Sapuk pisan, malah sikuring pernah maos ayat anu 
"Al A'roobu asyaddu kufrow wanifaaqo" Wallahua'lam bimuroodih "Jelema Arab teh 
pangnemen-nemenna kufur sareng munafek" ...  
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Akang Tajimalela <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 1 Oct 2011 13:15:31 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Di Arab Saudi, Wanita Jangan Naik Taksi Duluan! Syukri 
Rahmatullah - Okezone

Ulah salah kang....dimana aya "ubar"na didinya aya "panyakit"na, dimana loba 
ulama didinya loba jelema "mahiwal" sarua jeung turunan...loba turunan kiyai 
biasana salah sahiji bubuyutna aya nu "mahiwal".Komo dugikeun diturunkeun nabi 
mah, manusia istimewa hartina aya "raja" preman, conto jiga Nabi Muhammad 
Versus Abu Sofyan, abu sofyan lain preman cere2 (kelas teri)....lantaran 
bohongna wae jelema percaya komo benerna....wkwk
Tos heula...

TM
--- Pada Sab, 1/10/11, Ki Hasan <[email protected]> menulis:

Dari: Ki Hasan <[email protected]>
Judul: Re: [kisunda] Di Arab Saudi, Wanita Jangan Naik Taksi Duluan! Syukri 
Rahmatullah - Okezone
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 1 Oktober, 2011, 3:23 AM
















 



  


    
      
      
      Beu, rek jarah ka tanah suci, urut lemburna para nabi, nepi ka jiga rek 
nyaba ka sayang penyamun nya. 
2011/10/1 Gunawan Yusuf <[email protected]>
















 



  


    
      
      
      MAKKAH - Ladies first tampaknya tidak berlaku di Arab Saudi. Bukan

karena tidak menghormati wanita, tapi justru hal ini untuk keselamatan

wanita itu sendiri. Inilah salah satu tip dalam bertransportasi bagi

jemaah haji di Arab Saudi.



Saran ini disampaikan Kepala Bidang Keamanan Panita Penyelenggara

Ibadah Haji (PPIH), Kolonel Bambang Siswoyo, saat berbincang dengan

Okezone belum lama ini di Makkah.



Dia menjelaskan, jika hendak bertransportasi dengan menggunakan taksi

atau transportasi lainnya baik di Makkah, Madinah, atau tempat

lainnya, sebaiknya untuk pasangan suami istri agar waspada. Dahulukan

suami untuk naik taksi terlebih dahulu. Jika hendak turun dari taksi,

istri yang turun lebih dulu.



Hal ini dilakukan untuk menghindari penculikan dan pemerkosaan yang

dilakukan kepada wanita. Karena modus melarikan wanita dengan taksi

kadang terjadi.



Kedua, jika hendak bepergian sebaiknya wanita tidak sendirian. Ajak

teman Pengamanan naik turun lift, sebaiknya jangan sendirian. Misalnya

naik hotel, jangan naik sendirian. Demi keamanan.



Ketiga, jika hendak ke masjidil haram atau masjid lainnya sebaiknya

tidak perlu membawa banyak barang berharga. Bawa uang secukupnya,

tidak perlu berlebihan. Keempat, barang-barang yang ditinggal di

pemondokan sebaiknya dikunci. Sebelum meninggalkan kran air dimatikan,

colokan listrik juga dicabut.



Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengingatkan bagi yang baru

melaksanakan haji agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk ibadah.

Bagi yang sudah pernah, ada baiknya membagi ilmunya kepada yang baru.

"Jangan takabur, terus jangan jalan sendirian," tutupnya.

(ful)





    
     

    
    






  









Kirim email ke