salamualaikum

setuju abis, lare grage alias  Arwani Syaerozi Kader NU Cirebon tinggal di 
Maroko.

Memang betul apa kata anda, tiap sosok pribadi ada kelebihan dan kekurangannya. 
Saya pribadi, dengan sosok ketua PWNU JABAR bapak H. Wahidi, nggak ketulungan 
tidak senangnya.

Tapi ketika, melihat tulisan saudara Nahdilyin Cirebon yang menulis tanpa 
pikir, maka demi membela wong dermayu, harus dibela" Wright or Wrong" gitu.

Suprayadi
Wong Dermayu





lare_gerage <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Di 
dunia ini tidak ada tokoh yang PERFECT, pasti ada celah 
 kekurangannya, ini adalah teori dasar dalam melihat sosok tertentu.
 
 Bagaimanapun pak DEDI WAHIDI adalah kader NU unggulan yang dipercaya 
 untuk memimpin Nahdliyin jawa barat melalui mekanisme pemilihan yang 
 fair dan valid.
 
 Saya yakin ketika beliau tampil terpilih, ada kalangan yang puas dan 
 ada kalangan yang SAKIT HATI. untuk yang KECEWA, tolong ketika 
 mengungkapkan KEKECEWAANNYA jangan mengatasnamakan lembaga tertentu 
 seperti NU CIREBON - misalnya - tapi tampil dengan GENTLEman 
 menggunakan email dan nama PRIBADI, sehingga anda akan lebih tampil 
 GAGAH BERANI.
 
 Sebab di kalangan Nahdliyin Cirebon lebih banyak yang PUAS, kalau pun 
 ada yang kecewa TIDAK SEGANAS tulisan yang diposting di millis saat 
 ini.
 
 Wassalam
 
 Arwani Syaerozi
 Kader NU Cirebon tinggal di Maroko
 
 --- In [email protected], Nahdliyyin-Cirebon <[EMAIL PROTECTED]> 
 wrote:
 >
 > Salam, demi cintaku pada NU,
 >    
 >   tolong baca ini
 >   http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/03/0301.htm
 >    
 >   Radar cirebon dan Pikiran rakyat, adalah dua koran daerah yang 
 sudah berhasil dikontrak oleh wahidi, dengan berbagai kepentingan 
 pribadinya.
 >   Untuk mengincar Kursi Ketua PBNU dan minimalnya kursi wakil 
 Gubernur Jawa Barat.
 >    
 >   sunnguh naif. ikhlasnya kedatangan Habib lutfhi dan KH. Hasyim 
 Muzadi yang hadir di acara itu, disalah gunakan oleh Wahidi, tuk alat 
 agar ada yang mau menggandeng wahidi sebagai Cawagub jabar.
 >    
 >   =================
 >    
 >   Bagi orang yang berpendidikan, pasti bertanya-tanya."Kenapa acara 
 Muskerwil PWNU, kok yang dimunculkan adalah soal PILGUB, bukan 
 program-program kerja organisasi?"
 >    
 >   Para kiai sepuh NU Jawa barat Mafhum, bahwa Dedi Wahidi yang 
 dengan segala cara (kotor) meraih kursi ketua PWNU Jawa Barat, sang 
 wahidi sedang stres karena ia berambisi ingin maju dalam Pilgub Jawa 
 Barat kali ini/minimalnya sebagai wakil Cawagub. Tapi tidak satupun 
 para kandidat Gubernur yang mau menggandeng si "Jagoan" Wahidi.
 >    
 >   Maka, wahidi menggelar acara ini, impiannya, dia membuktikan 
 bahwa dia punya masya besar. Agar ada yang mau menggandengnya dalam 
 PILGUB.
 >    
 >   ==================
 >    
 >   Bagi yang tidak tahu kartu wahidi,maka akan menganggap betapa 
 hebatnya si Wahidi.Ia baru beberapa bulan merebut kursi PKB Jawa 
 Barat, tapi kemudian ketika terjadi perebutan kursi ketua PWNU, 
 wahidi turut berebut dan dengan cara23 kotor(duit)nya, ia memenangkan.
 >    
 >   Pikiran dia, jika berada di PKB, masa hanya sedikit, tapi jika 
 nongkrong di NU, tentu bisa merekrut nahdliyin yang di luar PKB. maka 
 dengan segala cara kotor meraih kursi ketua PWNU Jawa Barat.
 >    
 >   Terbuktilah gerakan-gerakan wahidi sekarang ini. mengincar kursi 
 wakil gubernur.
 >    
 >   ===========================
 >    
 >   Tidak hanya para kiai dari indramayu, termasuk beberapa tokoh NU 
 dari cirebon, seperti kang Abas Fuad Hasyim(Buntet), kang mustofa 
 aqil Siradj(kempek), adalah orang -orang  yang sangat  gigih 
 mengganjal Wahidi dalam Pilkada Indramayu beberapa tahun lalu, dengan 
 menjadi jurkam H. Irianto/Yance meski orang NU bersala dari golkar 
 dan tampil sebagai pemenang.
 >    
 >   Cukup jelas, dalam pilkada Indramayu(daerah asal Wahidi) saja 
 beberapa waktu lalu, wahidi terjungkal dari perebutan kursi kekuasan.
 >    
 >    Ya, tidak ada satupun kiai NU di INdramayu yang mendukung 
 Wahidi, karena para kiayi sudah tau kebobrokan wahidi; Hasilnya 
 wahidi mental dari pendopo kabupaten Indramayu.
 >    
 >   Kok, sekarang malah berambisi ingin jadi wakil Gubernur? persis 
 sinchan; atau mr. tukul arwana.Sangat lucu.
 >   =============
 >    
 >   Melalui koran daerah yang dikontraknya, Wahidi pun meletup-
 letup, "pak hasyim muzadi sudah merekomendasi,  bahwa Muktamar PBNU 
 mendatang adalah bertempat di pesantren saya". (Meski Wahidi tidak 
 punya pesantren/hanya punya sekolahan SMP NU,pen).
 >    
 >   Manuver semacam itu, adalah Jurus-jurus andalan wahidi. dari dulu 
 wahidi juga sering mengobral nama tokoh-tokoh NU. Umpanya wahidi 
 bilang: "Gus Dur sering meminta saya untuk duduk di DPP PKB"
 >    
 >   Itulah jurus-jurus Wahidi, melalui koran-koran lokal yang 
 dikontraknya
 >   ==========
 >    
 >   Bahkan, menurut beberapa kiai sepuh,  sekarang-sekarang ini, 
 wahidi sudah lobi sana lobi sini, agar berhasil menjadi tuan rumah 
 muktamar PBNU(meski tempatnya tidak memadai,pen), impiannya dia akan 
 menjadi ketua PBNU, menggantikan Pak Hasyim.
 >    
 >   Hal itu, belajar dari pengalamannya,ketika terpental dari pilkada 
 Indramayu. untuk menutup malu pada masyarakat, ia dengan 
 menghalalkan  segala cara ia mengincar kursi Ketua PKB/NU Jawa Barat.
 >    
 >   Rencana dia, seandainya mental dari pilgub jawa barat mendatang. 
 ia akan maju untuk mengincar Kursi Ketua PBNU.
 >    
 >   mau dibawa kemana NU?
 >    
 >   ======
 >   Just Information,
 >    
 >   Si" jagoan" wahidi, adalah orang tidak jelas pendidikannya(bisa 
 ditanyakan kepada para masyarakat santri/kiai yang benar-bernar kiai 
