Ini kasus pertama, aturan untuk memilih dan menjaga jarak NU dari politik praktis.
Kita lihat saja perkembangannya. Guntur --- In [email protected], "myaang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Anis, > > Saya hanya melihat kontrak Jamiyah yang diteken itu. Apapun dalih Ali > Maschan soal AD/ART, ia telah mengingkari kontrak jamiyah. Dia tidak > seharusnya maju cawagub. Semoga saja Syuriah Jatim tetap pada > pendiriannya. > > Rois Syuriah PWNU Jatim, Yai Miftah, waktu umroh juga mampir ke Mesir > selama > lima hari. Sayang sembunyi2. Saya coba kontak ketika beliau sampai di > sini, > tapi susah menyediakan waktu untuk kawan2. > > Beliau dan rombongan hanya sehari di Kairo, lalu berkunjung ke kota2 > Mesir > lainnya. > > ===== > > Berikut dali Pak Ali Maschan, yang ngotot maju cawagub, dengan > mengesampingkan kontrak jamiyahnya: > > > Selasa, 25 Maret 2008 10:00:00 > Ali Maschan : Non-Aktif Sudah Sesuai 'Kontrak Jam'iyah' > > Surabaya-RoL--Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Partai > Golkar DR > KH Ali Maschan Moesa MSi (Ketua PWNU Jatim yang diberhentikan Syuriah PWNU > Jatim) memilih untuk non-aktif hingga 8 Agustus, karena langkah itu sudah > dinilai sesuai dengan "kontrak jam'iyah" (perjanjian tertulis di depan > pengurus NU se-Jatim). > > "Saya sudah mengajukan surat non-aktif ke PBNU sejak Sabtu (22/3) > sampai 8 Agustus dengan menunjuk Drs H Ibnu Anshori (Wakil Ketua PWNU > Jatim) > sebagai Plh (Pelaksana Harian) Ketua PWNU Jatim, tapi saya nggak menunggu > jawaban PBNU, karena sudah sesuai dengan AD/ART dan 'kontrak jam'iyah'," > katanya kepada ANTARA di Surabaya, Selasa. > > Menurut dia, kontrak jam'iyah yang ditandatangani bersama Rois > Syuriah > PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU > Jatim > di Probolinggo pada awal November 2007 itu sudah dibicarakan dengan 43 > pengurus cabang NU se-Jatim dan 35 pengurus menyatakan tidak ada masalah > dengan AD/ART. > > "Itu karena banyak orang yang tak tahu isi kontrak jam'iyah, padahal > isinya ada empat butir yakni siap mengabdi dengan ihlas sesuai Qonun > Asasi, > siap memimpin NU dengan mentaati AD/ART, tidak terlibat dalam politik > praktis, dan bersedia mundur bila terlibat dalam jabatan politik praktis," > katanya. > > Masalahnya, katanya, orang hanya melihat "kontrak jam'iyah" dari > butir > ketiga dan keempat, padahal kontrak jam'iyah itu tetap harus kembali > kepada > AD/ART, sedangkan mundur itu terkait dengan jabatan di DPR/DPRD, bukan > terkait dengan jabatan lain (misalnya, jabatan sebagai eksekutif). > > "Hal itu juga dilakukan pak Adnan (Ketua PWNU Jateng) dan Fauzi Bowo > (Ketua PWNU DKI Jakarta yang akhirnya mundur karena terpilih sebagai > Gubernur DKI Jakarta)," kata doktor Ilmu Sosial dari Universitas Airlangga > (Unair) Surabaya itu. > > Ketika ditanya kenapa hal itu tak dikonsultasikan dengan jajaran > Syuriah PWNU Jatim sebagai pengendali kekuasaan tertinggi di NU, pengasuh > Pesantren Luhur "Al-Husna" Jemurwonosari, Surabaya itu mengaku langkahnya > sudah sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi) Nomor 5/2006 yakni > mengajukan > cuti ke PBNU dan menunjuk salah satu wakil ketua sebagai Plh. > > Sebelumnya, jajaran Syuriah (pengarah) PWNU Jawa Timur memecat > (memberhentikan) Ketua PWNU Jatim DR KH Ali Maschan Moesa MSi terhitung > sejak 22 Maret 2008, karena melanggar kontrak jam'iyah dan tidak patuh > kepada syuriah terkait keterlibatan dalam Pilgub Jatim. > > "Syuriah sudah memutuskan rapat dan sebelumnya sudah dikoordinasikan > dengan Ali Maschan dan dia tetap saja (non-aktif), karena itu > menimbang Ali > Maschan sudah dengan menyalahi tugas sebagai ketua PWNU Jatim dan melawan > kewenangan syuriah, maka diputuskan Ali Maschan berhalangan tetap," kata > Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar. > > Dalam pesan singkat (SMS) dari Mekkah kepada ANTARA Surabaya (22/3), > Rois Syuriah PWNU Jatim yang sedang umroh itu menegaskan bahwa tugas Ali > Maschan selanjutnya diambil alih syuriah sampai ada pergantian pengurus > sebagaimana mekanisme yang diatur dalam AD/ART. > > Rapat Syuriah PWNU Jatim yang memutuskan pemberhentian itu > dihadiri KH > Agoes Ali Masyhuri (Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim/Sidoarjo) dan beberapa > anggota syuriah, diantaranya KH Abdurrahman Navis Lc (Surabaya), KH Anwar > Manshur (Kediri), dan KH Husin Zuhri (Lumajang). > > Selain itu, KH Zainuddin Djazuli (Ploso, Kediri), KH Mudatsir > Badruddin (Pamekasan), KH Yasin Asmuni (Kediri), KH Abdul Matin > (Tuban), KH > Muin Arif (Tulungagung), dan KH Nuruddin A Rachman (Bangkalan), > sedangkan KH > Miftachul Akhyar dan KH Mutawakkil Alallah sedang umroh tapi sudah > diberitahu tentang rencana rapat pleno dan hasilnya. > > Dalam keputusan itu, Ali Maschan dinilai berhalangan tetap, karena > dinilai melanggar kontrak jam'iyah (perjanjian tertulis di depan peserta > konferensi wilayah NU Jatim di Probolinggo pada awal November 2007) dan > melanggar AD/ART NU serta keputusan Muktamar ke-27 di Situbondo (1984). > > AD/ART NU yang dilanggar Ali Maschan Moesa adalah Bab VII pasal 11 > ayat 3 dan 4 tentang kepengurusan bahwa tanfiziyah dapat diberhentikan > syuriah bila syuriah berpendapat benar-benar telah terjadi pelanggaran > terhadap jam'iyah (organisasi) dan agama. > > "Kami bukan tidak mengerti AD/ART, tapi dia (Ali Maschan) seharusnya > memahami kontrak jam'iyah mulai dari butir pertama yang sifatnya umum > hingga > butir terakhir yang merupakan inti dari kontrak jam'iyah itu sendiri, > kemudian dia juga tidak pernah mengkonsultasikan sikapnya dengan syuriah," > katanya. ant/fif > > > > > > > --- In [email protected], "Anis Masduki" <anismasduki@> wrote: > > > > Salam, > > > > AD/ART NU tentang rangkap jabatan memang masih multi tafsir. Ada > > yang tekstualis sebagaimana Hasyim atau subtansialis seperti Gus > > Sholah. Menurut Gus Sholah, bobot konflik seorang cawagub dan > > cawapres lebih besar, maka akan lebih afdlol jika mengundurkan diri > > dan tidak ada istilah non-aktif. Tapi tidak menurut Hasyim. > > > > Nah, Sikap Syuriah Jatim ini memang menarik!! Tegas dengan kontrak > > jami'ah yang dibuat sebelumnya. Saya kira kontrak jami'ah ini > > memperkuat sikap yang dipilih Gus Sholah. So, Mas Ghofur sendiri > > gimana mas? ;) > > > > > > Salam, > > AM > > >
