kalau begitu, saya kecele, saya juga minta maaf. Saran saya apabila
mereply sebaiknya isi e-mail yang direply supaya dicantumkan jangan
didelete, agar tidak salah faham terutama bagi yang namanya mirip.

Wassalam
Abdul Mu'iz

> Salam,
>
>   Maaf, surat saya bukan untuk Anda, Abdul Mu'iz, melainkan untuk Abdul
> Muid.
>
>   ini emailnya Abdul Mu'id ([EMAIL PROTECTED]):
>
>   Dari dulu Gusdur emang ambisius, 15 tahun saya malu menjadi NU karena
> punya pemimpin Gusdur.
> Mime-Version: 1.0
> Content-Transfer-Encoding: 7bit
> Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
>
> Kepemimpinannya bergaya wali alias keputusannya tidak mau dikoreksi karena
> belum maqomnya. Dan yang tahu hanya maqom-maqom sekelas Gusdur. Warga Nu
> dianggap bodoh jika sudah berhadapan dengan sosok Gusdur.
>
> Itulah bapak demokrasi kita.
>
>   Masalah kesopanan, saya memang tidak bisa sopan kepada Abdul Mu'id yang
> memang juga tidak sopan, kepada salah satu orang yang telah memberi
> inspirasi kepada saya, dan 80 juta warga NU. lihat saja email Mu'id,
> tidakmemberi salam dan tidak membubuhi nama di bawahnya.
>
>   Mohon maaf kalau Anda ikut tersinggung.
>
>   Salam,
>
>   hamzah sahal
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>           hi hamzah sahal,
>
> saya ralat penyebutan anda terhadap nama saya, nama saya bukan abdul mu'id
> melainkan abdul mu'iz, apa anda moderator sehingga dengan angkuhnya
> mengusir member milist ini ???, setahu saya orang NU itu santun dan
> menghargai sikap dan pendapat orang lain. Saya sebenarnya mencoba
> menguraikan apa adanya tanpa ada tendensi apa-apa mengenai gusdur. Kalau
> salah saya tidak keberatan dikoreksi, namanya saja diskusi di dunia maya.
> Anda tidak mengoreksi substansi opini saya tetapi lebih menyoroti pribadi
> saya dan menghakimi secara tidak fair. Kalau main usir ya bagusnya Anda
> mendirikan millist yang membernya adalah orang-orang yang tidak boleh
> berbeda pendapat, semuanya serba seragam saja, mengaminkan tanpa boleh
> mengoreksi, padahal imam shalat saja yang salah boleh ditegur kok.
>
> Saya yakin gusdur itu tidak suka dibela secara membabibuta seperti Anda.
> Maaf saya keberatan melanjutkan diskusi ini dengan Anda, apabila Anda
> bersikap tidak proporsional, emosional dan minta menang sendiri.
>
> wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>> Salam,
>>
>> Hi Abdul Mu'id, Siapa Anda?
>> Anda pasti penyusup!
>> Anda pasti bukan orang NU!
>> Atau Anda pasti orang NU yang telah berkhianat!
>>
>> Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
>> Beliau telah menginspirasi jutaan orang di negeri ini, bukan hanya orang
>> NU.
>>
>> Semua orang NU, baik yang sekarang bersebrangan atau tidak, mengakui
>> eksistensi Gus Dur sebagai Pembuka cakrawala berpikir, Pembela hak-hak
>> sipil, Pejuang masyarakat pinggiran, dll.
>>
>> Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
>> saya dan 80 juta warga NU mencintai dan menghormatinya dengan tulus.
>> Saat ini, saya dan 80 juta warga NU masih mengakui sebagai pribadi yang
>> multitalenta.
>>
>> Hi Abdul Mu'id, belum ada di negeri ini yang menyamai ke dalaman ilmu
>> pengetahuannya yang lintas disiplin. Orang yang sehat, pasti mengekui
>> itu.
>>
>> Jangan salah, saya tidak sedang menyatakan kesempurnaan Gus Dur sebagai
>> manusia. Gus Dur, sebagai manusia, tetap seperti manusia, punya salah
>> dan kekeliruan.
>>
>> Hi Abdul Mu'id, pernyataan Anda tidak akan menggeser secuil pun
>> kecintaan dan kehormatan saya dan 80 juta warga NU kepada Gus Dur.
>>
>> Dengan segala hormat, kalau dugaan saya bahwa Anda bukan orang NU,
>> sebaiknya Anda segera keluar dari ruangan ini!
>>
>>
>> salam,
>>
>> hamzah sahal
>>
>>
>>
>>
>> ---------------------------------
>> Like movies? Here's a limited-time offer: Blockbuster Total Access for
>> one
>> month at no cost.
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
> Total Access, No Cost.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


Kirim email ke