Saliwatan mah cabe impor teh pating gurilap, herang ngagenclang, jiga palastik. Mun dikirim ti Cina, bisa tahan lila kitu nya? Cing kunaon nya bisa tahan lila
2011/1/26 <[email protected]> > > > Cabai China Pun Menyerbu Indonesia > > JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah dua pekan terakhir cabai rawit merah impor dari > China dan Thailand menyerbu pasar Jakarta dan sekitarnya. Para pedagang > mencampur rawit impor yang harganya lebih murah dengan rawit lokal untuk > menekan harga cabai, yang di pasar Depok mencapai Rp 120.000 per kilogram. > > click to enlarge > > Rum (50), Nuryanto (28), Rudy (29), dan Totok (25), pedagang yang ditemui > di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/1/2011), mengatakan, serbuan > rawit impor ke pasar induk sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. > > Menurut mereka, harga rawit merah dari Thailand yang berukuran kecil Rp > 55.000 per kg, sedangkan yang lebih besar Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. Para > pedagang cabai yang membeli rawit dari para pedagang besar di pasar induk > mencampur rawit Thailand dengan rawit merah lokal yang harganya masih Rp > 90.000 per kg. Dengan demikian, harga jual rawit merah oplosan di tingkat > konsumen bisa ditekan. > > Rudy dan Rum mengatakan, konsumen paling menggemari rawit merah lokal. > Mereka lebih baik tidak makan rawit kalau rawitnya dari jenis lain, seperti > rawit hijau dan rawit putih. Itu sebabnya, sejak harga rawit merah > melambung, pasar rawit dari semua jenis melemah. > > Untuk membangkitkan pasar rawit, para pedagang menengah dan pengecer > kemudian mencampur rawit merah lokal dengan rawit merah Thailand yang > berukuran kecil. > > ”Itu sebabnya, rawit caplak (rawit merah Thailand) yang kecil lebih mahal > harganya daripada rawit caplak yang besar. Rawit caplak yang besar tidak > bisa disamar dalam rawit merah campuran, sedangkan rawit caplak yang kecil > bisa,” ujar Rudy. > > Pedagang pengecer, Herianto (42), mengaku menjual rawit merah campuran > seharga Rp 85.000 per kg. ”Saat ini jauh lebih menguntungkan berdagang rawit > merah campuran,” katanya. > > Pedagang cabai di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, Sumiyatun, mengatakan, > rawit merah China dijual Rp 60.000 per kg, sedangkan rawit merah lokal > dijual Rp 80.000 per kg. > > Di Pasar Kramat Jati, rawit hijau dari Wonosobo, Jawa Tengah, dijual Rp > 35.000 per kg, sementara rawit putih (rawit berwarna krem kekuningan) dijual > Rp 37.000 per kg. > > Masih tinggi > > Di Depok, kemarin, harga rawit merah mencapai Rp 120.000 per kg. > Berdasarkan pengamatan Kompas, bentuk rawit merah ini sama dengan rawit > merah Thailand dan China. Saat ditanya mengenai kemungkinan ini, para > pedagang menjawab tak tahu. Meski demikian, mereka memastikan bahwa rawit > merah itu produksi tanaman lokal. > > Harga cabai rawit merah di Depok pada tiga hari sebelumnya masih mencapai > Rp 90.000 per kg. Para pedagang pengecer tidak tahu apa pemicunya sehingga > harga cabai rawit merah kembali melambung. > > ”Saya terpaksa menjual dengan harga ini karena harga dari bandar Rp 110.000 > per kg,” tutur Wiji (38), pedagang bumbu di Pasar Depok Jaya, Kota Depok, > Jawa Barat, Senin. > > Menurut Wiji, rawit merah yang dia jual itu kualitas super sehingga > harganya tinggi. Hal itulah yang membuat Wiji tak berani menjual bahan pokok > tersebut dalam jumlah besar. Dalam sehari dia hanya berani menjual 1 > kilogram rawit merah. > > Hanya berjarak kurang dari 1 kilometer, di Pasar Kemiri Muka, Depok, Senin > sore, harga cabai rawit merah Rp 100.000 per kg. Pedagang Pasar Kemiri Muka, > Anis (50), yang menjual 3 kg cabai rawit merah, mengaku, cabai yang dia jual > dari kemarin belum juga habis. > > Anis menjual rawit yang berbeda jenis dengan pedagang lain, tetapi harganya > sama dengan harga cabai rawit merah. ”Saya tidak tahu ini cabai dari mana. > Saya beli di sini (Pasar Kemiri Muka) dari bandar dan saya jual di sini > juga,” kata Anis. > > Harga rawit merah lokal di Pasar Cengkareng masih berkisar Rp 80.000 per > kg. Adapun cabai merah keriting dijual Rp 50.000 per kg, turun dari semula > Rp 58.000 per kg. (NDY/NEL/ART/FRO/PIN/WIN) >
