Kampung Naga (2)
Dipadati Wisatawan Domestik dan Mancanegara
Sabtu, 27 Agustus 2011 | 20:44 WIB


   -
   
<http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/67322/Terus-Setia-Menjaga-Tradisi-dan-Budaya-Leluhur->

*TATANG *(45), warga Kampung Naga yang menjadi pemandu wisata, mengatakan,
masalah kepedulian terhadap lingkungan sudah dilakukan oleh para leluhurnya
hingga sekarang. Saat ini jumlah warga sudah mencapai 110 kepala keluarga
(KK) dengan 113 bangunan dan 1 leuit (lumbung) milik umum.

"Hampir setiap hari ramai dikunjungi wisatawan. Tapi ada tempat-tempat
tertentu yang tidak bisa dimasuki atau didekati oleh wisatawan dan ada
hari-hari tertentu yang membuat pemandu tidak boleh menjelaskan tentang
sejarah Kampung Naga," ujarnya.

Pemandu wisata lainnya yang juga warga Kampung Naga, Cahyan (39),
menambahkan hari-hari yang ditetapkan sebagai hari tabu untuk menjelaskan
sejarah Kampung Naga itu adalah Selasa, Rabu, dan Sabtu. "Pada hari tabu itu
kami tidak boleh menjelaskan soal sejarah kampung Naga, termasuk soal
pakaian adat masyarakat dan jenis upacara ritual," kata Cahyan kepada
Tribun.

Biasanya para wisman itu selalu diajak berkeliling kampung untuk melihat
ibu-ibu menumbuk padi di saung lisung, melihat bangunan rumah dan masjid dan
bale Patemon, serta melihat ruang-ruang di dalam rumah.

Diakui Cahyan di hutan keramat sebelah utara kampung terdapat sebuah makam
keramat. Namun ia tidak bisa menjelaskan lebih jauh tentang makam keramat
itu karena saat itu Hari Sabtu. Dia hanya menyebutkan makam itu tidak boleh
dilihat orang umum.

"Warga kampung pun dalam setahun sekali hanya enam kali, yakni setiap
perayaan hari besar Islam saja seperti Muharam, Mulud, Jumadilakhir, Rewah,
dan Syawal. Kami ke sana untuk ziarah yang dilanjutkan berdoa di masjid,"
katanya.

Meski ada pantangan bagi wisatawan, kata Cahyan jumlah wisatawan sekarang
ini makin banyak. Sebelum tahun 2000 wisatawan lokal hanya mencapai lima
ribuan dalam setahun, dan mancanegara mencapai ratusan orang saja. Tapi
setelah tahun 2000 hingga sekarang ini, wisatawan lokal dalam setahun bisa
mencai 30 ribuan dan wisman mencapai 3 sampai 4 ribu orang.

"Karenanya jumlah pemandu pun sekarang sudah ada 40 orang. Kalau dulu hanya
5 orang," kata Cahyan, yang biasanya dalam sekali memandu minimal mendapat
tip Rp 50 ribu. *(dedy herdiana)
*

Penulis : Dedy Herdiana
Editor : Yon Daryono
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/67332/Dipadati-Wisatawan-Domestik-dan-Mancanegara-

Kirim email ke