Kampung Naga (3)
Keunikan Arsitektur Menjaga Tradisi
Sabtu, 27 Agustus 2011 | 20:45 WIB


   -
   
<http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/67332/Dipadati-Wisatawan-Domestik-dan-Mancanegara->

 *WISATA *ke Kampung Naga merupakan pilihan yang efektif. Khususnya bagi
mereka yang ingin melihat dan mengenal tata kehidupan urang lembur yang
masih memegang adat istiadat leluhurnya, namun bisa berbaur dengan
masyarakat modern, dan beragama Islam.

Selain itu Kampung Naga juga seperti Kampung Adat Baduy di Kabupaten Lebak,
Banten yang menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat
pedesaan Sunda di masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam
di Jawa Barat.

Disebut efektif, karena objek wisata Kampung Naga yang berada di Desa
Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya atau 30 kilometer dari
Kota Tasikmalaya dan 26  kilometer dari Garut, itu lokasinya tidak jauh dari
Jalan Raya Garut-Tasikmalaya. Hanya membutuhkan perjalanan sekitar beberapa
menit untuk mencapai perkampungannya dari jalan raya itu. Area parkir pun
sekarang ini sudah cukup memadai.

Di dalam perkampungan yang luasnya hanya sekitar 1,5 hektare, digunakan
untuk lahan permukiman, persawahan dan kolam, tampak bentuk bangunan di
Kampung Naga yang sama baik rumah, masjid, bale patemon (balai pertemuan),
dan lumbung padi.

Atapnya terbuat dari daun rumbia dan injuk sebagai penutup bumbungan.
Dinding rumah dan bangunan lainnya, terbuat dari anyaman bambu (bilik) dan
jendela dari kaca. Sementara pintu rumah terbuat dari kayu dipadu serat
rotan.

Semua bangunan menghadap Utara atau Selatan, serta selalu saling berhadapan.
Selain itu tumpukan batu yang tersusun rapi untuk menahan undakan lahan
dengan tata letak dan bahan alami merupakan ciri khas arsitektur dan ornamen
Kampung Naga.

Keunikan lainnya, setiap rumahnya memiliki 3 ruang pokok, yakni ruang tamu,
kamar dan dapur yang didalamnya terdapat ruang goah (untuk menyimpan makanan
terutama beras). Selain di setiap ruang dapur pasti alasnya terbuat dari
anyaman bambu, sedangan di ruang lainya menggunakan kayu. Serta di ruang
tamu dan lainnya tidak ada kursi atau meja.

Sementara anak-anak kecil yang tampak riang bermain di halaman depan
rumahnya serta beberapa orang tua yang sibuk mengisi waktu luangnya dengan
membuat kerajinan akan menghiasi suasana di kampung adat itu. *(dedy
herdiana)

*

Penulis : Dedy Herdiana
Editor : Yon Daryono
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/67342/Keunikan-Arsitektur-Menjaga-Tradisi

Kirim email ke