Mas Zuhairi, Terima kasih reply nya. Saya sama dengan sampean, bergelut di NU bukan dari dalam, bukan dari luar. Bedanya, saya mulai dari IPNU Maarif sampai NU hanya dilingkungan Cabang, pelosok. Sampean via LSM langsung di tingkat PB. Tetapi kita punya persamaan persepsi, NU itu banyak boroknya di dalam. Hanya bedanya, saya menganggap hal itu memang ada sejak dulu, sedang sampean membatasi diri pada kurun HM saja.
Saya sepakat dengan sampean, borok-2 kejelekan NU itu perlu dikikis terutama oleh kaum muda. Tapi caranya, saya sepakat dengan Gus Nadir, kaum muda yang masih bersiah dan idealis masuk ke struktur NU memperbaiki dari dalam. Adapaun cara kontrol dengan membuat tandingan, itu merusak, bukan memperbaiki Hanya itu maksud saya. Saya dapat telepon khusus dari kawan ITS, menyatakan malu menjadi orang NU akibat ulah yang tidak dewasa sekitar Muktamar. Belum lagi email japri di UK ini, semua "malu" dengan ulah yang tidak dewasa itu. Ini fakta Mas. Apapun visa ideal yang dibawa jika cara yang ditampilkan seperti itu, publik tidak akan menghargainya. Ini sangat sangat disayangkan. Dalam kaitan itu, saya tidak ingin ikut memperluas terbukanya kebobrokan kedua belah pihak. Sejujurnya, saya hanya menganggap pertikaian di NU ini hanyalah merupakan pertikaian politik pribadi kedua belah pihak. Tidak ada kaitannya dengan visi kedepan NU. Juga tidak ada kaitannya dengan pertentangan kultural struktural. Sejujurnya, saya mengaggap keduanya punya visi kedepan dan ingin membawa NU lebih baik. Tentu kita menyadarai bahwa yang satu lebih hebat dari yang lain. Namun sejujrunya pula saya harus mengatakan bahwa keduanya telah terbelit oleh kepentingan politik sehingga muncul pertikaian. Saya kemarin tidak ikut hadir di muktamar. Tetapi karena kawan-kawan selalu mengirim sms hampir setiap saat, maka saya mendapat informasi banyak dari mereka. Yang lain. Saya sangat bersyukur mendengar kabar bahwa sampean akan studi ke UK. Semoga hal itu benar-benar terlaksana. Ada dua hal yang menjadi concern saya. Pertama, tentu makin banyak tokoh muda NU melanjutkan pendidikannya, akan makin besar harapan manfaatnya bagi NU dan warganya. Kedua, supaya sampean tahu suasana student di UK, yang rata-rata awam agama, dan haus agama, tapi tidak mendapatkan jawaban dari manapun. Sebagian, akibat bekal yang dibawa dari tanah air, lebih mudah menerima paham tekstualis, seperti visi wahaby, namun banyak juga yang kurang cocok dengan itu berusaha mencari jawaban dari visi yang lebih lunak dan moderat, namun tidak mendapatkan jawaban yang memadai dari pihak ini. Sementara itu, visi keagamaan seperti yang ditawarkan JIL, makin menimbulkan banyak pertanyaan dibanding memebrikan jawaban terhadap kebutuhan mereka. Semoga dengan melihat dari dekat situasi diatas, sampean bisa mengembangkan visi keagamaan NU yang bisa menjawab kebutuhan kalangan kampus non agama seperti yang di UK ini. Kapan sampean ke UK dan ke kota mana? Sekian dulu, Salam, >===== Original Message From [EMAIL PROTECTED] ===== >Mas Faqih, > >maaf, saya dalam milis ini tidak bermaksud mengompori. >Sebagai sebuah "teks", saya memberikan kebebasan bagi >Anda untuk menafsirkan apa saja, termasuk untuk >memaki, sekalipun. > >tapi, dari lubuk hati yang paling dalam, selama saya >aktif sebagai SC muktamar, saya merasakan keprihatinan >tersebut. Saya bukan lagi pengamat, saya adalah aktor >yang terlibat di dalamnya. Pikiran saya menyimpulkan, >bila NU dikendalikan oleh Hasyim Muzadi dan >orang-orang di sekelilingnya, saya tidak begitu yakin, >bahwa perubahan akan terjadi. > >mereka sama sekali tidak punya visi. NU hanya >dijadikan tempat bagi mereka untuk mendapat kekuasaan >dan uang. Saya merasakannya dengan perasaan yang >sangat dekat. Saya mendapatkan informasi dari sumber >yang akurat, "Hasyim itu pinter mencari uang, makanya >saya loyal". Sumber tersebut adalah seorang profesor, >orang dekat HM. > >Mas Faqih, suatu saat saya diledek di PBNU. "Masih ada >ya orang-orang ikhlas seperti orang-orang P3M (baca: >orang-orangnya Masdar)", cetus salah seorang di PBNU. >Saya sedih mas, NU rupanya sekarang bukan tempatnya >orang-orang ikhlas. > >Mas Faqih hadir ke muktamar dalam waktu singkat, 5 >hari. Tapi saya selama setahun terakhir, mengelola >konsep-konsep muktamar, merasakan luka dan duka yang >amat mendalam: ke manakah kereta NU ini akan berangkat >dan berhenti? > >Gagasan kultural dikebiri, wacana liberal dikubur, dan >pemberdayaan masyarakat diabaikan. Saya hanya >bergumam, "Adakah yang tersisa dari NU kita?". > >Sebagai seorang demokrat, saya menerima kemenangan HM >dengan berbesar hati. Saya bilang ke pak Masdar dan >teman-teman, "kita mesti legowo menerima kekalahan >ini. Dan kita harus kembali ke jalur kultural". > >Mas Faqih sekarang kembali ke Inggris, dan mungkin >kembali ke Indonesia pada muktamar mendatang. Mas >Faqih mencermati dan membaca NU dari luar, tapi saya >mas, setelah muktamar ini, saya dihadapkan pada >kenyataan pahit tentang masa depan NU. Kurang lebih 4 >tahun terakhir saya memberdayakan pesantren, melalui >pendidikan kewargaan dan wacana humanisme. Tapi dalam >muktamar kemarin, HM dengan sengaja meruntuhkan kerja >kami dengan alasan NU anti-liberalisme, dan sekali >lagi untuk tujuan politis semata. > >Selamat kembali ke UK mas. Saya ada rencana tahun ini >mau lanjutkan sekolah ke UK. Saya mau sekolah mas. >Saya lelah betul dengan perjuangan ini. Saya berbuat >baik, bekerja keras untuk NU, tapi sebagian orang >menilai saya telah "mengompori" dan lain-lain. > >Semoga kita dapat memberikan yang terbaik bagi NU, >sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Cerita >teman-teman muda NU Mesir yang merasakan nasib yang >sama, semoga tidak surut untuk memberikan yang terbaik >untuk NU. > > >--- "Muhammad.Faqih" <[EMAIL PROTECTED]> >wrote: > >> Mas Zuhairi, >> >> Semangat sampean untuk mengompori memecah NU itu >> perlu sampean pikir ulang. >> Saya pribadi, demikian juga utusan NU UK di >> Muktamar, ikut mengkritisi LPJ >> PBNU. Dalam pemilihan, NU UK memilih mbah Sahal dan >> Gus Mus. >> Tetapi kawan-kawan NU UK yang ada di muktamar tidak >> bisa menyangkal bahwa >> muktamar itu dilakukan secara demokratis. Mereka >> menerima hasil itu, sebab >> lebih dari 3/4 cabang dan wilayah menyepakatinya. >> Mereka juga tidak bisa >> membuktikan politik uang. Bahkan mereka bilang, >> tidak satu pihak pun >> menghubungi utusan NU UK untuk meminta dukungan, apa >> lagi menawari uang. >> Memang ini casual, tapi itulah pengalaman utusan NU >> UK di Muktamar. >> >> Perpecahan NU, tidak kali ini saja terjadi. Pada >> Muktamar 25 Semarang, Agus >> Miftah mendirikan NU tandingan, Kiyai