Nuhuuuuuuns, terima kasih banyak kepada para senior Mamang yg telah datang ke 
Balong menyempatkan diri walaupun punya kesibukan masing-2 :). Alhamdulillah 
Riungan dihadiri Kang Ahmad Dimyati Ahli Pertanian Hortikultura Alumni Unpad, 
IPB dan Nebraska Amrik, Kang Odjat beserta istri Pituin Sumedang Alumni 
Kehutanan IPB, Kang Nana Dosen Kehutanan IPB, Kang Ahmad Mulis Yusuf dari MWA 
IPB, Teh Nisa Ahli GIS Alumni Kehutanan IPB, dan Mamang alumni ITB n' IPB 
tentunya se :).

Ajiiiiip pisan masukan-2 dari para senior dalam rangka memperjuangkan Jatigede 
ini sehingga menjadi perjuangan lebih terarah epektip n' episien. Beberapa hal 
yang menjadi concern diantaranya:

1. Perlu kiranya melakukan evaluasi secara komprehensif menilai/ memvaluasi 
segala aset baik yg tangible maupun intangible yg akan ditenggelamkan dalam 
proyek Jatigede ini. Pemkab Sumedang harusnya aware akan hal ini jangan sampai 
hanya jadi penonton saja. Pemkab Sumedang harusnya menginventarisir dan menilai 
aset-2 yg berharga yg akan ditenggelamkan. Hal yg menjadi concern adalah 
keberadaan Situs Bersejarah Arkeologi yang tentunya apabila dinilai, nilainya 
akan menjadi tak terhingga terutama bagi masyarakat yang ada disana, begitu 
juga kampung buhun yang harmonis dan agamis, juga 33000KK yang akan 
ditenggelamkan yg sudah memiliki tatanan kehidupan sosial yg cukup baik, jangan 
sampai kegiatan relokasi akan justru memiskinkan mereka.

2. Perlu dibuat target yg jelas dalam perjuangan ini diantaranya target paling 
tinggi adalah menyetop fungsi pemanfaatan bendungan tersebut, tidak diairi 
sehingga menjadikan Bendungan Jatigede sebagai monumen saja sebagai sarana 
edukasi sebuah pembelajaran tentang kurangnya perencanaan yang matang dan juga 
monumen kepedulian sosial dan lingkungan dari Pemerintah serta kepedulian 
pemerintah dalam menjaga Kabuyutan/ Situs-2 Bersejarah Arkeologi Indonesia.

3. Perlu dibuat maping/ pemetaan keberadaan lokasi Situs-2 Sejarah tersebut. 
Keberadaan situs-2 itu melekat dengan masyarakat sehingga apabila solusinya 
dipindahkan justru akan menghapus nilainya/ keberadaan situs tersebut apabila 
dipindahkan sudah tidak bernilai lagi.

4. Perlu digalang dukungan dari komunitas dan juga para inohong untuk 
penyelamatan Aset Intangible Budaya n' Sejarah tersebut dan rutin disuarakan 
melalui berbagai media, untuk menggugah kesadaran agar bisa memberikan 
balancing terhadap rencana Pengembangan/ Pembangunan Pemerintah yang seringkali 
tidak memperhatikan kearifan lokal yg ada di daerah. Seringkali pemerintah 
melihat secara pragmatis dengan kacamata Jakarta dan tidak memperhatikan 
kearifan lokal yang ada di daerah. 

5. Perlu dievaluasi keberadaan fungsi bendungan yg ada saat ini ternyata dari 
Masyarakat yg berada di Hulu multiplier effect-nya tidak begitu banyak terasa, 
dibeberapa daerah seperti di Cirata/ Saguling masyarakat disekitar waduk masih 
miskin dan byar pet. Perlu dievaluasi juga efektifitas keberadaan Bendungan 
tersebut jangan sampai pemanfaatannya tidak efektif apalagi di daerah hilir yg 
akan diairi saat ini lahan-2nya sudah terkonversi menjadi Industri. Untuk 
solusi masalah kekeringan sawah dihilir sebenernya sawah-2 tersebut bisa 
dikonversi menjadi tanaman hortikultura yang justru nilainya lebih tinggi. 

6. Pemerintah Propinsi Jawa Barat harusnya memiliki Divisi Khusus yang 
mengelola Daerah Aliran Sungai, menjaga dan memelihara DAS di Jawa Barat dengan 
melibatkan seluruh elemen dari mulai pemerintah kabupaten, masyarakat, dlsb.  

7. Perlu dilakukan lobbying sesuai akses masing-2 ke berbagai pihak untuk 
mengangkat issue ini dan menciptakan awareness. 

8. Ini merupakan langkah awal dan secara kongkrit harus memberikan solusi 
kepada pemerintah berupa usulan yg lebih baik tentunya,  perlu dilanjutkan 
pertemuan lebih detail, tentatif minggu depan di Jakarta.

Demikian hasil riungan yg Mamang tangkap untuk menjadi referensi/ acuan Mamang 
dalam melangkah kedepan. Tentunya tidak mudah dan betul banyak yg bilang sangat 
mustahil untuk menyetop Proyek Kapitalis yg sudah melibatkan Government to 
Government ini namun sesuai Hadist Rosululloh yang disampaikan Kang Ahmad 
Dimyati diawal pertemuan bahwa Rosululloh bersabda "Walaupun Esok Hari Dunia 
Ini Akan Kiamat dan kita masih sempat nanam Kurma maka tanamlah", tidak ada 
kata terlambat untuk menyelamatkan n' memperjuangkan Kabuyutan Sunda yang akan 
ditenggelamkan. 

Walaupun mungkin pemerintah dan berbagai pihak menganggap ini anjing 
menggonggong kapilah berlalu namun biarlah suara alam pasundan ini menggema ke 
seantero jagat raya sehingga mudah-2an bisa menyentuh hati orang-2 yg peduli 
termasuk para inohong Sunda, tulisan Kang MY sangat menyentuh hati Mamang di 
Status BB-nya "Selamatkan Kabuyutan Cipaku", Mudah2an inohong Sunda ka geuing 
pikeun nyalametkeun titinggal karuhun urang. Lamun caricing wae sok sieun 
lalaunan urang Sunda jadi poho kana akar budaya jeung jatidirina, da dikeueum 
ku Jatigede tea. Artinya: Semoga para Inohong/ Tokoh Sunda tersadarkan untuk 
menyelamatkan peninggalan leluhur kita. Kalau diam saja khawatir secara 
pelan-pelan Urang Sunda akan semakin lupa terhadap Akar Budaya dan Jatidirinya, 
karena ditenggelamkan oleh Jatigede.

Pun sapun kaluluhuran... 

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke