Ekspor Sapi Ditunda karena Persaingan Bisnis antara Ekportir di Australia Senin, 13/06/2011 - 03:25
CILACAP, (PRLM).- Dihentikannya ekspor ternak sapi dari Australia ke Indonesia karena persaingan bisnis antara eksportir ternak sapi di Australia. "Penundaan ekspor sapi merupakan hak pemerintah Australia. Namun bila alasannya karena terjadi kasus penyiksaan sapi di Sumatera Utara itu tidak fair," kata Kepala Stasiun Karantina Hewan Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah, drh. Adi Mardin, Minggu (12/6). Menurutnya, kasus penyiksaan sapi impor dari Australia di Sumatera Utara, sebenarnya tidak lepas dari persaingan bisnis antarsesama eksportir di Autralia. ''Orang-orang yang menyiksa sapi di Jambi sebelum dipotong, ternyata dibayar oleh orang bule kemudian penyiksaan tersebut divideo," jelasnya. Video itulah yang kemudian ditayangkan salah satu stasiun TV di Australia sehingga mengundang protes dari para penyayang binatang di Australia. Bukan hanya penyayang binatang, siapapun melihat tayangan tersebut pasti marah. Pemerintah Indonesia sendiri lebih memilih mengimpor sapi dalam keadaan hidup, terutama dalam bentuk bibit sapi, karena akan menyerap tenaga kerja cukup besar sebelum sapi itu bisa dipotong. ''Kalau impornya dalam bentuk bibit sapi hidup, maka peternak Indonesia yang mendatangkan sapi ini akan mempekerjakan banyak orang untuk memelihara, menyembelih hingga mendistribusikan. Berbeda kalau pemerintah Indonesia mengimpornya dalam bentuk daging. Daging impor itu akan langsung masuk habis diserap pasar, tanpa melibatkan tenaga kerja lain,'' jelasnya. Meski demikian, dia menyebutkan, keputusan pemerintah Australia untuk menghentikan ekspor sapinya ke Indonesia, sebenarnya tidak banyak merugikan Indonesia. Justru peternak sapi di Australia sendiri yang akan dirugikan. Sebab masih banyak negara-negara produsen sapi yang masuk mengirimkan sapinya ke Indonesia. ''Untuk sementara impor bibit sapi dari Australia melalui Pelabuhan Tanjung Intan memang akan berhenti," tambah Adi. Terakhir, bibit sapi dari Australia yang masuk melalui stasiun karantinanya adalah pada Rabu (8/6) pekan lalu. Bibit-bibit sapi ini selanjutnya dikirim ke peternakan sapi di Jawa Barat untuk dilakukan penggemukan sebelum kemudian dijual ke pasar. Pengiriman terakir untuk Jabar ada 2.000 ekor bibit sapi jenis Brahman yang masuk. (A-99/das)*** http://www.pikiran-rakyat.com/node/148397 2011/6/9 Ki Hasan <[email protected]> > Impor Sapi dari Australia Terganjal "Penyiksaan Hewan di Rumah Jagal" > Rabu, 08/06/2011 - 19:43 > > CILACAP, (PRLM).- Kedutaan Besar Australia dan sejumlah wartawan dari > negara Kanguru mengawal langsung proses distribusi 2000 sapi potong impor > untuk kebutuhan Jawa Barat. Pengawalan tersebut untuk memastikan bahwa > binatang ternak itu diperlakukan dengan baik. >