 di indramayu, daerah asal wahidi.
 >    
 >   Tidak bisa bahasa inggris, tidak ngerti bahasa Arab; terus 
 berambisi ingin jadi ketua PBNU, bagaimana akan bisa 
 komunikasi/diplomasi  dengan organisasi-organisasi di luar negeri.
 >    
 >   NU mau dibawa kamana coy?
 >    
 >   http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/03/0301.htm
 >    
 >   PW NU Jabar Keluarkan Tausiyah
 > Berisi Sembilan Kriteria Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jabar 
 Mendatang  
 >   INDRAMAYU, (PR).-
 > Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PW NU Jabar) 
 mengeluarkan tausiyah dengan menetapkan sembilan kriteria untuk calon 
 gubernur-/calon wakil gubernur (cagub-/cawagub) Jabar pada pemilihan 
 gubernur (pilgub) tahun 2009 mendatang. 
 >    
 >   Kriteria tersebut merupakan rumusan hasil Musyawarah Kerja 
 Wilayah (Mukerwil) NU Jabar yang berlangsung sejak 30 Mei dan 
 berakhir 2 Juni (Sabtu kemarin), di Kampus Hijau Desa Kaplongan, Kec. 
 Kedokan Bunder, Kab. Indramayu.
 >    
 >   Kesembilan kriteria tersebut, pertama, pemimpin Jabar harus 
 memiliki komitmen tinggi terhadap moralitas atau berakhlakul 
 kharimah. Kedua, memiliki integritas dan kapabilitas. Ketiga, amanah. 
 Keempat, memahami aspirasi yang berkembang di kalangan masyarakat 
 Jabar. 
 >    
 >   Kelima, memahami masalah ekonomi. Keenam, memiliki komitmen 
 terhadap lingkungan dan kelestarian alam. Ketujuh, mampu menarik 
 investasi di Jabar secara merata. Kedelapan, antikorupsi. Kesembilan, 
 memiliki tanggung jawab yang besar terhadap masalah sosial 
 kemasyarakatan.
 >    
 >   "Kriteria itu merupakan hasil rumusan seluruh wakil NU Jabar. 
 Tentu ini menjadi arahan dan pegangan bagi warga nahdliyin se-Jabar 
 dalam menghadapi pilgub pada tahun 2009 mendatang," tutur Ketua PW NU 
 Jabar, H. Dedi Wahidi, S.Pd.
 >    
 >   Wahidi yang didampingi jajaran PW NU Jabar lain termasuk, Drs. H. 
 Wahyu Wibisana, M.Pd., dan Ketua Rois Syuriah PW NU Jabar, K.H. Asep 
 Burhanudin, mengemukakan, mukerwil membahas berbagai agenda NU Jabar. 
 >    
 >   Yakni, dari mulai persoalan internal keorganisasian sampai 
 persoalan eksternal menyangkut sosial, ekonomi, sampai agenda 
 politik, seperti pilgub. Untuk pilgub, mukerwil sepakat tidak 
 memunculkan nama, melainkan hanya kriteria-kriteria.
 >    
 >   "Kalau memunculkan nama terlalu praktis, makanya PW NU lebih 
 menekankan pada kriteria. Silakan warga nahdliyin yang menilai mana 
 tokoh Jabar yang memenuhi sembilan kriteria tadi," tutur Wahidi.
 >    
 >   Dari catatan "PR", dalam beberapa bulan ini, wacana tentang figur 
 cagub/cawagub Jabar terus menggelinding. Sedangkan nama-nama yang 
 mulai muncul, di antaranya; Danny Setiawan, Uu Rukmana, Nu'man Abdul 
 Hakim, Rudy Harsa Tanaya, dan Irianto M.S. Syafiuddin (Yance).
 >    
 >   Selain itu, dalam kaitan pilgub mendatang juga bergulir wacana 
 figur yang merupakan representasi atau keterwakilan daerah, khususnya 
 dari wilayah Cirebon dan pantura.
 >    
 >   Di Indramayu
 >    
 >   Hasil Mukerwil juga mengemukakan rencana hajat besar NU yang akan 
 diselenggarakan di Kab. Indramayu. Ihwal tersebut, Wahidi 
 mengemukakan NU Jabar memperoleh kehormatan bakal menjadi tuan rumah 
 penyelenggaraan Muktamar NU. 
 >    
 >   Menurutnya, Muktamar ke-32 NU tahun 2009 mendatang rencananya 
 bertempat di Kampus Hijau, Kaplongan, Kedokan Bunder, Indramayu. PBNU 
 seperti dikemukakan Ketuanya K.H. Hasyim Muzadi, telah memberi 
 rekomendasi kepada Kampus Hijau untuk penyelenggaraan event 
 bersejarah bagi NU tersebut. 
 >    
 >   "Kami telah memperoleh lampu hijau dari PB NU. Karenanya, 
 mukerwil salah satunya juga membahas rencana persiapan hajat nasional 
 tersebut," tutur Wahidi.
 >    
 >   Selain mukerwil, di Kampus Hijau juga digelar Konferwil Torekot 
 Idarah Al Mutabaroh An Nahdiyah. Hasilnya, terpilih sebagai ketua 
 rois untuk masa khidmat 2007 - 2012, K.H. Zainal Achyar dari Pontren 
 Babusalam Kab. Bandung dan sebagai Mudir, K.H. Muslich Abdurokhim 
 dari Pontren Citangkolo, Kota Banjar.(A-93)***
 > 
 >  
 > ---------------------------------
 >  Get your own web address.
 >  Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
 > 
 > [Non-text portions of this message have been removed]
 >
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke