mbah riyadi ngasiran,
Andai benar angsa besar itu bernama NU, maka para pemimpin teras atas NU
(dan anda sekalian yang tidak simpatik dengan ketidaksimpatikan penolak
syiah) adalah kepalanya. Lalu tubuh besar angsa itu adalah warga NU
kebanyakan, lebih tepatnya warga NU asli, warga NU yang sebenar-benarnya.

Ada waktu bagi kepala angsa untuk menoleh dan berdialog dengan tubuhnya
sendiri. Jangan sampai sang tubuh besar salah faham dan melarang kepalanya
untuk tengak-tengok ke sana kemari: "Kurang besar dan menarik apa tubuhmu
ini, kepalaku!"

Salam

On 4/22/07, dumas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Pak Kartono, cukup menarik.
>
> Seperti seekor angsa dengan tubuh sangat besar, juluran kepala boleh ke
> kanan-ke kiri, tapi badan tak beranjak.
>
> Salam,
> Riadi Ngasiran
>
> ----- Original Message -----
> From: Kartono Mohamad
> To: [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>
> Sent: Friday, April 20, 2007 8:36 PM
> Subject: [kmnu2000] NU dan soal Iran (Syiah)
>
> Ketua PB NU mengecam pemerintah RI dalam resolusi DK PBB tentang Iran
> karena dianggap tidak memihak ke sesama negara Islam. Adakah Iran yang
> Syiah dapat dianggap sebagai negara Islam? Soalnya kemarin dulu ada
> demonstrasi umat NU di Bangil yang menentang kehadiran Syiah di
> Indonesia yang dianggap sebagai ajaran sesat. Di mana konsistensinya?
> KM
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke