Kang Jalak, rupina mah Menag teh bade nyanghareupan Pemilu, janten miliarian 
dukungan kanggo engke bade janten Presiden. 


=> http://albanduni.wordpress.com


________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Jumat, 27 Januari 2012 11:11
Judul: Re: [kisunda] Sebut Syiah Sesat: Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan 
Komentar Menteri Agama


  
Jadi bulak balik dekok ngabahas shiah sunnah jentrena sanes pakait urusan 
religi tapi urusan pulitik. Kitu sanes? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________

From: Ahsa <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Fri, 27 Jan 2012 12:05:22 +0800 (SGT)
To: null<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Cc: [email protected]<[email protected]>
Subject: [kisunda] Sebut Syiah Sesat: Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan 
Komentar Menteri Agama
  
Sebut Syiah Sesat, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan Komentar Menteri Agama
Jumat, 27 Januari 2012 08:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJAB) Indonesia 
menyesalkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang menyebut penganut 
Syiah itu sesat,  pada Rabu (25/1).
Ketua Dewan Syura IJAB Indonesia, KH Jalaluddin Rakhmat, mengatakan, pernyataan 
tersebut dikeluarkan ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia?(NKRI) terancam 
karena ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan perbedaan paham dalam agama 
untuk menyalakan permusuhan di antara kelompok umat beragama.

Pejabat yang seharusnya melindungi semua kelompok agama, imbuh Kiai Jalaluddin, 
telah menaburkan bensin di atas bara yang mulai menyala. Menurutnya, Menteri 
Agama merujuk kepada Surat Edaran Menteri Agama Nomor D/BA.014865/1983 pada 
zaman Orde Baru, padahal surat Edaran itu telah batal demi hukum, karena 
bertentangan dengan Konstitusi RI , UUD 1945, Bab XI, Pasal 29. 

Untuk itu, papar dia, aturan tersebut dapat digugat secara hukum melalui 
mekanisme peraturan yang berlaku. Acuan Menteri Agama terhadap rekomendasi 
Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Maret 1984, juga 
tidak menyatakan Syiah sesat atau bukan Islam. "Rujukan ini hanya menganjurkan 
umat Islam Indonesia untuk waspada," kata Djalaluddin dalam siaran pers kepada 
Republika.?

Pada 1 Januari 2012, lanjutnya, Ketua MUI, KH Umar Shihab, menyatakan MUI 
berprinsip bahwa Syiah tidak sesat. Kiai Umar mengimbau umat Islam agar tidak 
terpecah belah dan menjaga ukhuwah Islamiah serta tidak melakukan tindak 
kekerasan terhadap golongan berbeda. Karena itu, pihaknya menyesalkan Menteri 
Agama yang mengacu kepada rekomendasi rakernas yang sudah kedaluwarsa dan 
mengabaikan pernyataan MUI yang mutakhir.

Pada saat yang sama, kata Kiai Djalaluddin, Menteri Agama juga mengabaikan 
pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj, pada 4 Januari 2012, yang 
menegaskan Syiah masih bagian dari ajaran Islam, bagian dari Al Firaq Al 
Islamiyyah. Sehingga, tutur dia,  NU saja tidak gampang memberikan stigma sesat 
pada suatu aliran yang juga mengacu pada dasar pendirian NU oleh KH Hasyim 
Asyari, yaitu ukhuwahIslamiyah, Wathaniyyah dan Insaniyyah. 

"(Penilaian) Ini juga sesuai dengan sikap NU yang setia mengawal UUD 1945, 
tepatnya pasal dua puluh sembilan," terangnya.

Menurut Djalaluddin, pada 3-4 April 2007, Presiden, Pemerintah dan Rakyat 
Republik Indonesia, PBNU, dan PP Muhammadiyah menyelenggarakan Konferensi 
Internasional Pemimpin Islam untuk Rekonsiliasi Irak dan melahirkan Deklarasi 
Bogor. Walaupun konferensi itu dimaksudkan secara khusus sebagai kontribusi 
rakyat Indonesia bagi rekonsiliasi Sunnah-Syiah di Irak, paparnya, deklarasi 
Bogor juga menyampaikan secara umum pesan-pesan perdamaian bagi Sunni-Syiah di 
seluruh dunia.

Salah satunya upaya untuk meningkatkan saling menghormati keyakinan dan 
kepercayaan satu sama lain,  menjadi arti penting penyelesaian konflik secara 
damai, dialog intra dan antariman, peran pemimpin agama dalam membangun 
perdamaian.

Karena itu, pihaknya meminta dengan hormat kepada Menteri Agama untuk 
memfasilitasi dialog di antara Sunni dan Syiah untuk membangun suasana saling 
memahami, bukan saling menghakimi, saling menghormati bukan saling memaki. 
Dengan demikian, Menag akan meninggalkan kenangan indah (lisaana shidqin) bagi 
kaum Muslim khususnya dan umat beragama pada umumnya. n c13
Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Erik Purnama Putra


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/27/lyfnwj-sebut-syiah-sesat-ikatan-jamaah-ahlul-bait-sesalkan-komentar-menteri-agama

=> http://albanduni.wordpress.com

Kirim email ke