Cak Munir,
  Ketika Ketua PB NU mengecam sikap pemerintah RI (termasuk dlm pertemuan di 
Bogor) sepertinya tidak melihat Iran sebagai negara lemah yang dizalimi AS yang 
kuat karena Ketua NU mengaitkannya dengan OKI. Dikatakan bahwa banyak anggota 
OKI yang marah kepada Indonesia akibat sikap RI tsb. Jadi tentulah yang 
dimaksud di sini Iran sebagai negara Islam.
  Kalau hanya soal negara lemah, seharusnya NU juga mengecam AS ketika menekan 
Korea Utara dalam soal nuklir. Baru konsisten (dalam soal membela negara yang 
lebih lemah).
  KM

mukti ali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ironi kl ada org2 NU yg menyikapi Iran dgn melihat ke-Syi'ah-annya. 
Yang saya takutkan bahwa org2 NU mengklaim dirinya sebagai syi'abullah 
al-mukhtar, sebagaimana sikap arogansi org2 Yahudi. Sementara sekte lain 
dianggap sebagai golongan yg tersesat: sejenis teologi sekolastik yg sudah 
harus kita tinggalkan. Sangat "kerdil" jika melihat permasalahan perang AS vis 
a vis Iran, dgn kacamata sektarianisme sekte. Saya setuju kl NU bersikap 
menentang AS. 

Cak Munir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear pak Kartono dan semua,
Pertanyaan "di mana konsistensinya?" terhadap NU yg mengecam pemerintah thd 
resolusi DK PBB di satu sisi dg demonstrasi wwarga nu bangil thd ajaran syiah 
di sisi lain merupaakan pertanyaan yg WAJAR namun KESASAR! 
Menurut saya adalah wajar dan natural bila NU mendukung Iran (walau pun or 
kebetulan syiah) oleh karena Iran sebagai negara menjadi korban kerakusan 
negara kuat. Iran diposisikan (oleh NU) sebgai negara lemah -dibanding Amrik 
dan Israel- yang memang perlu dibela karena global injustice. namun sikap 
pembelaan seperti ini sama sekali tidak berkaitan dengan penentangan thd ajaran 
syiah (ingat: menentang ajaran yg dianggap bertentangan dg pemahaman mereka ttg 
sunni, ex. nikah mut'ah, dll BUKAN melarang mereka sholat di negara ini) yg ada 
di bangil itu. Intinya menolak AJARAN syiah yg dianggap bertentangan dg ajaran 
sunni (menurut mereka) tidak secara otomatis menentang atau menolak NEGARA yg 
kebetulan berpenduduk syiah! Jadi, pertanyaan "di mana konsistensi NU" yg Anda 
kemukakan menurut hemat saya adalah pertanyaan yg belum memiliki pijakan 
konsistensi analogi. 
Namun perlu dicatat: bukan berarti saya sbg pribadi pro thd sikap NU dlm 
resolusi itu ataupun saya menyetujui warga NU bangil menolak rame2 ajaran 
syiah!! ini masalah yg berbeda.
salam,
Munir Jogja

dumas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Kartono, cukup menarik.

Seperti seekor angsa dengan tubuh sangat besar, juluran kepala boleh ke 
kanan-ke kiri, tapi badan tak beranjak.

Salam,
Riadi Ngasiran

----- Original Message ----- 
From: Kartono Mohamad 
To: [email protected] 
Sent: Friday, April 20, 2007 8:36 PM
Subject: [kmnu2000] NU dan soal Iran (Syiah)

Ketua PB NU mengecam pemerintah RI dalam resolusi DK PBB tentang Iran
karena dianggap tidak memihak ke sesama negara Islam. Adakah Iran yang
Syiah dapat dianggap sebagai negara Islam? Soalnya kemarin dulu ada
demonstrasi umat NU di Bangil yang menentang kehadiran Syiah di
Indonesia yang dianggap sebagai ajaran sesat. Di mana konsistensinya?
KM

[Non-text portions of this message have been removed]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke