan Pajajaran melalui pernikahan.

Pernikahan antara Nyai Rara Santang dengan Maulana Sultan Mahmud atau Syarif 
Abdullah terjadi pada saat Nyai Rara Santang selesai melakukan rukun haji 
bersama kakanya Walang Sungsang. Setelah melaksanakan rukun haji, Walang 
Sungsang dikenal dengan nama baru Haji Abdullah Iman. Sedangkan Nyai Rara 
Santang dikenal dengan nama baru Sarifah Mudaim.

Dapat dipastikan karena pengaruh dari kakeknya, Ki Gedeng Tapa, ayah Nyai 
Subang Larang, sebagai Syah Bandar Muara Jati Cirebon, dan sebagai Raja 
Singapura, menjadikan Walang Sungsang atau Ki Samadullah membuka wilayah baru 
di Kebon Pasisir sebelah selatan Gunung Amparan Jati. Di Kebon Pasisir ini, 
Walang sungsang atau Ki Samadullah atau Haji Abdullah Iman menikah dengan Nyai 
Kencana Larang, putri Ki Danusela atau ki Gedeng Alang Alang.

Pernikahan ini membawa perubahan besar, wilayah Kebon Pasisir berubah namanya 
dari Lemah Wungkuk menjadi Caruban Larang. Nama Walang Sungsang atau Ki 
Samadullah atau Haji Abdullah Iman disebut sebagai Ki Cakra Bumi atau Pangeran 
Cakrabuana.

Langkah yang diambil oleh Ki Cakrabumi atau Pangeran Cakrabuana merintis 
membangun wilayah baru, Cirebon Larang, mendapat penghormatan dari Prabu 
Siliwangi dari Pakuan Pajajaran, ditandai dengan pemberian gelar terhadap Ki 
Cakrabumi atau Pangeran Cakrabuana dengan Sri Mangana. Disamping gelar ini, 
diserahkan juga panji-panji kerajaan yang diantarkan oleh Raja Sangara. 
Pertemuan ini menjadikan Raja Sangara masuk Islam dan naik haji, kemudian 
dikenal sebagai Haji Mansur.

Peristiwa sejarah keluarga Prabu Siliwangi masuk Islam merupakan sebuah contoh 
sejarah betapa terbukanya sikap raja dan bangsawan Hindu atau Budha dalam 
menyikapi masalah peralihan agama atau konversi ke Islam. Seperti halnya proses 
islamisasi di kalangan Dinasti Mongol, dimulai dari adanya pernikahan dengan 
putri bangsawan yang lebih dahulu masuk Islam yang berlangsung dengan damai.

Proses islamisasi melalui jalan niaga dan pernikahan merupakan ciri umum 
spesifikasi Islam. Selain itu, juga peranan ulama dan pesantren sebagai 
katalisator islamisasi di Nusantara Indonesia tidak pernah terjadi dengan cara 
kekerasan dalam pengembangan ajaran agama apa pun, kecuali yang dilakukan oleh 
imperialis Barat dengan sistem peperangan dan pemaksaan alih agama.




--- On Sat, 12/11/10, iding hadisuganda <[email protected]> wrote:

> From: iding hadisuganda <[email protected]>
> Subject: Re: [kisunda] Sajarah Siliwangi 6# (Siliwangi Dayeuh anyar)
> To: [email protected]
> Date: Saturday, December 11, 2010, 4:30 AM
>      
>       
>       
>       Sajarah ? mani peta ngunikeun sajarah.Namina
> sajarah mah pan puguh kriteriana.jeung tara loba paheol loba
> versi.Puguh tauna,tempatna dsb.
> 
> 2010/12/9 Halimunan
> <[email protected]> 
>       
> 
> Katilu para putrana nyaeta walang sungsang, lara santang,
> rakean santang, estuning kadidik langsung kaislamanana ku
> siliwangi nu jadi ramana, ku subang larang nu jadi biangna,
> ku akina bapana subang larang, jeung dididik budi pekerti ku
> ki santang batur jeung nu diaku guru ku siliwangi.
> 
> Siliwangi jeung dayeuh anu mawa wawangi ka tempat jeung
> pangusina. Bener2 seungit nyambuang kaluar jeung kajero. 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


      


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke