Ulama se-Madura punya versi lain tentang catatan dakwah Syi'ah yang
dianggap meresahkan warga yang dibawa Tajul Muluk Ma'mun. Selanjutnya,
temuan ulama ini dirinci menjadi 22 jenis.
Di bawah ini poin-poin temuan ulama Madura yang telah dikirim ke redaksi
hidayatullah
<http://hidayatullah.com/read/20495/03/01/2012/undefined>.com, Selasa
(03/02/2012).
Temuan ini berdasrkan kajian dan temuan lebih dari 50 ulama yang telah
disampaikan dalam sebuah pernyataan sikap enam tahun lalu, tepatnya,
hari Senin 21 Muharram 1427 H atau bertepatan dengan tanggal 20 Februari
2006.
Di antara Dakwah kesesatan yang dituduhkan kepada Tajul Muluk Ma'mun dan
pengikutnya adalah sebagai berikut:
1. Mereka (ajaran Syi'ah Tajul Muluk Ma'mun, red) menganggap bahwa
Allah masih butuh kepada tho'at dan ibadah dari hambaNya dengan
berdalil Q.S.Al-Dzariyat:56 (??????? ???? ?????? ??? ???????).
2. Mereka menganggap bahwa Allah hanya dapat menyembuhkan orang sakit,
tidak begitu dengan sebaliknya. Dengan berdalil Q.S. As-Syu'aro': 80
(???? ???? ??? ?????).
3. Mereka menganggap bahwa para imam mereka mengetahui ilmu ghaib dari
selain Allah.
4. Mereka menganggap bahwa Kitab Suci Al-Qur'an yang ada pada tangan
Muslimin se-alam semesta tidak murni diturunkan Allah, akan tetapi
sudah terdapat penambahan, pengurangan dan perubahan dalam susunan
Ayat-ayatnya.
5. Mereka menganggap bahwa semua ummat Islam -- selain kaum Syi'ah --
mulai dari para Shahabat Nabi hingga hari qiamat -- termasuk
didalamnya tiga Khalifah Nabi (Abu Bakar, Umar, Utsman) dan imam
empat Madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi'ie, Ahmad) termasuk pula
Bujuk Batu Ampar -- adalah orang-orang pendusta, bodoh lagi murtad
karena membenarkan tiga Khalifah tersebut didalam merebut
kekhalifaan Ali bin Abi Thalib.
6. Mereka menganggap bahwa Imam Ghazali bukan Ulama' akan tetapi adalah
dukun.
7. Dari Bab Wudlu', mereka menganggap: Cukup mengusap kaki dalam wudlu'
yang berhukum wajib dibasuh. Karena mereka menganggap bahwa kelakuan
dalam wudlu' ada dua macam: ?????? (dua usapan) dan ?????? (dua
basuhan) dengan berdalil ayat (??????? ?????? ???????).
8. Dari Bab Shalat, mereka menambah dan mengurangi rukun-rukun Shalat
seperti mengangkat tangan disetiap naik dan turunnya anggota badan,
dan mengurangi bacaan Fatihah dalam Shalat Ruba'iyah dengan
menganggap cukup membaca fatihah dalam dua raka'at saja.
9. Di dalam Shalat ketika sujud mereka bersujud diatas kertas yang
bertuliskan: Ali, Fathimah, Hasan, Husien.
10. Menganggap bolehnya jama' Shalat dzuhur dan ashar, maghrib dan isya'
tanpa ada sebab safar atau hujan dengan berdalil Ayat ??? ??????
"????? ??????" waktu untuk dzuhur dan ashar ??? ??? ????? waktu
untuk maghrib dan isya' ????? ????? waktu untuk shubuh.
11. Menganggap Sholat Jum'at berhukum sunnah bagi ma'mum, dan fardlu
bagi imam.
12. Menganggap bahwa shalat tarawih itu tidak ada di zaman Nabi SAW,
melainkan diadakan oleh Umar Ibn Khattab untuk mengumpulkan Muslimin.
13. Mengharamkan jeroan ayam dan kelinci.
14. Mengharamkan puasa Asyura' dengan dalih bahwa Ahlussunnah menuduh
Rasul belajar tatakrama kepada orang Yahudi.
15. Membenci ajaran Ahlussunnah dan hanya menganggap benar ajaran Syi'ah.
16. Menganggap Ahlu Sunnah wal-Jama'ah khususnya para Shahabat lancang
terhadap Nabi SAW. Karena mereka meriwayatkan Hadits-hadits yang
menyangkut rahasia Nabi SAW. Seperti Hadits yang menjelaskan bahwa
Nabi SAW berkencing sambil berdiri dengan dikelilingi para Shahabat.
17. Menganggap curang terhadap Ahlu Sunnah. Karena mereka (Ahlu Sunnah)
membuang banyak riwayat dari Ali bin Abi Thalib ra. dan memasang
banyak riwayat Abi Hurairah ra. dengan menganggap Ali ra. sebagai
shahibul bait dan Abu Hurairah sebagai tamu, maka pasti shahibul
bait lebih mengetahui daripada tamu.