Syaichu >> mendirikan Ittihadul >> Muballighin, tapi semua kandas. Namun kali ini, yang >> sampean ikut mendorong >> itu adalah para "pemilik" NU. Dampak perpecahannya >> pasti dahsyat. Saya bukan >> ahli politik dan juga bukan intelektual seperti >> sampean, sebagai orang awam >> saya hanya membayangkan sejarah SI akan berulang >> kembali. Pendorong perpecahan >> saat itu juga kaum muda, alasannya pun barangkali >> rasional. Tuduhan korup pun >> diberikan kepada kaum tua yang menguasai SI. Saat >> itu, SI besar dan >> berpengaruh, namun ketika pecah menjadi SI putih dan >> SI Merah, maka runtuhlah >> keduanya. Dan tidak pernah bangkit kembali, sampai >> hari ini. >> >> Pola pikir elit seperti yang sampean gagaskan itu >> sebaiknya diimbangi dengan >> melihat kondisi orang NU awam. Bayangkanlah mereka >> di bawah sana. Tiba-tiba >> saja 40 juta orang harus membelah menjadi dua >> golongan, akan ada 300 cabang NU >> lama dan 300 cabang NU baru, lalu 30 wilayah NU lama >> dan 30 wilayah NU baru, >> belum lagi rantingnya. Itulah ujung gagasan sampean. >> Apakah sampean kira >> dengan begitu lalu tiba-tiba saja warga NU yang 20 >> juta yang berpihak pada NU >> baru itu menjadi baik sejahtera dan educated? >> >> Yanag jelas pola pikir yang sedang sampean gagaskan >> itu adalah anarkis. Tidak >> mau menerima kenyataan demokrasi, yang selalu >> sampean gagaskan. >> >> Kalau Pak Hasyim sampean tuduh korup, ajukan saja ke >> pengadilan. Itulah cara >> pikir wajar. Sampean tidak perlu saya beritahu, >> sampean pasti tahu bahwa >> banyak permainan kotor dalam NU, tidak sekarang >> saja. Kalau sampean ingin >> memperbaiki NU, caranya harus melalui jalur NU. >> Memecah NU, itu merusak, bukan >> memperbaiki. >> >> Sampean menghendaki agar Tanfidiyah berkurang >> perannya dan Syuriyah diperkuat, >> Mengapa tidak sampean usulkan perubahan AD ART, agar >> Tanfidiyah di tunjuk oleh >> Syuriyah? Kemudian tanfidiyah diperankan sebagai >> "petugas" administrasi saja >> seperti zamannya Hasan Gipo? Kontrak politik yang >> dibuat oleh Kiyai Sahal, itu >> sudah lumayan baik. Kalau sampean ingin membuat PBNU >> lebih baik, datangi Kiyai >> Sahal, berikan saran yang masuk akal. Kalau perlu >> people power untuk >> mengajukan orang-orang NU yang korup ke pengadilan. >> Itu lebih baik. Bukan >> "memecah NU" >> >> Saya pendukung Kiyai Sahal, bukan pendukung Kiyai >> Hasyim, tapi sebagai anggota >> NU saya menentang cara-cara anarkis seperrti yang >> sampean sedang kompori itu. >> >> Semoga do'anya orang-2 bodoh dan orang-2 lemah di >> kampung-kampung dan di >> desa-desa yang menginginkan persatuan NU itu masih >> lebih diengar oleh Allah. >> Amin. >> >> Salam, >> >> >===== Original Message From zuhairi misrawi >> <[EMAIL PROTECTED]> ===== >> >Mbah rizqon dan kawan-kawan semua >> > >> >Sudah hampir dipastikan, bahwa Gus Dur akan >> mendirikan >> >organisasi NU 1926, sebagaimana diberitakan Jawa >> Pos >> >hari ini. Organisasi ini akan berkantor di Kramat >> >Raya, dan pengurusnya adalah kiai-kiai sepuh, yang >> >dalam muktamar kemarin memberikan mandat kepada Gus >> >Dur untuk membuat kepenguruan NU yang benar dan >> sesuai >> >dengan khitah 1926. >> > >> >Hemat saya, langkah Gus Dur tersebut amat rasional >> dan >> >mendesak, minimal untuk melakukan peran kontrol >> dalam >> >tubuh NU. Selama