TOP kang. Usul, coba rinci deui we "jatah tugas" masing2. Maksudna, dina ngabelaan Jatigede the, lengkah nu bisa dilakukeun the diantarana: -diplomasi -publikasi -edukasi -dsb
Diplomasi, saha nu rek ngadukung lengkah eta. Trus naon2 wae nu bakal dilakukeun. Publikasi, idem. Edukasi, idem. Kitu tah ^_^ On Sep 1, 2013 6:45 PM, "mang kaby" <[email protected]> wrote: > ** > > > Nuhuuuuuuns, terima kasih banyak kepada para senior Mamang yg telah datang > ke Balong menyempatkan diri walaupun punya kesibukan masing-2 :). > Alhamdulillah Riungan dihadiri Kang Ahmad Dimyati Ahli Pertanian > Hortikultura Alumni Unpad, IPB dan Nebraska Amrik, Kang Odjat beserta istri > Pituin Sumedang Alumni Kehutanan IPB, Kang Nana Dosen Kehutanan IPB, Kang > Ahmad Mulis Yusuf dari MWA IPB, Teh Nisa Ahli GIS Alumni Kehutanan IPB, dan > Mamang alumni ITB n' IPB tentunya se :). > > Ajiiiiip pisan masukan-2 dari para senior dalam rangka memperjuangkan > Jatigede ini sehingga menjadi perjuangan lebih terarah epektip n' episien. > Beberapa hal yang menjadi concern diantaranya: > > 1. Perlu kiranya melakukan evaluasi secara komprehensif menilai/ > memvaluasi segala aset baik yg tangible maupun intangible yg akan > ditenggelamkan dalam proyek Jatigede ini. Pemkab Sumedang harusnya aware > akan hal ini jangan sampai hanya jadi penonton saja. Pemkab Sumedang > harusnya menginventarisir dan menilai aset-2 yg berharga yg akan > ditenggelamkan. Hal yg menjadi concern adalah keberadaan Situs Bersejarah > Arkeologi yang tentunya apabila dinilai, nilainya akan menjadi tak > terhingga terutama bagi masyarakat yang ada disana, begitu juga kampung > buhun yang harmonis dan agamis, juga 33000KK yang akan ditenggelamkan yg > sudah memiliki tatanan kehidupan sosial yg cukup baik, jangan sampai > kegiatan relokasi akan justru memiskinkan mereka. > > 2. Perlu dibuat target yg jelas dalam perjuangan ini diantaranya target > paling tinggi adalah menyetop fungsi pemanfaatan bendungan tersebut, tidak > diairi sehingga menjadikan Bendungan Jatigede sebagai monumen saja sebagai > sarana edukasi sebuah pembelajaran tentang kurangnya perencanaan yang > matang dan juga monumen kepedulian sosial dan lingkungan dari Pemerintah > serta kepedulian pemerintah dalam menjaga Kabuyutan/ Situs-2 Bersejarah > Arkeologi Indonesia. > > 3. Perlu dibuat maping/ pemetaan keberadaan lokasi Situs-2 Sejarah > tersebut. Keberadaan situs-2 itu melekat dengan masyarakat sehingga apabila > solusinya dipindahkan justru akan menghapus nilainya/ keberadaan situs > tersebut apabila dipindahkan sudah tidak bernilai lagi. > > 4. Perlu digalang dukungan dari komunitas dan juga para inohong untuk > penyelamatan Aset Intangible Budaya n' Sejarah tersebut dan rutin > disuarakan melalui berbagai media, untuk menggugah kesadaran agar bisa > memberikan balancing terhadap rencana Pengembangan/ Pembangunan Pemerintah > yang seringkali tidak memperhatikan kearifan lokal yg ada di daerah. > Seringkali pemerintah melihat secara pragmatis dengan kacamata Jakarta dan > tidak memperhatikan kearifan lokal yang ada di daerah. > > 5. Perlu dievaluasi keberadaan fungsi bendungan yg ada saat ini ternyata > dari Masyarakat yg berada di Hulu multiplier effect-nya tidak begitu banyak > terasa, dibeberapa daerah seperti di Cirata/ Saguling masyarakat disekitar > waduk masih miskin dan byar pet. Perlu dievaluasi juga efektifitas > keberadaan Bendungan tersebut jangan sampai pemanfaatannya tidak efektif > apalagi di daerah hilir yg akan diairi saat ini lahan-2nya sudah > terkonversi menjadi Industri. Untuk solusi masalah kekeringan sawah dihilir > sebenernya sawah-2 tersebut bisa dikonversi menjadi tanaman hortikultura > yang justru nilainya lebih tinggi. > > 6. Pemerintah Propinsi Jawa Barat harusnya memiliki Divisi Khusus yang > mengelola Daerah Aliran Sungai, menjaga dan memelihara DAS di Jawa Barat > dengan melibatkan seluruh elemen dari mulai pemerintah kabupaten, > masyarakat, dlsb. > > 7. Perlu dilakukan lobbying sesuai akses masing-2 ke berbagai pihak untuk > mengangkat issue ini dan menciptakan awareness. > > 8. Ini merupakan langkah awal dan secara kongkrit harus memberikan solusi > kepada pemerintah berupa usulan yg lebih baik tentunya, perlu dilanjutkan > pertemuan lebih detail, tentatif minggu depan di Jakarta. > > Demikian hasil riungan yg Mamang tangkap untuk menjadi referensi/ acuan > Mamang dalam melangkah kedepan. Tentunya tidak mudah dan betul banyak yg > bilang sangat mustahil untuk menyetop Proyek Kapitalis yg sudah melibatkan > Government to Government ini namun sesuai Hadist Rosululloh yang > disampaikan Kang Ahmad Dimyati diawal pertemuan bahwa Rosululloh bersabda > "Walaupun Esok Hari Dunia Ini Akan Kiamat dan kita masih sempat nanam Kurma > maka tanamlah", tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan n' > memperjuangkan Kabuyutan Sunda yang akan ditenggelamkan. > > Walaupun mungkin pemerintah dan berbagai pihak menganggap ini anjing > menggonggong kapilah berlalu namun biarlah suara alam pasundan ini menggema > ke seantero jagat raya sehingga mudah-2an bisa menyentuh hati orang-2 yg > peduli termasuk para inohong Sunda, tulisan Kang MY sangat menyentuh hati > Mamang di Status BB-nya "Selamatkan Kabuyutan Cipaku", Mudah2an inohong > Sunda ka geuing pikeun nyalametkeun titinggal karuhun urang. Lamun caricing > wae sok sieun lalaunan urang Sunda jadi poho kana akar budaya jeung > jatidirina, da dikeueum ku Jatigede tea. Artinya: Semoga para Inohong/ > Tokoh Sunda tersadarkan untuk menyelamatkan peninggalan leluhur kita. Kalau > diam saja khawatir secara pelan-pelan Urang Sunda akan semakin lupa > terhadap Akar Budaya dan Jatidirinya, karena ditenggelamkan oleh Jatigede. > > Pun sapun kaluluhuran... > > nuhuuuuns, > mang kabayan > www.udarider.com > >