18. Menganggap bahwa kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim tidak shahih.
19. Menganggap Abu Thalib termasuk dari Ahli Surga, dan ingkar terhadap
Hadits yang menjelaskan adanya Abu Thalib didalam siksaan ringan
dalam neraka.
20. Mengungkit-ungkit tentang pembunuhan terhadap Husien ra. dan sangat
mencaci maki pelakunya dengan diatas namakan orang Sunni.
21. Mereka menganggap "Sesudah masuk aliran tersebut lebih merasakan
khusyu' dalam Shalat daripada Shalat-shalat sebelumnya".
22. Mereka menjamin masuk Syurga dan dijauhkan dari api nereka bagi
pengikutnya.*
Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar
Selasa, 03 Januari 2012
*/Hidayatullah.com---/*
http://nahimunkar.com/10517/
On 01/27/2012 11:05 AM, Ahsa wrote:
Sebut Syiah Sesat, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan Komentar
Menteri Agama
Jumat, 27 Januari 2012 08:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJAB)
Indonesia menyesalkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang
menyebut penganut Syiah itu sesat, pada Rabu (25/1).
Ketua Dewan Syura IJAB Indonesia, KH Jalaluddin Rakhmat, mengatakan,
pernyataan tersebut dikeluarkan ketika Negara Kesatuan Republik
Indonesia?(NKRI) terancam karena ulah sekelompok orang yang
mengatasnamakan perbedaan paham dalam agama untuk menyalakan
permusuhan di antara kelompok umat beragama.
Pejabat yang seharusnya melindungi semua kelompok agama, imbuh Kiai
Jalaluddin, telah menaburkan bensin di atas bara yang mulai menyala.
Menurutnya, Menteri Agama merujuk kepada Surat Edaran Menteri Agama
Nomor D/BA.014865/1983 pada zaman Orde Baru, padahal surat Edaran itu
telah batal demi hukum, karena bertentangan dengan Konstitusi RI , UUD
1945, Bab XI, Pasal 29.
Untuk itu, papar dia, aturan tersebut dapat digugat secara hukum
melalui mekanisme peraturan yang berlaku. Acuan Menteri Agama terhadap
rekomendasi Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7
Maret 1984, juga tidak menyatakan Syiah sesat atau bukan Islam.
"Rujukan ini hanya menganjurkan umat Islam Indonesia untuk waspada,"
kata Djalaluddin dalam siaran pers kepada Republika.?
Pada 1 Januari 2012, lanjutnya, Ketua MUI, KH Umar Shihab, menyatakan
MUI berprinsip bahwa Syiah tidak sesat. Kiai Umar mengimbau umat Islam
agar tidak terpecah belah dan menjaga ukhuwah Islamiah serta tidak
melakukan tindak kekerasan terhadap golongan berbeda. Karena itu,
pihaknya menyesalkan Menteri Agama yang mengacu kepada rekomendasi
rakernas yang sudah kedaluwarsa dan mengabaikan pernyataan MUI yang
mutakhir.
Pada saat yang sama, kata Kiai Djalaluddin, Menteri Agama juga
mengabaikan pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj, pada 4
Januari 2012, yang menegaskan Syiah masih bagian dari ajaran Islam,
bagian dari Al Firaq Al Islamiyyah. Sehingga, tutur dia, NU saja
tidak gampang memberikan stigma sesat pada suatu aliran yang juga
mengacu pada dasar pendirian NU oleh KH Hasyim Asyari, yaitu
ukhuwahIslamiyah, Wathaniyyah dan Insaniyyah.
"(Penilaian) Ini juga sesuai dengan sikap NU yang setia mengawal UUD
1945, tepatnya pasal dua puluh sembilan," terangnya.
Menurut Djalaluddin, pada 3-4 April 2007, Presiden, Pemerintah dan
Rakyat Republik Indonesia, PBNU, dan PP Muhammadiyah menyelenggarakan
Konferensi Internasional Pemimpin Islam untuk Rekonsiliasi Irak dan
melahirkan Deklarasi Bogor. Walaupun konferensi itu dimaksudkan secara
khusus sebagai kontribusi rakyat Indonesia bagi rekonsiliasi
Sunnah-Syiah di Irak, paparnya, deklarasi Bogor juga menyampaikan
secara umum pesan-pesan perdamaian bagi Sunni-Syiah di seluruh dunia.
Salah satunya upaya untuk meningkatkan saling menghormati keyakinan
dan kepercayaan satu sama lain, menjadi arti penting penyelesaian
konflik secara damai, dialog intra dan antariman, peran pemimpin agama
dalam membangun perdamaian.
Karena itu, pihaknya meminta dengan hormat kepada Menteri Agama untuk
memfasilitasi dialog di antara Sunni dan Syiah untuk membangun suasana
saling memahami, bukan saling menghakimi, saling menghormati bukan
saling memaki. Dengan demikian, Menag akan meninggalkan kenangan indah
(lisaana shidqin) bagi kaum Muslim khususnya dan umat beragama pada
umumnya. n c13
*Redaktur:* Heri Ruslan
*Reporter:* Erik Purnama Putra
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/27/lyfnwj-sebut-syiah-sesat-ikatan-jamaah-ahlul-bait-sesalkan-komentar-menteri-agama
=> http://albanduni.wordpress.com