Kumaha ieu teh solusina bet jadi "proyek bersama", janten naon atuh damel 
sadidinten teh?
 
Makarya Mawa Raharja




________________________________
Dari: Ki Hasan <[email protected]>
Kepada: Ki Sunda <[email protected]>
Terkirim: Sab, 12 Maret, 2011 04:57:16
Judul: [kisunda] "Sinetron" Susu Formula Can Tamat Keneh?

  
Jiga carita siteron wae, diemet-emet, teuing iraha tamatna.


82 Merek Susu Formula Diteliti Ulang
Kamis, 10 Maret 2011 | 16:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih 
mengatakan Kementerian Kesehatan akan meneliti ulang 82 merek susu formula yang 
diduga mengandung bakteri Enterobacter sakazakii. 

Menurut Endang, separuh dari merek susu yang diteliti adalah produk dalam 
negeri 
dan separuhnya lagi dari luar negeri. Anggaran penelitian akan diambil dari 
Kementerian Pendidikan Nasional dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Pada 2006, peneliti Institut Pertanian Bogor Sri Estuningsih menemukan bahwa 
22,7 persen dari 22 merek susu formula yang beredar pada 2003-2006 telah 
tercemar bakteri Enterobacter sakazakii. Tapi peneliti tak menyampaikan kepada 
masyarakat ihwal susu formula yang dimaksudkan.
Endang mengatakan yang melakukan penelitian ulang adalah Litbang Kementerian 
Kesehatan dengan melibatakan BPOM serta IPB. "BPOM juga ikut karena mereka yang 
biasa melakukan pengujian dari tahun ke tahun," kata Endang di Istana Negara, 
Kamis (10/3).
Menurut dia, Kementerian Kesehatan dan sejumlah lembaga terkait sedang membahas 
proses penelitian, seperti menentukan merek susu yang harus diperiksa, 
bagaimana 
cara mengambil sampel susu yang akan diteliti, dan penelitian akan dilakukan di 
laboratorium mana. Dia mengatakan penelitian ini akan dilakukan selama enam 
bulan.

Saat ini, kata Endang, pihaknya sedang mengumpulkan sampel di pasaran. Pihaknya 
tidak akan meminta susu dari produsen karena dikhawatirkan produsen akan 
memilihkan susu yang terbaik. "Kami akan membeli susu yang ada di pasar," kata 
Endang. 


Ia mengatakan hingga saat ini belum ada laporan jatuhnya korban akibat bakteri 
tersebut. Soal penyakit meningitis yang bisa disebabkan oleh bakteri tersebut, 
Endang mengatakan penyebabnya bisa dari bakteri serupa yang ada di dalam keju. 


EKO ARI WIBOWO
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/03/10/brk,20110310-319108,id.html




Kirim email ke