muktamar kemarin, hampir tidak ada >> >langkah kritis atas kepemimpinan Hasyim Muzadi. >> Para >> >pengurus dari tingkat wilayah hingga cabang, >> termasuk >> >beberapa cabang luar negri hampir tidak punya >> catatan >> >kritis. Mereka, bahkan menganggap Hasyim berhasil >> >karena mendapatkan bantuan uang untuk mendirikan >> >kantor atau kegiatan. Satu-satunya PCINU, yang >> sangat >> >tegas membela hasyim adalah PCINU Mesir, yang >> mungkin, >> >karena dapat bantuan 1000 atau 2000 dollar, saat >> >hasyim datang ke kairo. >> > >> >Hampir sebagian besar wilayah mencalonkan kembali >> >hasyim, karena memberikan bantuan. >> > >> >Jadi, saya amati, mereka mendukung Hasyim bukan >> karena >> >visi dan misi pemberdayaan, melainkan karena Hasyim >> >memberi bantuan uang. Padahal, uang yang diterima >> >hasyim dengan mengatasnamakan NU, jauh lebih besar >> >bila dibandingkan dengan yang diberikan ke wilayah >> dan >> >cabang. Kekayaaan Hasyim membuktikan hal tersebut. >> >Kekayaan Hasyim lebih besar dari pada kekayaan NU. >> >Kita tahu, bahwa Hasyim tidak punya bisnis apa-apa, >> >kecuali "bisnis NU". >> > >> >Oleh karena itu, kita perlu kekuatan non-struktural >> >(baca: kultural) untuk mengkritisi kepemimpinan >> hasyim >> >di tahun-tahun mendatang. Kontrak Jam'iyyah yang >> >dikreasi mbah Sahal bisa menjadi salah satu acuan >> >untuk mengkritisi hasyim bila menjerumuskan NU ke >> >lumpur politik. >> > >> >Ide Gus Dur, saya sangat mengapreasiasi dan perlu >> >ditanggapi serius, terutama oleh kalangan muda. >> > >> >Tapi yang jauh lebih penting dari itu semua adalah >> >memperkuat peran Syuriah sebagai otoritas tertinggi >> >dalam tubuh NU. Selama kepemimpinan Hasyim kemarin, >> >Syuriah belum berperan secara maksimal. Bahkan >> >terkesan, Tanfidziyah lebih dominan dalam >> >mengendalikan NU. >> > >> >Termasuk Syuriah harus hati-hati memilih pengurus >> NU. >> >Kalau orang-orang di sekeliling Hasyim, atau 10 >> nama >> >yang diminta Gus Dur agar tidak berada dalam >> >kepengurusan NU di periode mendatang, masih menjadi >> >pengurus lagi, saya khawatir NU akan melaksanakan >> >perannya sebagai lembaga masyarakat sipil. >> > >> >Maju terus Gus Dur... >> > >> >Zuhairi Misrawi >> > >> > >> > >> >--- Rizqon Khamami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> > >> >> >> >> Kawan-kawan milis KMNU2000, >> >> >> >> Di milis PKB, sekarang lagi hangat bagaimana anak >> >> muda NU harus >> >> bertindak. Melihat jalan NU struktural selama ini >> >> lebih ngurusin >> >> kekuasaan, dan minimnya akomodasi peran anak muda >> >> disitu, apa yang >> >> harus anak-anak mudanya perbuat? >> >> >> >> Tadinya saya berharap, Pengurus Cabang Istimewa >> NU >> >> di Luar Negeri, >> >> terutama Mesir dan Malaysia, bisa memunculkan >> >> gagasan revolusioner >> >=== message truncated === > > > > >__________________________________ >Do you Yahoo!? >Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. >http://promotions.yahoo.com/new_mail > > > >______________________________________________________________________ >http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. >~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ >Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: >[EMAIL PROTECTED] > >Yahoo! Groups Links > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
