Keluarga Bukan Benteng Terakhir Pelestarian Bahasa Sunda Selasa, 12 Juli 2011 | 10:26 WIB
*BOGOR, TRIBUN -* Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan keluarga tak bisa dijadikan benteng terkahir untuk memelihara dan melestarikan bahasa Sunda. Karena penggunaan bahasa pengantar di dalam keluarga menjadi hak setiap masing-masing keluarga. Bahkan melihat dari kondisi saat ini banyak keluarga orang Sunda yang tidak menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa komunikasi di rumahnya. Hal itu dikatakan Ganjar dalam paparannyua pada acara Kongres Basa Sunda IX yang digelar di Hotel Grand Jaya Raya, Cipayung, Kabupaten Bogor, Selasa (12/7). Ganjar membawakan makalah berjudul Pasualan-pasualan Mutahir Basa, Sastra jeung Aksara Sunda. "Justru yang lihat sekarang ini yang masih kuat menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar atau komunikasi itu ada di pesantren-pesantren. Maka saya kira pesantren masih bisa diharapkan untuk dijadikan benteng terkahir pelestarian bahasa Sunda," kata Ganjar. Selain keluarga, Ganjar juga melihat sekolah-sekolah formal pun sudah jarang sekali yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar. Maka kondisi sekolah formal pun dinilainya sulit untuk dijadikan benten terkahir pelestarian bahasa Sunda. *(ddh)* *Dapatkan artikel ini di URL:* http://jabar.tribunnews.com/56958/Keluarga Bukan Benteng Terakhir Pelestarian Bahasa Sunda
