Kang R, Bali n' Jawa protest euy Alhamdulillah... Sunda masyarakatna loba nu protest bahasa daerah dihapus katingali di Social Media, Milis, FB n' BB komunitas Urang Sunda pada protest!
Tapi Gubernurna pan jualannya Mang Demiz Sinetron Religi tea jadi sepertinya mah ngak akan begitu peduli dia mah sama yang beginian mah hehehe. Sebenernya ini moment dia nih menunjukan "Kasundaan"-nya hehehe. Ternyata Bahasa Aborigin dipelajari di sekolah Australia nya? Wooooow. Nah dikita mah pan senengnya yang import-2 Kang, sebagai negara "Jati Diri" sudah hampir pudaaaaaar :P. Dari mulai bahan pangan, energi, bahasa, n' moral juga import wkkkk. Yg bodor tinggali di FB Mamang Duo Racun nyanyi lagu Sorry-2 Jack... Nyebutnya jadi "Sooowry sooowry Jyeeeck" bwahahaha ampuuuuun DJ asa kabina-2 kalo kata Bang Rhoma mah Teuuuuurlaluuuuu. Dari sono nya mah pengen dibilang "bule" meureuuun padahal Bucheri "Bule Celup Sendiri". Beda sama Urang India... Bahasa Inggris ge walopun lama dijajah inggris ya pake logat India-na weh ngak gagayaaan lilinggisan xixixi. Nyebut 1,2,3... "Satyuuu Dyuaa Tyiiigaa"... Gemeeees jadina pengen ngeremeeees wkkkk. Bangsa ini teh lemaaaaah syahwat Kang, punya Jati Diri Budaya yang sangaaat luhung pun + beraneka ragam pun lemoot jadinya tidak Percaya Diri euy. Ada yang bilang pelajaran bahasa daerah terbebani hehehe. Ya kalo terbebani mah ngak usah sekolah weh sakalian atuh. Pan sama aja belajar bahasa, belajar matematik, belajar bahasa inggris juga beban kalo mind set-nya menganggapnya sebagai beban. Kalo masalah teknik pengajaran kurang asooy ya rubah atuh tekniknya perbaiki bukan dihilangkan. Kalo ceuk Mamang mah justru SD mah pelajarannya yg penting mah pelajaran Bahasa, Pelajaran Budaya/ Moral n' Etika, Matematik yg dasar weh, dll. Jangan yg riweuuuh riweuuuh diajarin di SD. Penekananna SD mah pan basic/ elementary tea apanan. Biar anak-2 sedari kecil bisa jadi anak yang "NYUNDA", Cageur (sehat jasmani & rohani), Bageur (Baik Budi Pekerti n' Tutur Bahasanya), Bener (Jujur n' Selalu menjaga integritas), Singer (Cekatan, Mawas diri, tidak sombong mau menerima kritik), dan Pinter (Cerdas, Punya Pemikiran Terbuka, n' Visioner). nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com -----Original Message----- From: rsyaifoel <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 22 Dec 2012 13:34:02 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [Baraya_Sunda] Re: Kurikulum 2013 Coret Basa Daerah? --- In [email protected], Ki Hasan <khs579@...> wrote: > > > > TEMPO.CO, Denpasar - Rencana Kementerian Pendidikan Nasional untuk > menghapus bahasa daerah dari kurikulum pendidikan nasional menuai protes di > Bali. Urang Sunda aya nu protes teu? Lah, ari dibatur mah lain dongengna teh euy! Bahasa Aborigin dipelajari di sekolah Australia Terbaru 22 Desember 2012 - 15:20 WIB Hanya sedikit anak Aborigin yang belajar di sekolah umum. Di dalam sebuah sekolah menengah di Sydney barat, Noeleen Lumby seorang guru meminta muridnya untuk mengingat nama Aborigin untuk binatang yang telah digunakan selama ratusan tahun oleh orang Wiradjuri. Disaat dia memegang mainan yang mewakili sejumlah binatang asli Australia, termasuk kangguru, emu dan kakatua, kelas yang terdiri dari 25 siswa ini - kebanyakan berasal dari Vietnam dan Kamboja - menyebutnya dengan bahasa kuno. ''Saya menyukai ini karena bisa belajar keterampilan baru dan bisa belajar beberapa bahasa asli,'' kata Tien Nguyen seorang pelajar berusia 12 tahun. "Saya rasa penting bagi anak-anak untuk belajar bahasa dan budaya pada saat yang bersamaan,'' kata Lumby kepada AFP. "Dan karena kebanyakan siswa yang saya didik adalah non-Aborigin, kami memberikan pengetahuan keragamaan budaya sepanjang Australia.'' Hanya sedikit dari 1.110 pelajar di Sekolah Menengah St. John's Park yang merupakan orang Aborigin asli. Minim sumber daya Aborigin Australia dahulu memiliki 250 hingga 270 bahasa yang berbeda, tetapi sekarang diperkirakan kurang dari 70 yang masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. "Kami kehilangan bahasa itu karena banyak anak-anak yang tidak belajar bahsa orang tua mereka, atau mereka mempelajari dalam bentuk bahasa Aborigin Inggris,'' kata pengajar di Universitas Sydney John Hobson. "Australia saat ini mendekati rekor dunia untuk kepunahan bahasa asli,'' tambahnya. Hobson mengatakan di saat sejumlah kecil sekolah di kawasan terpencil Aborigin menggelar kelas dengan menggunakan bahasa asli, bahasa Inggris - yang dibawa Inggris lebih dari 200 tahun lalu - menjadi bahasa instruksi resmi di Australia. Meski pengajaran bahasa asli mengalami peningkatan, banyak komunitas Aborigin yang secara geografi terisolasi berjuang untuk tetap menghidupkan bahasa mereka. Masalah penting yang dihadapi adalah minimnya sumber daya, baik buku pelajaran termasuk guru penutur.
