Persis Lebaran 31 Agustus, NU Tunggu Rukyat

Sabtu, 27 Agustus 2011 | 19:52 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Jakarta* - Organisasi keagamaan Persatuan Islam
(Persis) menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada 31 Agustus 2011.
Menurut Pimpinan Persis Maman Abdurrahman, penetapan itu sesuai dengan
almanak organisasi.

"Ketetapan itu sudah kami sebarkan ke semua pengurus cabang di daerah,
media, dan pengumuman-pengumuman lain," kata dia ketika dihubungi Tempo,
Sabtu malam, 27 Agustus 2011.

Menurut dia, untuk menetapkan tanggal Lebaran ada dua cara, yakni hisab
(perhitungan) dan rukyatul hilal (melihat bulan muda di atas ufuk). Ia
percaya pada 30 Agustus posisi hilal di atas ufuk, namun posisi itu masih
berada di bawah 2 derajat. Kondisi itu, kata dia, menurut hadits disebut
ghoiru imkanirrukyat atau belum mungkin hilal tampak.

Berdasar laporan dan data-data lembaga astronomi, kata dia, Persis meyakini
pada hari berikutnya, 31 Agustus, posisi ketinggian hilal sudah di atas 2
derajat. Dengan kondisi itu, ia melanjutkan, rukyatul hilal atau melihat
hilal sudah bisa dilakukan. Terlebih, hal itu juga sesuai dengan kesepakatan
MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam).

Sebelumnya, Muhammadiyah lebih dulu sudah menetapkan Lebaran jatuh pada 30
Agustus 2011. Pimpinan organisasi itu, Din Syamsuddin, menyatakan berdasar
metode hisab hakiki atau perhitungan yang dilakukan oleh majelis tarjih,
ijtimak akhir Ramadhan 1432 Hijriah akan terjadi pada 29 Agustus 2011 yang
bertepatan dengan 29 Ramadhan 1432 H antara 10.04.03 WIB sampai pukul
10.05.16 WIB.

Pada saat itu, kata dia, matahari terbenam pada pukul 17.30.53 WIB dengan
"hilal" (rembulan usia muda sebagai pertanda awal bulan/kalender) akan
terlihat pada ketinggian 1 derajat 55 menit 11 detik hingga 2 derajat.

"Dengan tampaknya hilal ini, kesimpulannya pada hari Selasa tanggal 30
Agustus 2011 itu sudah merupakan awal Syawal untuk mengakhiri puasa
Ramadan," kata dia.

Adapun menurut salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (NU) Slamet
Effendi Yusuf, perbedaan itu hendaknya dihindari. Ia meminta masyarakat
menunggu sidang isbat pada Senin, 29 Agustus 2011 nanti. NU sendiri, kata
dia, hingga kini belum memutuskan kapan Lebaran, karena masih menunggu hasil
rukyatul hilal. "Hasil rukyat nanti akan dipaparkan pada sidang isbat
nanti," kata dia.

Kepala Badan Hisab dan Rukyah Kementerian Agama, Muhyidin Khazin, meminta
masyarakat tidak risau dan bingung soal penetapan awal Lebaran tersebut.
Menurut dia, itu hal biasa.

Tahun ini, kata dia, potensi Lebaran tidak serentak memang ada."Tapi semua
harus disikapi dewasa. Kalau masyarakat bingung, tunggu saja ketetapan
pemerintah nanti pada pada sidang isbat 29 Agustus," ujarnya.

Muhyidin mengimbuhkan, kendati Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal,
sementara Nahdhatul Ulama (NU) belum karena menunggu hasil rukyah, menurut
dia pemerintah tetap akan menunggu hasil sidang isbat. Pemerintah mengajak
semua organisasi masyarakat itu menggelar Lebaran bersama-sama. "Itu kalau
bisa. Tapi kalau tidak, ya tidak apa-apa, mereka punya alasan," kata dia.

*MUHAMMAD TAUFIK*

*
http://www.tempointeraktif.com/hg/kabar_lebaran_10/2011/08/27/brk,20110827-353865,id.html
*

Kirim email ke