Ceuk beja mah, itung-itungan hisab antara NU, Muhamadyah jeung Persis teu jauh beda nyaeta hilal kurang ti 2 darajat. Ilmu Hisab/ falak, ilmu eksakta hasilna bakal sarua atawa moal jauh. Nu masalah hasil akhirna, nu hiji boga syarat KUDU KATEMPO KU PANON sedengkeun nu hiji deui teu nyaratkeun ieu, nu penting geus disaluhureun ufuk. Cenah syarat KATEMPO KU PANON teh kudu leuwih ti 2 darajat, jadi keur nu make syarat kudu katempo ku panon, poe lebaran teh muragna poe Rebo.
Janten masalahna sanes dina ilmu falak/ hisab, tapi dina nyandak referensi dalil ..... WLY --- In [email protected], jalakpakuan@... wrote: > > Mang kuring mah panasaran eta pasantren nu fokus kana elmu falak tea kumaha > nya pamadeganana. Sigana bisa rame tiap santri boga pamadegan sorangan nu > bisa jadi beda jeung ajenganana. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Ki Hasan <khs579@...> > Sender: [email protected] > Date: Sun, 28 Aug 2011 10:04:11 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang > Sunda<[email protected]> > Subject: Re: [kisunda] Lebaran, Salasa atawa Rebo? > > Persis Lebaran 31 Agustus, NU Tunggu Rukyat > > Sabtu, 27 Agustus 2011 | 19:52 WIB > > *TEMPO Interaktif*, *Jakarta* - Organisasi keagamaan Persatuan Islam > (Persis) menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada 31 Agustus 2011. > Menurut Pimpinan Persis Maman Abdurrahman, penetapan itu sesuai dengan > almanak organisasi. > > "Ketetapan itu sudah kami sebarkan ke semua pengurus cabang di daerah, > media, dan pengumuman-pengumuman lain," kata dia ketika dihubungi Tempo, > Sabtu malam, 27 Agustus 2011. > > Menurut dia, untuk menetapkan tanggal Lebaran ada dua cara, yakni hisab > (perhitungan) dan rukyatul hilal (melihat bulan muda di atas ufuk). Ia > percaya pada 30 Agustus posisi hilal di atas ufuk, namun posisi itu masih > berada di bawah 2 derajat. Kondisi itu, kata dia, menurut hadits disebut > ghoiru imkanirrukyat atau belum mungkin hilal tampak. > > Berdasar laporan dan data-data lembaga astronomi, kata dia, Persis meyakini > pada hari berikutnya, 31 Agustus, posisi ketinggian hilal sudah di atas 2 > derajat. Dengan kondisi itu, ia melanjutkan, rukyatul hilal atau melihat > hilal sudah bisa dilakukan. Terlebih, hal itu juga sesuai dengan kesepakatan > MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam). > > Sebelumnya, Muhammadiyah lebih dulu sudah menetapkan Lebaran jatuh pada 30 > Agustus 2011. Pimpinan organisasi itu, Din Syamsuddin, menyatakan berdasar > metode hisab hakiki atau perhitungan yang dilakukan oleh majelis tarjih, > ijtimak akhir Ramadhan 1432 Hijriah akan terjadi pada 29 Agustus 2011 yang > bertepatan dengan 29 Ramadhan 1432 H antara 10.04.03 WIB sampai pukul > 10.05.16 WIB. > > Pada saat itu, kata dia, matahari terbenam pada pukul 17.30.53 WIB dengan > "hilal" (rembulan usia muda sebagai pertanda awal bulan/kalender) akan > terlihat pada ketinggian 1 derajat 55 menit 11 detik hingga 2 derajat. > > "Dengan tampaknya hilal ini, kesimpulannya pada hari Selasa tanggal 30 > Agustus 2011 itu sudah merupakan awal Syawal untuk mengakhiri puasa > Ramadan," kata dia. > > Adapun menurut salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (NU) Slamet > Effendi Yusuf, perbedaan itu hendaknya dihindari. Ia meminta masyarakat > menunggu sidang isbat pada Senin, 29 Agustus 2011 nanti. NU sendiri, kata > dia, hingga kini belum memutuskan kapan Lebaran, karena masih menunggu hasil > rukyatul hilal. "Hasil rukyat nanti akan dipaparkan pada sidang isbat > nanti," kata dia. > > Kepala Badan Hisab dan Rukyah Kementerian Agama, Muhyidin Khazin, meminta > masyarakat tidak risau dan bingung soal penetapan awal Lebaran tersebut. > Menurut dia, itu hal biasa. > > Tahun ini, kata dia, potensi Lebaran tidak serentak memang ada."Tapi semua > harus disikapi dewasa. Kalau masyarakat bingung, tunggu saja ketetapan > pemerintah nanti pada pada sidang isbat 29 Agustus," ujarnya. > > Muhyidin mengimbuhkan, kendati Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal, > sementara Nahdhatul Ulama (NU) belum karena menunggu hasil rukyah, menurut > dia pemerintah tetap akan menunggu hasil sidang isbat. Pemerintah mengajak > semua organisasi masyarakat itu menggelar Lebaran bersama-sama. "Itu kalau > bisa. Tapi kalau tidak, ya tidak apa-apa, mereka punya alasan," kata dia. > > *MUHAMMAD TAUFIK* > > * > http://www.tempointeraktif.com/hg/kabar_lebaran_10/2011/08/27/brk,20110827-353865,id.html > * > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
