*Saya kuatir bahwa munculnya NU fundamentalis in adalah bagian dari "tangan
tak tampak" yang ingin mengadu domba umat Islam.
*
Sangat bisa diduga "paradigma prasangka" ala Anam, sehingga dengan mudah
mengepyah-uyah setiap orang yang dikategorikan "NU Fundamentalis" itu. Cara
baca ala teori konspirasi model anam ini tentu juga punya tendensi
mengadu-domba.Terlebih "menuduh" (sengaja saya cantumkan tanda petik karena
diserta tawa, ha..ha..ha...) kelompok yang dikategorikan NU Fundamentalis
jarang ke Masjid. Waduh....sebelum dituduh, nuduh duluan.....:)


On 2/13/07, kh anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Menyimak diskusi soal perebutan masjid, saya kira persoalannya bukan
> sertifikasi atau lemahnya kelembagaan NU dalam mengurusi masjid. Ada hal
> remeh temeh yang menyebabkan masjid NU direbut orang lain: 1) Warga NU
> terutama kader mudanya jarang berjamaah di mesjid 2)ada anggapan bahwa
> kegiatan apapun tidak harus dilakukan di masjid, tapi bisa di hotel, di
> kantor dinas partai politik, atau disekretariat badan otonom dan lembaga
> NU.
> Ya jangan heran kalau ada yang merasa kehilangan masjid. Gitu aja kog
> repot.
> (Idealnya masjid memang tidak perlu ada label NU-nya)
>
> Terlepas dari persoalan itu, sepertinya ada fenomena yang menarik
> akhir-akhir ini, yakni munculnya "NU fundamentalis" yakni NU yang merasa
> eksistensinya adalah untuk memusuhi kelompok wahabi atau salafi. Saya
> membayangkan dulu saat NU berdiri juga fenomenanya seperti itu. Hanya saja
> mungkin berbeda, kalau dulu wahabi kuat sampai bisa melarang-larang orang
> bermadzab atau berziarah kubur, tapi sekarang mereka lemah karena opini
> dunia internasional hampir menyamakan "pemurnian Islam" dengan radikalisme
> dan terorisme.
>
> Tapi menurut saya, fenomena "NU Fundamentalis" itu tidak menarik karena
> berarti NU mundur jauh ke belakang. Pendekatan aliran atau ashobiyah
> adalah
> pendekatan awam, jauh sebelum masa keemasan Islam. Ingat bahwa NU sudah
> sampai pasa perdebatan panjang melawan Muhammadiyah tentang bagaimana
> seharusnya tata keorganisasian itu: antara yang modern kah atau yang
> kultural kah. NU juga pernah berbentur dengan para kader mudanya tentang
> apakah fungsi NU sebagai organisasi sosial yang ngurusi kebutuhan
> masyarakat
> itu berpolitik atau kembali ke khittah?
>
> Saya kuatir bahwa munculnya NU fundamentalis in adalah bagian dari "tangan
> tak tampak" yang ingin mengadu domba umat Islam. Di Indonesia kan tidak
> ada
> Sunni-Syiah yang bisa di adu-adu. Adanya ya Sunni sama wahabi, salafi, dan
> sejenisnya. Sekali lagi ini tidak menarik.
>
> Anehnya, fenomena NU fundamentalis ini malah dipicu oleh isu penguasaan
> masjid dan perebutan kader yang digelontorkan oleh kalangan NU yang
> nyeleneh
> seperti JIL, P3M, Wahid Institut, Lakpesdam dan Syir'ah: yang jarang ke
> masjid (hehe), yang jarang mengamalkan ajaran sunni, yang tidak banyak
> berpusing dengan macam-macam aliran theologi dalam Islam karena itu
> dianggap
> bukan substansi.
>
> Setahu saya, menyimak perjalanan waktu, JIL dan kawan-kawan memang muncul
> bukan sebagai agenda ilmiah untuk melakukan perubahan pikir yang kritis
> dan
> mencerahkan, tapi remeh-temeh untuk ber(di)hadap-hadapkan kelompok Islam
> wahabi atau salafi tadi. Faktanya bahwa belakangan tidak ada dialog ilmiah
> yang dilakukan oleh kelompok2 yang nyeleneh tadi. Mereka hanya akan muncul
> secara reaksioner ketika ada isu terorisme, jenggot, poligami dan pasukan
> jihad ke poso.
>
> Kalau kesimpulan tadi ada benarnya, ya sedianya NU tidak diadakan untuk
> hal
> remeh-temeh seperti itu: berhadapan dengan kelompok Islam lain. Banyak
> agenda yang perlu dikerjakan oleh organisasi yang punya "kekuatan
> kultural"
> ini.
>
> Jadi begitu,
>
> On 2/12/07, Cak Munir <[EMAIL PROTECTED] <munircak%40yahoo.com>> wrote:
> >
> > minimnya sertifikasi mesjid sepertinya jg menjadi problem yg ikut
> > memberi andil thdp beralihnya mesjid kita ke organisasi lain. tentu saja
> jg
> > selain lemahnya optimalisasi penggunaannya. sy jg ikut prihatin krn
> tradisi
> > kita scr sistematis sedikit demi sedikit tergeser. sy kira perlu
> langkah2 yg
> > sistemik, komprehensif, dan terpadu untuk mengatasi masalah ini. mungkin
> ada
> > masukan...
> > salam,
> > munir, ansor jogja
> >
> > "Alamsyah M. Dja'far" <[EMAIL PROTECTED] 
> > <alammdj%40yahoo.com><alammdj%40yahoo.com>> wrote:
> > Masjid NU dan Muhammadiyah Direbut Organisasi Lain
> > 12-2-2007
> >
> > Oleh : FATHURI/SYIRAH
> >
> > Mengenai sikut-sikutan di antara umat Islam yang
> > disinggung Hasyim Muzadi dalam Workshop Pengkaderan
> > Nasional yang diadakan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
> > (LDNU) memang bukan hal yang asing. Di antara yang
> > cukup meresahkan adalah perebutan masjid oleh beberapa
> > organisasi berbeda.
> >
> > Hasyim sendiri punya cerita. "Kemarin saya ketemu Pak
> > Din Syamsudin (Ketua Umum Muhammadiyah). Dia bilang,
> > 'Bagaimana nih masjid saya kok banyak diambil
> > organisasi lain'. Saya bilang, 'NU lebih dulu'," ujar
> > Hasyim.
> >
> > Berdasarkan informasi dari salah seorang pengurus LDNU
> > perebutan masjid ini terjadi di banyak wilayah,
> > terutama di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Di
> > Jatinegara (Jakarta Timur) itu ada masjid namanya
> > al-Bahri. Masjid ini didirikan guru Marzuki, pendiri
> > pesantren pertama di Betawi. Masjid itu sekarang sudah
> > dikuasai oleh kelompok lain," tandasnya.
> >
> > Imbasnya, kalau ada orang main qasidahan di masjid
> > langsung direspon dengan memasang pamflet yang isinya,
> > "Maaf Masjid Bukan Tempat Main Ondel-Ondel."
> > Lain lagi kasus yang terjadi di luar Jawa, di
> > antaranya di daerah Sumatra Barat. Menurut salah
> > seorang peserta workshop perebutan itu bukan dilakukan
> > oleh organisasi, tapi perseorangan yang memegang
> > kekuasaan politik. "Ada oknum yang tidak pernah ke
> > masjid tapi dengan seenaknya mengganti pengurus
> > masjid, " tandasnya.
> >
> > LASTUPDATE: SENIN, 12 FEBRUARI 2007
> >
> > __________________________________________________________
> > Don't pick lemons.
> > See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
> > http://autos.yahoo.com/new_cars.html
> >
> > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>



-- 
A. Fawaid Sjadzili
http://fawaidku.blogspot.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke