Kampung Naga (4-Habis)
Berawal dari Masa Sunan Gunung Jati
Sabtu, 27 Agustus 2011 | 20:47 WIB

*KEBERADAAN *Kampung Naga ini, berdasarkan sejarah yang dihimpun Dinas
Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya, bermula pada masa kewalian Syekh Syarif
Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati dengan seorang abdinya bernama
Singaparana yang ditugasi menyebarkan agama Islam.

Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari,
Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Di tempat itu Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem
Singaparana. Suatu hari ia mendapat petunjuk harus bersemedi. Dalam
persemediannya Singaparana mendapat petunjuk harus mendiami satu tempat yang
sekarang disebut Kampung Naga.

Kemudian Sembah Dalem Singaparana ini sering disebut pula Eyang Singaparana
atau kerap disebut pula Eyang Galunggung. Masyarakat Kampung Naga meyakini,
Eyang Singaparana dimakamkan di sebelah Barat Kampung Naga. Makam ini
dianggap oleh masyarakat Kampung Naga sebagai makam keramat yang selalu
diziarahi pada saat diadakan upacara adat bagi semua keturunannya.

Namun kapan Eyang Singaparana meninggal, tidak diperoleh data yang pasti
bahkan tidak seorang pun warga Kampung Naga yang mengetahuinya. Menurut
kepercayaan yang mereka warisi secara turun temurun, nenek moyang masyarakat
Kampung Naga ini tidak meninggal dunia melainkan raib tanpa meninggalkan
jasad.

Dan di tempat itulah masyarakat Kampung Naga menganggapnya sebagai makam,
dengan memberikan tanda atau petunjuk kepada keturunan Masyarakat Kampung
Naga. *(dedy herdiana)
*

<http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/67342/Keunikan-Arsitektur-Menjaga-Tradisi>
Penulis : Dedy Herdiana
Editor : Yon Daryono
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/67352/Berawal-dari-Masa-Sunan-Gunung-Jati

Kirim email ke