Salam, demi cintaku pada NU,
   
  tolong baca ini
  http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/03/0301.htm
   
  Radar cirebon dan Pikiran rakyat, adalah dua koran daerah yang sudah berhasil 
dikontrak oleh wahidi, dengan berbagai kepentingan pribadinya.
  Untuk mengincar Kursi Ketua PBNU dan minimalnya kursi wakil Gubernur Jawa 
Barat.
   
  sunnguh naif. ikhlasnya kedatangan Habib lutfhi dan KH. Hasyim Muzadi yang 
hadir di acara itu, disalah gunakan oleh Wahidi, tuk alat agar ada yang mau 
menggandeng wahidi sebagai Cawagub jabar.
   
  =================
   
  Bagi orang yang berpendidikan, pasti bertanya-tanya."Kenapa acara Muskerwil 
PWNU, kok yang dimunculkan adalah soal PILGUB, bukan program-program kerja 
organisasi?"
   
  Para kiai sepuh NU Jawa barat Mafhum, bahwa Dedi Wahidi yang dengan segala 
cara (kotor) meraih kursi ketua PWNU Jawa Barat, sang wahidi sedang stres 
karena ia berambisi ingin maju dalam Pilgub Jawa Barat kali ini/minimalnya 
sebagai wakil Cawagub. Tapi tidak satupun para kandidat Gubernur yang mau 
menggandeng si "Jagoan" Wahidi.
   
  Maka, wahidi menggelar acara ini, impiannya, dia membuktikan bahwa dia punya 
masya besar. Agar ada yang mau menggandengnya dalam PILGUB.
   
  ==================
   
  Bagi yang tidak tahu kartu wahidi,maka akan menganggap betapa hebatnya si 
Wahidi.Ia baru beberapa bulan merebut kursi PKB Jawa Barat, tapi kemudian 
ketika terjadi perebutan kursi ketua PWNU, wahidi turut berebut dan dengan 
cara23 kotor(duit)nya, ia memenangkan.
   
  Pikiran dia, jika berada di PKB, masa hanya sedikit, tapi jika nongkrong di 
NU, tentu bisa merekrut nahdliyin yang di luar PKB. maka dengan segala cara 
kotor meraih kursi ketua PWNU Jawa Barat.
   
  Terbuktilah gerakan-gerakan wahidi sekarang ini. mengincar kursi wakil 
gubernur.
   
  ===========================
   
  Tidak hanya para kiai dari indramayu, termasuk beberapa tokoh NU dari 
cirebon, seperti kang Abas Fuad Hasyim(Buntet), kang mustofa aqil 
Siradj(kempek), adalah orang -orang  yang sangat  gigih mengganjal Wahidi dalam 
Pilkada Indramayu beberapa tahun lalu, dengan menjadi jurkam H. Irianto/Yance 
meski orang NU bersala dari golkar dan tampil sebagai pemenang.
   
  Cukup jelas, dalam pilkada Indramayu(daerah asal Wahidi) saja beberapa waktu 
lalu, wahidi terjungkal dari perebutan kursi kekuasan.
   
   Ya, tidak ada satupun kiai NU di INdramayu yang mendukung Wahidi, karena 
para kiayi sudah tau kebobrokan wahidi; Hasilnya wahidi mental dari pendopo 
kabupaten Indramayu.
   
  Kok, sekarang malah berambisi ingin jadi wakil Gubernur? persis sinchan; atau 
mr. tukul arwana.Sangat lucu.
  =============
   
  Melalui koran daerah yang dikontraknya, Wahidi pun meletup-letup, "pak hasyim 
muzadi sudah merekomendasi,  bahwa Muktamar PBNU mendatang adalah bertempat di 
pesantren saya". (Meski Wahidi tidak punya pesantren/hanya punya sekolahan SMP 
NU,pen).
   
  Manuver semacam itu, adalah Jurus-jurus andalan wahidi. dari dulu wahidi juga 
sering mengobral nama tokoh-tokoh NU. Umpanya wahidi bilang: "Gus Dur sering 
meminta saya untuk duduk di DPP PKB"
   
  Itulah jurus-jurus Wahidi, melalui koran-koran lokal yang dikontraknya
  ==========
   
  Bahkan, menurut beberapa kiai sepuh,  sekarang-sekarang ini, wahidi sudah 
lobi sana lobi sini, agar berhasil menjadi tuan rumah muktamar PBNU(meski 
tempatnya tidak memadai,pen), impiannya dia akan menjadi ketua PBNU, 
menggantikan Pak Hasyim.
   
  Hal itu, belajar dari pengalamannya,ketika terpental dari pilkada Indramayu. 
untuk menutup malu pada masyarakat, ia dengan menghalalkan  segala cara ia 
mengincar kursi Ketua PKB/NU Jawa Barat.
   
  Rencana dia, seandainya mental dari pilgub jawa barat mendatang. ia akan maju 
untuk mengincar Kursi Ketua PBNU.
   
  mau dibawa kemana NU?
   
  ======
  Just Information,
   
  Si" jagoan" wahidi, adalah orang tidak jelas pendidikannya(bisa ditanyakan 
kepada para masyarakat santri/kiai yang benar-bernar kiai di indramayu, daerah 
asal wahidi.
   
  Tidak bisa bahasa inggris, tidak ngerti bahasa Arab; terus berambisi ingin 
jadi ketua PBNU, bagaimana akan bisa komunikasi/diplomasi  dengan 
organisasi-organisasi di luar negeri.
   
  NU mau dibawa kamana coy?
   
  http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/03/0301.htm
   
  PW NU Jabar Keluarkan Tausiyah
Berisi Sembilan Kriteria Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jabar Mendatang  
  INDRAMAYU, (PR).-
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PW NU Jabar) mengeluarkan tausiyah 
dengan menetapkan sembilan kriteria untuk calon gubernur-/calon wakil gubernur 
(cagub-/cawagub) Jabar pada pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2009 mendatang. 
   
  Kriteria tersebut merupakan rumusan hasil Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) 
NU Jabar yang berlangsung sejak 30 Mei dan berakhir 2 Juni (Sabtu kemarin), di 
Kampus Hijau Desa Kaplongan, Kec. Kedokan Bunder, Kab. Indramayu.
   
  Kesembilan kriteria tersebut, pertama, pemimpin Jabar harus memiliki komitmen 
tinggi terhadap moralitas atau berakhlakul kharimah. Kedua, memiliki integritas 
dan kapabilitas. Ketiga, amanah. Keempat, memahami aspirasi yang berkembang di 
kalangan masyarakat Jabar. 
   
  Kelima, memahami masalah ekonomi. Keenam, memiliki komitmen terhadap 
lingkungan dan kelestarian alam. Ketujuh, mampu menarik investasi di Jabar 
secara merata. Kedelapan, antikorupsi. Kesembilan, memiliki tanggung jawab yang 
besar terhadap masalah sosial kemasyarakatan.
   
  "Kriteria itu merupakan hasil rumusan seluruh wakil NU Jabar. Tentu ini 
menjadi arahan dan pegangan bagi warga nahdliyin se-Jabar dalam menghadapi 
pilgub pada tahun 2009 mendatang," tutur Ketua PW NU Jabar, H. Dedi Wahidi, 
S.Pd.
   
  Wahidi yang didampingi jajaran PW NU Jabar lain termasuk, Drs. H. Wahyu 
Wibisana, M.Pd., dan Ketua Rois Syuriah PW NU Jabar, K.H. Asep Burhanudin, 
mengemukakan, mukerwil membahas berbagai agenda NU Jabar. 
   
  Yakni, dari mulai persoalan internal keorganisasian sampai persoalan 
eksternal menyangkut sosial, ekonomi, sampai agenda politik, seperti pilgub. 
Untuk pilgub, mukerwil sepakat tidak memunculkan nama, melainkan hanya 
kriteria-kriteria.
   
  "Kalau memunculkan nama terlalu praktis, makanya PW NU lebih menekankan pada 
kriteria. Silakan warga nahdliyin yang menilai mana tokoh Jabar yang memenuhi 
sembilan kriteria tadi," tutur Wahidi.
   
  Dari catatan ”PR”, dalam beberapa bulan ini, wacana tentang figur 
cagub/cawagub Jabar terus menggelinding. Sedangkan nama-nama yang mulai muncul, 
di antaranya; Danny Setiawan, Uu Rukmana, Nu’man Abdul Hakim, Rudy Harsa 
Tanaya, dan Irianto M.S. Syafiuddin (Yance).
   
  Selain itu, dalam kaitan pilgub mendatang juga bergulir wacana figur yang 
merupakan representasi atau keterwakilan daerah, khususnya dari wilayah Cirebon 
dan pantura.
   
  Di Indramayu
   
  Hasil Mukerwil juga mengemukakan rencana hajat besar NU yang akan 
diselenggarakan di Kab. Indramayu. Ihwal tersebut, Wahidi mengemukakan NU Jabar 
memperoleh kehormatan bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar NU. 
   
  Menurutnya, Muktamar ke-32 NU tahun 2009 mendatang rencananya bertempat di 
Kampus Hijau, Kaplongan, Kedokan Bunder, Indramayu. PBNU seperti dikemukakan 
Ketuanya K.H. Hasyim Muzadi, telah memberi rekomendasi kepada Kampus Hijau 
untuk penyelenggaraan event bersejarah bagi NU tersebut. 
   
  "Kami telah memperoleh lampu hijau dari PB NU. Karenanya, mukerwil salah 
satunya juga membahas rencana persiapan hajat nasional tersebut," tutur Wahidi.
   
  Selain mukerwil, di Kampus Hijau juga digelar Konferwil Torekot Idarah Al 
Mutabaroh An Nahdiyah. Hasilnya, terpilih sebagai ketua rois untuk masa khidmat 
2007 - 2012, K.H. Zainal Achyar dari Pontren Babusalam Kab. Bandung dan sebagai 
Mudir, K.H. Muslich Abdurokhim dari Pontren Citangkolo, Kota Banjar.(A-93)***

 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke