Mas Riadi, et all
Terimakasih atas infonya.
Duta Masyarakat(versi cetak) beredar ga yah di Jawa Barat, Cirebon dan
sekitarnya?
Sebenarnya yang saya maksud itu sederhana saja.
Beberapa waktu yang lalu(ketika saya ada di Indonesia) saya sowan ke beberapa
kiai sepuh pesantren sekaligus ngobrol² dengan para santri senior di
pesantren-pesantren tersebut.
Kebanyakan para santri senior dari beberapa pesantren itu, termasuk beberapa
kiai pengasuh pesantren-pesantren NU tulen yang tidak mengakrabi dunia politik,
otomatis jauh dari kepungan media.
Yachhh katanya sich kepingin banget nyampeiin unek-unek ke-NU- an via media,
tapi sekiranya bisa dibaca langsung oleh yang berkaitan(para elite NU yang
kadang-kadang 'membajak' NU) itu. Biar puas, katanya.
Kalau di media publik yang tidak punya 'hubungan darah' dengan NU, khan belum
tentu dibaca oleh mayoritas tokoh NU(?)
Kalau pribadi saya sich, cukup nyampein unek-unek di Radar Cirebon atau Radar
Indramayu aja, maklum cinta kampung halaman;) he he...
Jadi, begitu... (Sorry meminjam bahasa mas Anam)
Nasrul
(bukan gus, mudah-mudahan sih dapet istri dari Jawa Timur/yang bisa
menularkan gelar ''Gus'' padaku)
dumas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Gus Nasrul,
Kami kira, Gus Nasrul bisa memanfaatkan pelbagai sarana yang tentu di
lingkungan Nahdliyin.
Duta juga bisa mewadahi unek-unek warganya.
Bila ide atau usulan ditulis, tentu Kiai Hasyim atau Mbah Sahal juga baca.
Jadi, bisa dikirim ke Duta, gus.
Salam,
Riadi Ngasiran
(deks opini)
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [email protected]
Sent: Saturday, September 01, 2007 1:44 PM
Subject: Re: Fw: [kmnu2000] Surat Terbuka di NU Online (perlukah?)
Jangan2 sesama nahdliyyin tapi beda "madzhab" .. :)
Saya kira dari pihak redaksi NU online, misal mas Anam bisa ngasih argumen yg
pas .. apa saking berjubelnya tulisan jadi selektif nya super alot atau
bagaimana?
Saya secara pribadi, tulisan2 mas Nasrul dengan julukan "gusgaul-nya" ini bisa
menjadi inspirator penulis2 muda nahdliyyin yang berkelas .. seperti yg selama
ini kebanyakan dari kader2 liberal di JIL (mas Ulil, Pak Moqsith dll)
Apalagi kadang mas nasrul pernahnya menginisialikan dirinya dengan nama -santri
Gus Dur- yang mungkin beda alur :), pasti Hidayatullah mungkin bisa mikir2 lagi
untuk naruh tulisannya ke media onlinenya.
Nasrulloh Afandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kang Muhlisin,
Yang saya pahami selama ini,
rubrik "Buku Tamu" itu identiknya hanya sebagai media silaturrahim antar member
mungkin? Atau maksimalnya sebagai media 'sowan'. Sedangkan ciri khas Nahdliyin
alias 'prajurit NU' biasanya kalau sowan kepada para 'jenderalnya', ya
'menundukkan kepala'?
Dengan nama rubrik lain, misalnya rubrik "Suara Nahdliyyin", "Aspirasi
Nahdliyyin" atau apa namanya(?) Itulebih spesifik, bukan? Sekaligus
'memprovokasi' alias menjelaskan bahwa Nahdliyin komunitas 'akar bumi' setiap
saat dipersilahkan untuk 'mengangkat kepala' dihadapan para elitnya dalam
menyampaikan aspirasi, atau 'kedongkolan' dan 'saudara-saudaranya'? Tidak hanya
menundukkan kepala.
Jika, surat pembaca dari Nahdliiyin kepada para elitnya di media lain dimuat,
kenapa NU Online, tidak?
Atau bagaimana?
Nasrul,
----- Original Message -----
From: Mukhlisin
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 30, 2007 8:34 AM
Subject: Re: [kmnu2000] Surat Terbuka di NU Online (perlukah?)
Gus Nasrullah,
Bukankah sarana untuk keperluan suara pembaca atau nahdliyyin sudah bisa kita
sampaikan lewat rubrik "BUKU TAMU"?
Selain bukut tamu, setiap berita atau artikel di NU Online juga diberi tempat
kepada pembaca untuk memberi komentar atas berita terkait.
Salam,
Mukhlisin
----- Original Message -----
From: Nasrulloh Afandi
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 30, 2007 12:57 AM
Subject: [kmnu2000] Surat Terbuka di NU Online (perlukah?)
Dear Redaksi NU Online,
Salam,
Saya(rakyat NU) Kadang berangan-angan:
Mungkin ada baiknya jika NU Online ditambah rubrik "Surat Terbuka" atau 'Surat
Pembaca' atau entah apa namanya? Tidak hanya media informasi, sekaligus
jembatan aspirasi?
Bisa jadi sangat banyak 'rakyat NU' yang ingin menyampaikan aspirasi, unek-unek
atau sejenisnya kepada para 'jenderalnya' yang 'berbintang sembilan' itu di
setiap waktu, apalagi setiap menjelang pilpres, pilgub, pilkada sampai
pil-lurah?
Realitasnya tidak semua Nahdliyin adalah kolomnis, bukan? Alias banyak yang
tertarik hanya sekedar menulis surat pembaca?
Beberapa kali surat ini saya kirim ke [EMAIL PROTECTED], entah kenapa mental
trus.
Akhirnya kutulis di sini. Sekaligus bermusyawarah dengan kawan-kawan. Baik atau
tidak usulanku semacam ini?
Nasrul,
(Sedang merintis PCI NU di Maroko) at all
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]
Regards,
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
[Non-text portions of this message have been removed]