Penulis : Torie Natalova
Rabu,  25 Januari 2012 21:48 WIB 
 Komentar: 81  
2  3
Menteri Agama Suryadharma Ali--ANTARA/Prasetyo Utomo/rjJAKARTA--MICOM: Menteri 
Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa aliran Syiah bertentangan dengan ajaran 
Islam. Pernyataan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama dan MUI yang 
menyatakan bahwa Syiah bukanlah Islam. 

Suryadharma menjadikan beberapa keputusan dalam mengambil keputusan tersebut. 
Salah satunya adalah hasil Rakernas MUI pada 7 Maret 1984 di Jakarta yang 
merekomendasikan umat Islam Indonesia agar waspada terhadap menyusupnya paham 
syiah dengan perbedaan pokok dari ajaran Ahli Sunna Waljamaah.

Kementerian Agama RI juga pernah mengeluarkan surat edaran no D/BA.01/4865/1983 
pada 5 Desember 1983 tentang golongan syiah dan menyatakan bahwa syiah tidak 
sesuai dan bahkan  bertentang dengan ajaran islam.

"Atas dasar itu, Majelis Mujahidin Indonesia menyatakan bahwa syiah bukan dari 
golongan islam. Siapa saja yang menganggap syiah tidak sesat berarti dia 
sesat," kata Menag dalam siaran persnya, Rabu (25/1). 

Suryadharma mengatakan setelah membuka dokumen-dokumen tersebut dirinya 
menemukan bahwa Syiah bukan Islam dan itulah yang menjadikan landasan 
pemerintah terkait kehadiran Syiah di Indonesia. 

Sementara itu, langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan masalah Syiah 
tersebut menurut Menag adalah dengan cara duduk bersama dan membicarakan secara 
musyawarah.

"Ya harus duduk bersama-sama. karena masing-masing punya alasan. Mungkin saya 
harus menimbang-nimbang dahulu dari ulama, baru saya memutuskan. Sejauh ini, 
saya masih berpegang kepada keputusan menag yang lalu," tuturnya. (*/OL-12)


 

________________________________
  
 
     

     
      

Kirim email ke