Ah sama saja....isu Nu Fundamentalis juga ingin menggeser isu Islam 
Fundamentalis yg sekarang lagi sibuk ngebom orang...isu NU fundamentalis juga 
bagian sari mengadu domba umat Islam!!

kh anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Insting pragmatisme cak? saya 
kurang faham itu, tapi anggap saja iya, tidak
menjadi apa.

Saya kira begini, konsekuensi bahwa NU menolak simbolisasi Islam menyebabkan
NU sering terlupa dengan simbol-simbol islam itu sendiri, dalam hal ini
masjid, karena simbol menjadi tidak penting. Nasib yang sama juga saya kira
menimpa Muhammadiyah. Akibatnya ya masjid-masjid yang didirikan oleh orang
NU kemudian dimanfaatkan oleh kelompok Islam lain yang tidak disetujui
pemahaman keagamaannya oleh NU. Kalau ditanya solusi yah orang NU harus
kembali memfungsikan masjid sebagai sentra kegitan, terutama kegiatan
ekonomi dan sosial: Kalau berfikir struktural ya menggencarkan kembali
fungsi Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia (LTMI) NU. Bahasa lugasnya,
sering-seringlah ke masjid. Soal sertifikasi itu ya penting tapi tidak perlu
menjadi prioritas karena nanti kalau ada berita di koran berjudul "rebutan
masjid" kan ya ngisin-ngisini umat Islam. Lagi pula jangan sampai kita
kembali ke masa lalu, perang aliran akidah: sunni-syiah,
sunni-wahabi/salafi. Itu kontra produktif. Yang diperlukan adalah fastabiqul
khoirot. Kalau wong-wong NU yang banyak itu sering ke masjid ya secara
otomatis masjidnya akan menjadi masjid NU. Kampanyenya ya mari kita kembali
memfungsikan masjid sebagai pusat kegiatan NU. Dan pesantren tentunya,
karena belakangan pesantren didirikan begitu saja berbentuk kelas-kelas dan
gedung megah, namun tidak akrab dengan masyarakat. Padahal dulu para (calon)
kiai mendirikan masjid terlebih dahulu, setelah ramai baru membukan
pesantren. Jadi, kampanyenya bukan mari merebut kembali masjid NU, itu
terlalu kekanak-kanakan.

On 2/14/07, Cak Munir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sy kira tdk hanya b'maksud mengajak dlm forum diskusi ttp jg bekerjanya
> 'insting pragmatisme' Cak Anam setelah membaca semakin kuatnya arus islam
> 'right wing' (in particular ex. mesjid NU direbut BUKAN rebutan mesjid) di
> negara kita. Sy kira banyak tokoh-tokoh NU yg insting pragmatisme-nya jalan
> spt Anda! Sy tdk perlu menjelaskan masalah ini karena hanya sekedar
> spekulatif belaka. itu pertama.
>
> kedua, sy sepakat kalo mesjid NU kurang digunakan utk kegiatan2 penting
> spt yg Anda katakan. Bukankah tulisan sy pertama (diskusi mesjid) menyatakan
> bhw lemahnya optimalisasi penggunaan? impliaksi dari ini adalah direbutnya
> mesjid NU hingga berubahnya status, nama, sepemilikan, dan kegiataan2
> tradisi kt. bukan sekedar krn mesjid adalah mesjid Allah di mana semua
> komunitas bisa memerolehnya dan menggunakannya dg gratis dan ikhlas. tetapi,
> ibarat sebuah keluarga (NU dan mesjid sebagai rumahnya) sudah diusir dan yg
> mengusir sudah mengisi dan merubah segala perabotan rumah kita. dalam
> kondisi spt ini, salah satu kesulitan untuk mendapatkan rumah kita lagi
> adalah tidak adanya bukti hukum bhw rumah itu milik kita. di sini
> signifikansi sertifikasi, menurut saya. Jadi problem utamanya bukan
> semata-mata karena kader NU terutama yg muda jarang berjemaah ke mesjid. itu
> hanya satu sisi aja.
>
> terakhir, invisible hand utk mengadu domba umat islam selalu digunakan sbg
> hujjah oleh sbgian kalangan. ini kecurigaan yg beralasan mengingat yg 'left
> wing' -jil, dkk- bisa 'survive' krn eksistensi invisible hand td. ini bisa
> dipahami untuk dijadikan muhasabah bersama. tapi sy kira ini sekedar
> perbedaan dalam memahami islam. bukankah al islam dan al fikrah al
> islamiyyah itu berbeda?
> jadi begitu,
>
> salam hangat,
> munir, ansor DIY
>
> kh anam <[EMAIL PROTECTED] <gus.anam%40gmail.com>> wrote:
> Wah tepatnya bukan teori konspirasi mas, tapi teori sikut sana sikut sini,
> mengajak sebanyak mungkin orang terlibat dalam forum diskusi yang aktif
> dan
> hangat. Namun kadang yang spekulatif begituan memang bener lho, cuma kali
> ini saya tidak berkepentingan mendapatkan pengakuan apakah spekulasi saya
> itu bener.
>
> Buat mbak Nur (dah jadi ibu??), bukan berarti saya tidak setuju gerakan
> penyelamatan masjid dari "para pendekar berwatak jahat" tapi desas-desis
> tentang kekalahan NU dalam berebut masjid atau kelemahan NU dalam sistem
> pengkaderan tidak perlu terlalu dibesar-besarkan di media publik, apalagi
> sampai dirinci. Itu konyol dan tidak strategis. Saya kurang sepakat dengan
> Khamami Zada Lakpesdam yang membeber itu di Kompas beberapa waktu lalu.
> Persoalannya bukan sekedar bisa nulis di koran bung, dan lalu terkenal.
> Melaporkan kelemahan sendiri di hadapan publik itu namanya bunuh diri
> toh...!!!
>
> Nah, lalu gaya membangkitkan semacam "nasionalisme NU" dengan cara
> memunculkan musuh bernama bernama wahabi, PKS dan sejenisnya itu sudah
> ketinggalan jaman. Masyarakat sudah semakin bijak dan bisa memilih
> organisasi mana yang bisa menularkan kesejahteraan "di muka bumi".
>
> Jadi begitu,
>
> On 2/13/07, Ahmad Fawaid <[EMAIL PROTECTED]<fawaid.sjadzili%40gmail.com>>
> wrote:
> >
> > *Saya kuatir bahwa munculnya NU fundamentalis in adalah bagian dari
> > "tangan
> > tak tampak" yang ingin mengadu domba umat Islam.
> > *
> > Sangat bisa diduga "paradigma prasangka" ala Anam, sehingga dengan mudah
> > mengepyah-uyah setiap orang yang dikategorikan "NU Fundamentalis" itu.
> > Cara
> > baca ala teori konspirasi model anam ini tentu juga punya tendensi
> > mengadu-domba.Terlebih "menuduh" (sengaja saya cantumkan tanda petik
> > karena
> > diserta tawa, ha..ha..ha...) kelompok yang dikategorikan NU
> Fundamentalis
> > jarang ke Masjid. Waduh....sebelum dituduh, nuduh duluan.....:)
> >
> > On 2/13/07, kh anam <[EMAIL PROTECTED] <gus.anam%40gmail.com> <
> gus.anam%40gmail.com>> wrote:
> > >
> > > Menyimak diskusi soal perebutan masjid, saya kira persoalannya bukan
> > > sertifikasi atau lemahnya kelembagaan NU dalam mengurusi masjid. Ada
> hal
> > > remeh temeh yang menyebabkan masjid NU direbut orang lain: 1) Warga NU
> > > terutama kader mudanya jarang berjamaah di mesjid 2)ada anggapan bahwa
> > > kegiatan apapun tidak harus dilakukan di masjid, tapi bisa di hotel,
> di
> > > kantor dinas partai politik, atau disekretariat badan otonom dan
> lembaga
> > > NU.
> > > Ya jangan heran kalau ada yang merasa kehilangan masjid. Gitu aja kog
> > > repot.
> > > (Idealnya masjid memang tidak perlu ada label NU-nya)
> > >
> > > Terlepas dari persoalan itu, sepertinya ada fenomena yang menarik
> > > akhir-akhir ini, yakni munculnya "NU fundamentalis" yakni NU yang
> merasa
> > > eksistensinya adalah untuk memusuhi kelompok wahabi atau salafi. Saya
> > > membayangkan dulu saat NU berdiri juga fenomenanya seperti itu. Hanya
> > saja
> > > mungkin berbeda, kalau dulu wahabi kuat sampai bisa melarang-larang
> > orang
> > > bermadzab atau berziarah kubur, tapi sekarang mereka lemah karena
> opini
> > > dunia internasional hampir menyamakan "pemurnian Islam" dengan
> > radikalisme
> > > dan terorisme.
> > >
> > > Tapi menurut saya, fenomena "NU Fundamentalis" itu tidak menarik
> karena
> > > berarti NU mundur jauh ke belakang. Pendekatan aliran atau ashobiyah
> > > adalah
> > > pendekatan awam, jauh sebelum masa keemasan Islam. Ingat bahwa NU
> sudah
> > > sampai pasa perdebatan panjang melawan Muhammadiyah tentang bagaimana
> > > seharusnya tata keorganisasian itu: antara yang modern kah atau yang
> > > kultural kah. NU juga pernah berbentur dengan para kader mudanya
> tentang
> > > apakah fungsi NU sebagai organisasi sosial yang ngurusi kebutuhan
> > > masyarakat
> > > itu berpolitik atau kembali ke khittah?
> > >
> > > Saya kuatir bahwa munculnya NU fundamentalis in adalah bagian dari
> > "tangan
> > > tak tampak" yang ingin mengadu domba umat Islam. Di Indonesia kan
> tidak
> > > ada
> > > Sunni-Syiah yang bisa di adu-adu. Adanya ya Sunni sama wahabi, salafi,
> > dan
> > > sejenisnya. Sekali lagi ini tidak menarik.
> > >
> > > Anehnya, fenomena NU fundamentalis ini malah dipicu oleh isu
> penguasaan
> > > masjid dan perebutan kader yang digelontorkan oleh kalangan NU yang
> > > nyeleneh
> > > seperti JIL, P3M, Wahid Institut, Lakpesdam dan Syir'ah: yang jarang
> ke
> > > masjid (hehe), yang jarang mengamalkan ajaran sunni, yang tidak banyak
> > > berpusing dengan macam-macam aliran theologi dalam Islam karena itu
> > > dianggap
> > > bukan substansi.
> > >
> > > Setahu saya, menyimak perjalanan waktu, JIL dan kawan-kawan memang
> > muncul
> > > bukan sebagai agenda ilmiah untuk melakukan perubahan pikir yang
> kritis
> > > dan
> > > mencerahkan, tapi remeh-temeh untuk ber(di)hadap-hadapkan kelompok
> Islam
> > > wahabi atau salafi tadi. Faktanya bahwa belakangan tidak ada dialog
> > ilmiah
> > > yang dilakukan oleh kelompok2 yang nyeleneh tadi. Mereka hanya akan
> > muncul
> > > secara reaksioner ketika ada isu terorisme, jenggot, poligami dan
> > pasukan
> > > jihad ke poso.
> > >
> > > Kalau kesimpulan tadi ada benarnya, ya sedianya NU tidak diadakan
> untuk
> > > hal
> > > remeh-temeh seperti itu: berhadapan dengan kelompok Islam lain. Banyak
> > > agenda yang perlu dikerjakan oleh organisasi yang punya "kekuatan
> > > kultural"
> > > ini.
> > >
> > > Jadi begitu,
> > >
> > > On 2/12/07, Cak Munir <[EMAIL PROTECTED] 
> > > <munircak%40yahoo.com><munircak%40yahoo.com><munircak%
> 40yahoo.com>> wrote:
> > > >
> > > > minimnya sertifikasi mesjid sepertinya jg menjadi problem yg ikut
> > > > memberi andil thdp beralihnya mesjid kita ke organisasi lain. tentu
> > saja
> > > jg
> > > > selain lemahnya optimalisasi penggunaannya. sy jg ikut prihatin krn
> > > tradisi
> > > > kita scr sistematis sedikit demi sedikit tergeser. sy kira perlu
> > > langkah2 yg
> > > > sistemik, komprehensif, dan terpadu untuk mengatasi masalah ini.
> > mungkin
> > > ada
> > > > masukan...
> > > > salam,
> > > > munir, ansor jogja
> > > >
> > > > "Alamsyah M. Dja'far" <[EMAIL PROTECTED] 
> > > > <alammdj%40yahoo.com><alammdj%40yahoo.com><alammdj%
> 40yahoo.com><alammdj%
> > 40yahoo.com>> wrote:
> > > > Masjid NU dan Muhammadiyah Direbut Organisasi Lain
> > > > 12-2-2007
> > > >
> > > > Oleh : FATHURI/SYIRAH
> > > >
> > > > Mengenai sikut-sikutan di antara umat Islam yang
> > > > disinggung Hasyim Muzadi dalam Workshop Pengkaderan
> > > > Nasional yang diadakan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
> > > > (LDNU) memang bukan hal yang asing. Di antara yang
> > > > cukup meresahkan adalah perebutan masjid oleh beberapa
> > > > organisasi berbeda.
> > > >
> > > > Hasyim sendiri punya cerita. "Kemarin saya ketemu Pak
> > > > Din Syamsudin (Ketua Umum Muhammadiyah). Dia bilang,
> > > > 'Bagaimana nih masjid saya kok banyak diambil
> > > > organisasi lain'. Saya bilang, 'NU lebih dulu'," ujar
> > > > Hasyim.
> > > >
> > > > Berdasarkan informasi dari salah seorang pengurus LDNU
> > > > perebutan masjid ini terjadi di banyak wilayah,
> > > > terutama di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Di
> > > > Jatinegara (Jakarta Timur) itu ada masjid namanya
> > > > al-Bahri. Masjid ini didirikan guru Marzuki, pendiri
> > > > pesantren pertama di Betawi. Masjid itu sekarang sudah
> > > > dikuasai oleh kelompok lain," tandasnya.
> > > >
> > > > Imbasnya, kalau ada orang main qasidahan di masjid
> > > > langsung direspon dengan memasang pamflet yang isinya,
> > > > "Maaf Masjid Bukan Tempat Main Ondel-Ondel."
> > > > Lain lagi kasus yang terjadi di luar Jawa, di
> > > > antaranya di daerah Sumatra Barat. Menurut salah
> > > > seorang peserta workshop perebutan itu bukan dilakukan
> > > > oleh organisasi, tapi perseorangan yang memegang
> > > > kekuasaan politik. "Ada oknum yang tidak pernah ke
> > > > masjid tapi dengan seenaknya mengganti pengurus
> > > > masjid, " tandasnya.
> > > >
> > > > LASTUPDATE: SENIN, 12 FEBRUARI 2007
> > > >
> > > > __________________________________________________________
> > > > Don't pick lemons.
> > > > See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
> > > > http://autos.yahoo.com/new_cars.html
> > > >
> > > > Send instant messages to your online friends
> > > http://uk.messenger.yahoo.com
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> >
> > --
> > A. Fawaid Sjadzili
> > http://fawaidku.blogspot.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke