Diberitahukan kepada seluruh santri/wali santri/kerabat/kolega beserta alumni 
Pesantren Darus Sholah bahwa puncak peringatan 1000 hari wafatnya Alm KH Yusuf 
Muhammad akan dilaksanakan pada:

Hari___:Ahad/minggu, 2 September 2007
Jam___: 13 00 WIB
Tempat: Halaman PP Darus Sholah

Beberapa rangkaian acara peringatan dimulai dengan Khotmil Qur'an mulai sabtu 
malam minggu hingga pagi harinya.

Dan hari minggu pukul 09.00 Wib akan dilaksanakan acara pertemuan Alumni.

Informasi ini sekaligus sebagai Undangan kepada seluruh Alumni dimanapun berada 
untuk dapat mengikutinya.

Kepada segenap Wali santri/kerabat/kolega yang tidak berkesempatan menghadiri 
secara langsung, kami memohon dengan segala kerendahan hati untuk bertawassul 
membaca surat Al-Fatihah dan atau Tahlil untuk Al-Marhum.

Demikian Informasi ini kami sampaikan atas segala bantuan dan perhatiannya 
disampaikan FajazakumuLlohu Ahsanal Jazaa, iyyakum Syukron Jaziilan 'Ala 
samahatikum. 
  ----- Original Message ----- 
  From: dumas 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, September 01, 2007 1:25 PM
  Subject: [kmnu2000] Lewat Duta juga bisa Gus Nasrul!



  Gus Nasrul, 

  Kami kira, Gus Nasrul bisa memanfaatkan pelbagai sarana yang tentu di 
lingkungan Nahdliyin.
  Duta juga bisa mewadahi unek-unek warganya. 

  Bila ide atau usulan ditulis, tentu Kiai Hasyim atau Mbah Sahal juga baca. 
Jadi, bisa dikirim ke Duta, gus.

  Salam,
  Riadi Ngasiran
  (deks opini)

  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, September 01, 2007 1:44 PM
  Subject: Re: Fw: [kmnu2000] Surat Terbuka di NU Online (perlukah?)

  Jangan2 sesama nahdliyyin tapi beda "madzhab" .. :)
  Saya kira dari pihak redaksi NU online, misal mas Anam bisa ngasih argumen yg 
pas .. apa saking berjubelnya tulisan jadi selektif nya super alot atau 
bagaimana?

  Saya secara pribadi, tulisan2 mas Nasrul dengan julukan "gusgaul-nya" ini 
bisa menjadi inspirator penulis2 muda nahdliyyin yang berkelas .. seperti yg 
selama ini kebanyakan dari kader2 liberal di JIL (mas Ulil, Pak Moqsith dll)

  Apalagi kadang mas nasrul pernahnya menginisialikan dirinya dengan nama 
-santri Gus Dur- yang mungkin beda alur :), pasti Hidayatullah mungkin bisa 
mikir2 lagi untuk naruh tulisannya ke media onlinenya.

  Nasrulloh Afandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
  Kang Muhlisin,

  Yang saya pahami selama ini, 
  rubrik "Buku Tamu" itu identiknya hanya sebagai media silaturrahim antar 
member mungkin? Atau maksimalnya sebagai media 'sowan'. Sedangkan ciri khas 
Nahdliyin alias 'prajurit NU' biasanya kalau sowan kepada para 'jenderalnya', 
ya 'menundukkan kepala'?

  Dengan nama rubrik lain, misalnya rubrik "Suara Nahdliyyin", "Aspirasi 
Nahdliyyin" atau apa namanya(?) Itulebih spesifik, bukan? Sekaligus 
'memprovokasi' alias menjelaskan bahwa Nahdliyin komunitas 'akar bumi' setiap 
saat dipersilahkan untuk 'mengangkat kepala' dihadapan para elitnya dalam 
menyampaikan aspirasi, atau 'kedongkolan' dan 'saudara-saudaranya'? Tidak hanya 
menundukkan kepala.

  Jika, surat pembaca dari Nahdliiyin kepada para elitnya di media lain dimuat, 
kenapa NU Online, tidak?

  Atau bagaimana? 

  Nasrul,

  ----- Original Message ----- 
  From: Mukhlisin 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 30, 2007 8:34 AM
  Subject: Re: [kmnu2000] Surat Terbuka di NU Online (perlukah?)

  Gus Nasrullah,
  Bukankah sarana untuk keperluan suara pembaca atau nahdliyyin sudah bisa kita 
sampaikan lewat rubrik "BUKU TAMU"?
  Selain bukut tamu, setiap berita atau artikel di NU Online juga diberi tempat 
kepada pembaca untuk memberi komentar atas berita terkait.

  Salam,
  Mukhlisin

  ----- Original Message ----- 
  From: Nasrulloh Afandi 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 30, 2007 12:57 AM
  Subject: [kmnu2000] Surat Terbuka di NU Online (perlukah?)

  Dear Redaksi NU Online, 

  Salam,

  Saya(rakyat NU) Kadang berangan-angan:

  Mungkin ada baiknya jika NU Online ditambah rubrik "Surat Terbuka" atau 
'Surat Pembaca' atau entah apa namanya? Tidak hanya media informasi, sekaligus 
jembatan aspirasi?

  Bisa jadi sangat banyak 'rakyat NU' yang ingin menyampaikan aspirasi, 
unek-unek atau sejenisnya kepada para 'jenderalnya' yang 'berbintang sembilan' 
itu di setiap waktu, apalagi setiap menjelang pilpres, pilgub, pilkada sampai 
pil-lurah? 

  Realitasnya tidak semua Nahdliyin adalah kolomnis, bukan? Alias banyak yang 
tertarik hanya sekedar menulis surat pembaca?

  Beberapa kali surat ini saya kirim ke [EMAIL PROTECTED], entah kenapa mental 
trus. 

  Akhirnya kutulis di sini. Sekaligus bermusyawarah dengan kawan-kawan. Baik 
atau tidak usulanku semacam ini?

  Nasrul, 
  (Sedang merintis PCI NU di Maroko) at all

  ---------------------------------
  Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links. 

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]

  ---------------------------------
  Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
  Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

  [Non-text portions of this message have been removed]

  Regards,

  [EMAIL PROTECTED]

  ---------------------------------
  Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
  Visit the Yahoo! Auto Green Center.

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke