Mex, kerapkali memang tampak tragis nasib para pedagang kaki lima itu (entah
benar atau tidak, nanti kita cari datanya). Tapi, apakah kita harus berkutat
bicara kepentingan para pedagang saja? Ada kepentingan konsumen yang harus
diperhatikan, dan itu jauh lebih besar daripada para pedagang kaki lima itu.
Sepakat Mex, bukan berarti karena mereka kecil dan miskin lantas selalu benar.
Saya kira, perubahan pola ekonomi global terjadi karena ada perubahan tingkah
konsumen juga. Barangkali memang sebaiknya kita membiarkan pasar bekerja, dan
ia akan menemukan pola keseimbangannya sendiri demi kepentingan konsumen yang
lebih besar.
Salam kenal,
Saidiman
Slamet Thohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On Sun, 20 May 2007 02:08:18 +0700
Anam, kebencianmu terhadap kapitalisme benar-benar
menubuh. kalau ada PKL digusur, loh itu kan urusan
pemerintah, ngapain Banser ikut2tan melawan polisi, malah
bikin ruwet. tugas negara itu melindungi hak, termasuk
melindungi hak agar ruang publik bisa ditempat orang
banyak, danh kalau trotoar ditempati pedagang kaki lima,
orang mau jalan pada kesulitan. kalau saya sebagai Bupati,
tak gusur.. tapi tak bikinin tempat khusus sebagai
pengganti, kayak di Resto PKL Jogja itu hehehe, disana
enak makan n murah. di sepanjang jalan Malioboro oleh
pemerintan dibangun guied block untuk tunanetra, tapi
guide block tersebut ditempati PKL, sampe2 gak pernah
dipake sama orang difabel. ini kan penyalahguaan ruang
publik: saya gak yakin, apa benar PKL2 itu benar2 melarat,
saya pernah diskusi dengan Prof Bambang Purwanto, dia
bikin makalah bagus, ternayata banyak orang yang jualan di
pinggir jalan UGM itu rumahnya bagus2 dan pendapatanya 5
kali lebih besar dari UMR. saya percaya akan hal ini,
soalnya penelitian, ilmiah dan ada angkanya. kalo kamu
ngomong gimanapun saya gak bakal percaya, musti ada data
yang valid, nggak boleh spekulatif. jadi intlektual musti
penelitian, ggak usah pating clekutis.. malu-maluin...pada
perinsipnya aku sih percaya kalau ada data dan ada
argumentasi yang kuat, mau liberal, mau komunis dll
Gitu bos, btw aku tunggu undangan nikahmu
yang dilakukan NU itu cuman anjuran moral dan pemberdayaan
bagi masyarakatnya.
"kh anam" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mas Amex,
> Saya setuju itu anti kekerasan, tapi bukan berarti
>cengeng dan penakut
> bukan? BUku pelajaran mengenai ukhuwah basyariyahnya
>dibuka lagi donk!
> Kalau sampean melihat PKL dipukuli oleh aparat apa
>lantas terus menganjurkan
> kedua belah fihak untuk berdialog? saya kira tidak
>cukup. Kepentingan
> kedudanya beda. PKL ingin mencari penghidupan, sementara
>pemerintah atas
> nama neoliberalisme ingin memberantas PKL itu. Nah lalu
>ketika pemerintah
> menjalankan kekuasaannya untuk mengusir PKL kenapa tidak
>ketika banser unjuk
> kekuatan untuk mengusir pemerintah kog dilarang? Ini
>aneh. Kira-kira
> kasusnya sama dengan sengketa tanah-tanah warga dengan
>para pengusaha mal.
> Juga misalnya kalau pemerintah mengimpor besar dan
>menaikkan BBM atas
> instruksi tuan kapitalis apa lantas sampean menulis
>"ilmiyah" di koran atau
> membuat iklan layanan masyarakat bahwa impor dan
>kenaikan itu lebih baik
> wong kenyataannya menyengsarakan!?
>
> Dalam diam kadang saya meyayangkan mental cengeng temen2
>LSM yang mengaku
> anti kekerasan. Mereka lari dari kenyataan bahwa dunia
>ini penuh dengan
> kekerasan. Mereka coba menghibur diri dengan berwacana
>ria, menafsirkan
> kembali al-qur'an, menayakan keberadaan tuhan, menggugat
>kerasulan,
> membayangkan nilai universal, hak asasi manusia,
>demokrasi yang suci, dst.
> Ingat bahwa yang menyertai kita saat lahir ke dunia ini
>tidak lain adalah
> darah. hehe, yang terahir ini saya kutip dari
>orang-orang FPI.
> Allahuakbar...
>
> Jadi begitu,
>
>
> On 5/19/07, Slamet Thohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>>
>> hehehe, wah NU dah siap melawan neoliberal, bagaimana
>>kalo
>> perang melawan apapun itu gak usah pake kekerasan ya...
>> apalagi sampai melibatkan banser segala. bagi saya,
>> semangat mempelajari banyak hal dan kemudian disikapi
>> secara dewasa, adalah jauh lebih baik, dari pada
>> menggunakan kekerasan. bukankah di Ahmad Siddiq pernah
>> bilang tentang apa itu ukhwah basyariyah
>>
>> cheers
>> amex
>>
>> On Fri, 18 May 2007 13:10:12 +0700
>> "kh anam" <[EMAIL PROTECTED] <gus.anam%40gmail.com>>
>>wrote:
>> > Ada cerita menarik begini, waktu itu ada apel Banser
>>di
>> >Kediri, Jawa Timur.
>> > Saat istirahat di tempaaaat... grak! Sang komandan
>>lalu
>> >berceramah: "Musuh
>> > utama NU sekarang ini adalah neoliberalisme. Mereka
>> >telah menjajah dan
>> > memeras kita. Neoliberalisme telah menyebabkan banyak
>> >pengangguran dan
>> > meningkatnya angka kemiskinan warga nahdliyyin. Maka
>> >jihad kita sekarang ini
>> > adalah jihad melawan neoliberalisme."
>> >
>> > Semangat para anggota Banser terbakar-bakar. Ingat
>> >rasanya waktu Mbah Hasyim
>> > meneriakkan Resolusi Jihad 1945, melawan tentara
>>sekutu.
>> >Keinginan untuk
>> > turut berjihad dan rasa jengkel kepada neoliberalisme
>> >bercampur menjadi
>> > satu.
>> >
>> > Salah seorang pemuda kekar yang berada di barisan
>>tengah
>> >tidak mampu menahan
>> > diri dan langsung maju ke depan menghampiri sang
>> >komandan, berkata: "Siap
>> > komandan... saya bersedia berada di barisan depan
>> >melawan neoliberalisme.
>> > Saya tidak rela NU di perlakukan seperti itu.
>>Memangnya
>> >NU ini kecil apa...
>> > Pak komandan tunjukkan kepada kami dimana tempatnya
>> >neoliberalisme itu. Saya
>> > siap betempur sampai titik darah penhabisan..!"
>> >
>> > ......:> Kadang2 neoliberalisme itu perlu "diorangkan"
>> >biar jelas yang
>> > menyerang dan mau diserang itu siapa.
>> >
>> >
>> > On 5/17/07, ahmad shidqi <[EMAIL PROTECTED]
>><diqidalbo%40yahoo.com>>
>> wrote:
>> >>
>> >> wahai kaum muda NU...
>> >> kenapa perdebatan kita akhir-akhir ini kembali
>>seperti
>> >>era 60-70 an,
>> >> sekitar tahlil, qunut, talqin dsb itu. kita memang
>>tak
>> >>bisa mengabaikan
>> >> adanya penyerangan pemikiran terhadap NU yang
>> >>akhir-akhir ini semakin marak
>> >> itu, tapi mbok kita semua jangan terjebak hanya pada
>> >>perdebatan klasik itu.
>> >> ada persoalan yang lebih krusial yang saat ini
>>megancam
>> >>indoensia secara
>> >> umum dan nahdliyyin secara khusu. persoalan itu
>>adalah
>> >>ekspansi neo
>> >> liberalisme yang telah menyengsarakan umat manusia,
>> >>termasuk kaum
>> >> nahdliyyin. kadang kita ini memang latah, ketika
>>semua
>> >>ramai membicarakan
>> >> islam kiri, semua ikut-ikutan membicarakan, tetapi
>> >>ketika semua ramai
>> >> membindangkan psot tra, ya kita ikut lagi
>>membincangkan.
>> >>kalau gerakan kita
>> >> seperti ini terus, kapan kita akan mampu membangun
>> >>indoensia yang mandiri.
>> >> karena itu, menurut saya, soal tahlil dan maulid itu
>> >>memang penting untuk
>> >> kita bela dan pertahankan, tetapi janagan sampai kita
>> >>terlena dan abai untuk
>> >> juga bergerak melawan bahaya neolib yang
>> >> saat ini sudah nyaris tak terbendung itu.
>> >>
>> >> shidqi
>> >> (NCC/nahdliyyin crisis center)
>> >>
>> >> ---------------------------------
>> >> Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email
>> >>wherever you're
>> >> surfing.
>> >>
>> >> [Non-text portions of this message have been removed]
>> >>
>> >>
>> >>
>> >
>> >
>> > [Non-text portions of this message have been removed]
>> >
>>
>>
>>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]