BAMBOO IS THE MATERIAL FOR THE FUTURE !!!!

2011/2/22 Roza R. Mintaredja <[email protected]>

> sae tah infona, mang KH
> kg Jatnika memang sobat uin
> seueur pisan elmu alapeunana
> mung modelna masih tradisional pisan,
> alimeun modifikasi bentuk2 wangunan anu araheng sapertos diluar negri
> oge alimeun nampi gambar ti luar, teu wantuneun, teu tiasa ka olo
> padahal upami aya kawani keur modifikasi
> tiasa langkung kawentar
> rupina sanes bagianana
> sababaraha arsitek awi parantos ngayakeun eksperimen ngawangun
> muga pareng, uin ahir agustus di karawang bade ngawitan
> kggo Gerbang Budaya Kota Karawang, 4,7 HA.
> hn*R3M
>
>
> 2011/2/22 Ki Hasan <[email protected]>
>
>
>>
>> Jatnika, dengan Bambu Menembus Dunia
>>
>>
>> KONTAN
>>   Jumat, 18 Februari 2011 | 15:32 WIB
>>
>> *KOMPAS.com - *Dari bambu, Undagi Jatnika Nagamiharja yang juga Ketua
>> Yayasan Bambu Indonesia mampu melanglang buana, mulai dari ke hampir seluruh
>> wilayah Indonesia hingga mancanegara. Lelaki kelahiran Sukabumi, Jawa Barat
>> ini populer dengan rumah bambu buatannya. Ia sudah membangun 3.441 rumah
>> bambu di Indonesia dan negara lain.
>>
>> Bambu sudah menjadi bagian hidup dari Undagi Jatnika Nagamiharja. Dari
>> tanaman rumpun ini, namanya terkenal sampai ke mancanegara. Dari bambu pula,
>> ia memperoleh sumber penghidupan.
>>
>> Jatnika memulai bisnis bambu sejak 1996. Dia mewarisi ilmu sang ayah yang
>> berprofesi sebagai perajin anyaman dan mebel bambu. Pertama kali menjalankan
>> usaha, Jatnika hanya membuat anyaman dan mebel bambu.
>>
>> Sekarang, Jatnika juga membuat rumah bambu. "Saya masih memproduksi mebel
>> untuk desain interior rumah bambu yang saya buat," katanya.
>>
>> Mebel-mebel bambu buatan Jatnika sudah menembus pasar ekspor, seperti
>> Spanyol, Amerika Serikat, Taiwan, dan Jerman. Begitu juga dengan rumah bambu
>> bikinannya.
>>
>> Itu sebabnya, Jatnika mengatakan, rumah bambu punya prospek yang cerah.
>> Selain memiliki pangsa pasar luas, perajin rumah bambu masih sedikit.
>> Makanya, pesanan rumah bambu yang terus mengalir.
>>
>> Sampai saat ini, Jatnika sudah membangun 3.441 rumah bambu di seluruh
>> Indonesia. Mulai dari rumah tinggal, rumah peristirahatan, rumah makan,
>> gazebo, sampai musala. Di pasar ekspor, rumah bambu buatan Jatnika sudah
>> berdiri di Malaysia, Brunei Darusssalam, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.
>>
>> Salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang memesan rumah bambu ke
>> Jatnika adalah daya tahan buatannya. Aneka rumah bambu buatan Jatnika bisa
>> bertahan hingga 30 tahun.
>>
>> Keawetan rumah bambu bikinan Jatnika berkat proses penebangan hingga
>> perendaman bambu. Karakteristik rumah bambu yang tahan gempa juga menjadi
>> alasan orang berminat memiliki bangunan tersebut.
>>
>> Setiap bulan, pesanan yang datang ke Jatnika sebanyak 20 rumah bambu.
>> Namun, ia hanya mengerjakan dua pesanan setiap bulan. Tujuannya untuk
>> menjaga kualitas rumah bambu buatannya. "Kalau hanya memikirkan keuntungan,
>> bisa saja saya ambil semuanya, tapi nanti kualitasnya tidak bagus," ujarnya.
>>
>> Jatnika memang tidak hanya mengejar keuntungan semata, namun juga kepuasan
>> batin. Apalagi, sejak 1995, dia dipercaya menjadi Ketua Harian Yayasan Bambu
>> Indonesia yang didirikan oleh istri mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.
>>
>> Selain untuk melestarikan bambu, yayasan ini juga dibentuk untuk
>> mengembangkan dan memanfaatkan bambu Indonesia. Para perajin pun dilatih
>> untuk mengenal produk-produk kerajinan yang bisa dihasilkan dari bambu.
>>
>> Sebab, banyak sekali produk kerajinan yang bisa dibuat dari bambu. "Ada
>> ribuan jenis. Untuk alat musik saja ada sekitar 41 jenis yang bisa dibuat
>> dari bambu, seperti angklung dan suling," kata Jatnika.
>>
>> Makanya, pelestarian bambu wajib hukumnya. Pada 1997, Yayasan Bambu
>> Indonesia melakukan penanaman bambu di lahan seluas 11,5 hektare milik
>> Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bambu yang ditanam tak hanya satu
>> jenis, namun beraneka macam. Karena, lahan ini juga berfungsi sebagai museum
>> bambu.
>>
>> Yayasan ini juga giat melakukan penyuluhan penanaman bambu di lahan milik
>> warga yang ada di daerah Pelabuhan Ratu, Sakawayana, dan Cikedang, Kabupaten
>> Sukabumi. Yayasan Bambu Indonesia pun menjadi pelopor dalam upaya penanaman
>> anggota subfamilia rumput ini di sepanjang bantaran Kali Ciliwung Cisadane,
>> Krukut, Grogol, dan Pesanggrahan. Soalnya, "Bambu bisa sebagai penahan
>> tebing, penahan erosi serta juga penghimpun air," ungkap Jatmika. Selain
>> semua manfaat itu, penulis buku Rumah Bambu: Aksitektur Khas Jawa Barat ini
>> menambahkan, bambu bisa menjadi obat untuk bermacam penyakit termasuk
>> penyakit liver.* (Dharmesta/Kontan)*
>>
>> <http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia#>
>>
>> *Dapatkan artikel ini di URL:*
>>
>> http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia
>>
>>
>>  
>>
>
>

Kirim email ke