Mas Nano,
Kegelisahan mas Nano adalah kegelisahan kita semua. Cuman cara menyikapinya cenderung simplifikatif, sarat penyederhanaan. Melihat Islam Moderat seperti melihat bulan atau matahari. Hemat saya, disebabkan adanya penyampuradukan pembacaan atas struktur dan kultur. Islam Moderat yang disampaikan Hasyim Muzadi, tentu saja berbeda dengan Islam Moderat yang disampaikan mas Ulil. Islam Moderat yang disampaikan Din Syamsuddin, itu berbeda dengan Islam Moderat yang disampaikan Zuly Qadir (baca: JIMM). Tentu saja, apa yang diberitakan media massa, atau apa yang diperdebatkan di milist ini, saya cermati jauh dari kenyataan. Mungkin juga bias. Karena faktanya, teman-teman JIL atau JIMM adalah mereka yang selama ini melakukan komunikasi diskursif dengan kalangan akademis di lingkungan masing-masing, baik NU maupun Muhammadiyah. Kita sadar betul, bahwa pemikiran adalah ranah akademis, dan tidak ada kaitannya dengan masyarakat akar rumput. Pilihan JIL dan JIMM adalah pilihan jangka panjang. Inilah kelemahan pemikiran sekaligus kelebihannnya. Tapi, selain itu masih banyak gerakan Islam Moderat yang bergerak di wilayah pemberdayaan masyarakat, yang memberikan penyadaran di tingkat akar rumput. LAKPESDAM, P3M, LKiS, Syarikat, FAHMINA, LAPAR, dll...Gerakan anak muda yang bergerak di wilayah mencapai ratusan mas.... Atas dasar itu, Islam Moderat ada dua macam. Yang pertama adalah sayap pemikiran, kedua yaitu sayap pemberdayaan. Islam Moderat sebagai pemikiran dan gerakan tidak akan pernah surut, karena landasan dan dorongannya sama sekali bukan struktur, tapi pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Pertanyaan saya, bagaimana teman-teman milist, yang sebagian besar adalah orang-orang perantauan mengambil peran, apakah masuk dalam komunitas Islam Moderat yang bergerak dalam pemikiran, atau Islam Moderat yang bergerak dalam gerakan? Ini pilihan-pilihan strategis bagi kita. Jangan cuman mengolok-olok dari luar..he.... Inilah sesungguhnya keunikan NU dan Muhammadiyah, ketimbang PKS dan lain-lain. Saya sebagai salah satu bagian dari gerakan kultural itu menikmati betul dinamika yang terjadi di dalamnya. P3M sekarang sudah punya jaringan sebanyak 5000 kader muda di hampir seluruh kampus Islam di Jawa dan Luar Jawa. Mereka itu kader-kader menjanjikan untuk masa depan bangsa ini. Cuman ya itu tadi...mereka ini tidak pernah ditulis di media massa. Jaringan Lakpesdam dan LKiS itu jumlahnya jauh lebih besar, bisa mencapai ratusan ribu. Ini fakta mas Nano, yang tidak pernah kita sampaikan ke publik. Alasan utamanya, karena kita bukan partai politik, seperti PKS yang sering kali unjuk kekuatan. Kita juga bukan Aa Gym, atau Arifin Ilham yang gila sorotan media. Biarlah gerakan kita menjadi gerakan kultural yang jauh dari sorotan media, tapi dampaknya mengakar ke bawah. Mudah-mudahan hal ini dapat menjelaskan tentang peta Islam Moderat di tanah air. Saya sangat berbahagia bila teman-teman juga tertarik dengan gerakan ini, dan tidak hanya menjadi "pengamat"..he... Zuhairi Misrawi --- estananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya kira analisa antum benar sekali. > Lebih gawat lagi, ternyata NU maupun Muhammadiyah > mengalami krisis > kepemimpinan. Pak Hasyim dituding kurang bersih, Gus > Dur dituding > diktator, sementara Rais Aam sebagai penjaga gawang > NU malah > dikeluhkan Gus Dur tidak mengambil tindakan apa2. > Untung Rais Aam > nggak mengeluh lagi ke mana2, hehehe. Sudah krisis > kepercayaan, > krisis institusional pula. Di kubu Muhammadiyyah, > opini Syafii > Maarif untuk tidak menerjunkan Muhammadiyyah dalam > politik malah > diabaikan anak mudanya sama sekali dan malah > didukung oleh Tanwir. > Apalagi dengan adanya krisis Bank Persyarikatan, > saya kira akan juga > lambat laun mengguncang Muhammadiyyah yang punya > banyak layanan > sosial ini. > Posisi NU dan Muhammadiyyah dalam pandangan saya > teramat penting di > Indonesia, terutama dalam memberikan arah kultur > religi kepada > bangsa Indonesia. Jika rakyat tak percaya lagi > kepada NU dan > Muhammadiyyah, akan terjadi beberapa kemungkinan: > > 1. Rakyat akan abai saja dengan fenomena tersebut, > karena baik > kultur tradisional Islam maupun modernis-nasional > Islam sudah > membumi. Kultur ini tidak tergantung lagi pada > struktur seperti NU > atau Muhammadiyyah. Muhammadiyyah memang dulu > diilhami Wahabi, tapi > dibanding gerakan yang "murni" Wahabi dari Saudi > seperti Salafy, > misalnya, jelas Muhammadiyyah lebih membumi, atau > > 2. Kultur dan struktur ternyata saling mempengaruhi, > sehingga > gonjang-ganjing ini sangat mempengaruhi pola > keberagamaan rakyat. > Kemungkinan kecil, mereka akan bertransformasi > menjadi abangan. > Kemungkinan besar, mereka akan "pindah" ke jamaah > yang "lebih > jelas". Kemungkinan kedua ini bisa mengakibatkan NU > dan Muhammadiyah > kehilangan 50% jamaahnya, inipun kalau dihitung > worst casenya. > > Kita tentu saja tidak menginginkan ciri khas > Indonesian Muslim - > atau juga Muslim Asia Tenggara - ini yang selama ini > dijaga oleh > kultur tradisonal NU dan Muhammadiyyah akan pudar, > digantikan oleh > ideologi yang lebih keras. Ideologi keras yang > semuanya > menuju "pemurnian" akan dapat tumbuh dengan subur di > lingkungan > penuh keputus-asaan dan ketidakpercayaan. > Radikalisme - tidak > seperti dugaan banyak orang - bukan berbanding lurus > dengan > kemiskinan atau bahkan kebodohan, tapi merupakan > fungsi dari tuna > peranan institusi yang ada. Kalau negara tidak mampu > menengahi > pertikaian, akhirnya kelompok2 radikal yang maju. > Kalau negara tidak > mampu mengatasi korupsi, akhirnya kelompok2 itu juga > yang > akan "menyelamatkan" sebagai ratu adil. Mandulnya > peranan NU dan > Muhammadiyyah akan berakibat fatal. > > Saya kurang percaya kepada teori provokasi, di mana > penganut teori > ini percaya, bahwa provokasi seperti yang dilakukan > Islib di NU atau > JIMM di Muhammadiyyah diperlukan agar masyarakat > "terbangun" dari > tidurnya. Sebaliknya, provokasi model ini selain > tidak menyentuh > akar permasalahan rakyat dan rentan kritik terutama > soal dana asing, > juga malah mengundang bangkitnya teman2 yang sedikit > radikal. Mereka > merasa telah dipanggil zaman untuk "kembali ke > Alquran dan Hadis" > dengan cara yang semurni2nya. Bisa dengan cara > 'uzlah, > mengeksklusifkan diri, atau malah berbaur tapi > dengan mempertahankan > ideologi aslinya. Secara umum krisis kepercayaan > tidak hanya terjadi > di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Bahkan di > Saudi yang > cenderung homogen, dengan kontrol negara di mana2, > melahirkan > pembangkang misterius bernama Usamah bin Ladin. > > Krisis kepercayaan ini pernah terjadi di dunia > Kristen, ketika kaum > Protestan menolak kekuasaan Paus di Roma, namun > mereka dengan cepat > mengorganisir diri kembali masing2. Sebaliknya > dengan dunia Islam, > karena mereka sempat dihancurkan oleh kolonialisme > Eropa dan mencari- > cari cara untuk bangkit - dari yang revivalis hingga > yang liberalis - > upaya mengorganisir ini terbentur pada kenyataan > bahwa masyarakat > Islam yang membentang dari Maghreb hingga Nusantara > itu tidak lagi > homogen seperti yang dibayangkan. Saya sebetulnya > membayangkan, agar > otoritas keagamaan Muslimin itu mengakui wilayah > budaya yang ada dan > tidak lagi Arab-sentris. Seharusnya bukan hanya > bahasa Arab saja > yang menjadi bahasa wajib di dunia Muslim, melainkan > juga Persi, > Urdu, Turki, dan tentu saja Melayu. Ingat bahwa > bahasa Melayu adalah > lingua franca kepulauan nusantara sejak > berabad-abad, tempat tinggal > lebih dari 200 juta Muslimin. Tanpa adanya pengakuan > 5 otoritas > keagamaan itu dan membiarkan terjadinya Arab-sentris > padahal di > wilayah berbahasa Arab sendiri terdapat banyak > pendapat yang juga > belum membuahkan suatu otoritas yang dipatuhi oleh > semua, kita akan > terjebak ke suatu otoritas semu. Otoritas semu > adalah suatu keaadaan > di mana, kita merasa ada satu otoritas walaupun > dalam kenyataannya > otoritas itu hanya dipegang oleh kelompok2. > > Kembali ke situasi Indonesia, saya masih merasa, > bahwa satu2nya > jalan menyelamatkan NU adalah penyerahan total > kepada Allah, masing- > masing melakukan pertobatan, tunduk pada orang2 > saleh. Ini warisan > ulama, sayang jika kita biarkan begitu saja... > > Salam, > Nano > > --- In [email protected], "Si Fu Lan" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > harus ditegaskan, ternyata laju arus 'Islam > Moderat' hanya sampai > dalam tataran wacana, dan sama sekali belum > menyentuh alam bawah > sadar (baca: mental) kita, apalagi menyentuh rakyat > nyata. bagaimana > tidak, NU yang konon sebagai lokomotif penggeret > wacana 'dialog > antar peradaban, dialog antar umat beragama' > ternyata tak bisa > mewujudkan iklim dialog dan harmonitas dalam > tubuhnya (keluarganya) > sendiri. > > > > hemat saya, penting, bahwa suatu > perubahan--rekonstruksi, bahkan > revoluis--jelas harus berangkat dari mental. mengapa > Eropa bisa > sampai pada puncak revolusinya? sebab mental orang > Eropa jelas lain > dengan mental orang Jawa, Madura, Indonesia. contoh > kecil, tentang > konflik Eropa. masalah konflik, Eropa kurang dahsyat > apanya: wong > sampe meledak perang dunia satu dan dua. tapi, > negara2 yang dahulu > saling perang ternyata urung dan cepat2 > berekonsiliasi: kembali > bergandengan tangan dan guyub dalam sebuah institusi > besar berujud > supra nation Uni Eropa. orang Eropa segera melek dan > sadar jika > larut2 dalam konflik hanya buang2 tenaga dan hanya > perbuatan anak > kecil yang justeru menjadikan mereka lupa akan > masalah yang > sebenarnya tengah mereka hadapi. lha sementara orang > Indon (baca: > NU); malah seolah menikmati dan semakin larut dalam > konflik yang > === message truncated === __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more. http://info.mail.yahoo.com/mail_250 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
