Gus Dur memang hebat. Banyak orang yang mengelu-elukan Gus Dur, terutama di
lingkungan NU dan kelompok minoritas. Ia cukup elegan dan memesona banyak
orang. Ia pula kontroversial, paradigmatik dan cerdas. Itulah gambaran gus dur
dulu.Saat ini, ketika berkecimpung dalam politik ia mempunyai banyak musuh,
bukan hanya non NU tapi juga internal NU dan PKB. Ini pula yang membuat
kharisma gus dur turun. Semua orang juga mengakui hal ini, kecuali orang-orang
yang fanatik.
Gus Dur akan lebih mempesona dan menarik jika ia diposisikan sebagai guru
bangsa yang dijauhkan dari pelbagai kepentingan politik yang kotor dan
segelintir orang. Cobalah sekali-kali jangan memanfaatkan wibawa dan pengaruh
gus dur untuk kepentingan pribadi. Jangan bodohi dan racuni gus dur dengan
hal-hal yang tak sehat untuk dicerna oleh mata, telinga, hati dan pikiran. Itu
jika kita semua mencintainya. Jika tidak mencintainya, ya monggo terserah saja.
Hatim Gazali
Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mas Hamzah,
Gus Dur kog dibela...hehehe
Boleh saja berbaik sangka dengan apa yang dilakukan Gus Dur, meskipun aneh
bin nyeleneh, karena masing-masing orang punya sensasi spiritual dan
emosional yang berbeda-beda.
Namun memang pada beberapa hal beliau itu keterlaluan. Banyak sikap dan
prilakunya yang aneh, lalu ditambah sentimen para lawan politiknya
(resikonya jadi politisi ya begini-ini), yang kemudian bikin para
penggemarnya (yang "assawadul a'dlom" itu) mundur-teratur ...
Bagi orang Islam yang baru hendak mengenal Gus Dur dan pemikirannya akan
melihat yang dilakukannya terlalu jauh, dan weleh-weleh... Ada statemen yang
umum misalnya begini: "Kiai koq malah mendukung pornografi..." Sementara itu
Gus Dur tidak bisa memaksa orang untuk memikirkannya secara historis....
Jadi ya so what gitu looooohhh
Salam,
Anam
2008/4/1 hamzah sahal <[EMAIL PROTECTED]>:
> Salam,
>
> Maaf, surat saya bukan untuk Anda, Abdul Mu'iz, melainkan untuk Abdul
> Muid.
>
> ini emailnya Abdul Mu'id ([EMAIL PROTECTED] <moeidzahid%40telkom.net>
> ):
>
> Dari dulu Gusdur emang ambisius, 15 tahun saya malu menjadi NU karena
> punya pemimpin Gusdur.
> Mime-Version: 1.0
> Content-Transfer-Encoding: 7bit
> Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
>
> Kepemimpinannya bergaya wali alias keputusannya tidak mau dikoreksi karena
> belum maqomnya. Dan yang tahu hanya maqom-maqom sekelas Gusdur. Warga Nu
> dianggap bodoh jika sudah berhadapan dengan sosok Gusdur.
>
> Itulah bapak demokrasi kita.
>
> Masalah kesopanan, saya memang tidak bisa sopan kepada Abdul Mu'id yang
> memang juga tidak sopan, kepada salah satu orang yang telah memberi
> inspirasi kepada saya, dan 80 juta warga NU. lihat saja email Mu'id,
> tidakmemberi salam dan tidak membubuhi nama di bawahnya.
>
> Mohon maaf kalau Anda ikut tersinggung.
>
> Salam,
>
> hamzah sahal
>
>
> [EMAIL PROTECTED] <quality%40posindonesia.co.id> wrote:
> hi hamzah sahal,
>
> saya ralat penyebutan anda terhadap nama saya, nama saya bukan abdul mu'id
> melainkan abdul mu'iz, apa anda moderator sehingga dengan angkuhnya
> mengusir member milist ini ???, setahu saya orang NU itu santun dan
> menghargai sikap dan pendapat orang lain. Saya sebenarnya mencoba
> menguraikan apa adanya tanpa ada tendensi apa-apa mengenai gusdur. Kalau
> salah saya tidak keberatan dikoreksi, namanya saja diskusi di dunia maya.
> Anda tidak mengoreksi substansi opini saya tetapi lebih menyoroti pribadi
> saya dan menghakimi secara tidak fair. Kalau main usir ya bagusnya Anda
> mendirikan millist yang membernya adalah orang-orang yang tidak boleh
> berbeda pendapat, semuanya serba seragam saja, mengaminkan tanpa boleh
> mengoreksi, padahal imam shalat saja yang salah boleh ditegur kok.
>
> Saya yakin gusdur itu tidak suka dibela secara membabibuta seperti Anda.
> Maaf saya keberatan melanjutkan diskusi ini dengan Anda, apabila Anda
> bersikap tidak proporsional, emosional dan minta menang sendiri.
>
> wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> > Salam,
> >
> > Hi Abdul Mu'id, Siapa Anda?
> > Anda pasti penyusup!
> > Anda pasti bukan orang NU!
> > Atau Anda pasti orang NU yang telah berkhianat!
> >
> > Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
> > Beliau telah menginspirasi jutaan orang di negeri ini, bukan hanya orang
> > NU.
> >
> > Semua orang NU, baik yang sekarang bersebrangan atau tidak, mengakui
> > eksistensi Gus Dur sebagai Pembuka cakrawala berpikir, Pembela hak-hak
> > sipil, Pejuang masyarakat pinggiran, dll.
> >
> > Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
> > saya dan 80 juta warga NU mencintai dan menghormatinya dengan tulus.
> > Saat ini, saya dan 80 juta warga NU masih mengakui sebagai pribadi yang
> > multitalenta.
> >
> > Hi Abdul Mu'id, belum ada di negeri ini yang menyamai ke dalaman ilmu
> > pengetahuannya yang lintas disiplin. Orang yang sehat, pasti mengekui
> > itu.
> >
> > Jangan salah, saya tidak sedang menyatakan kesempurnaan Gus Dur sebagai
> > manusia. Gus Dur, sebagai manusia, tetap seperti manusia, punya salah
> > dan kekeliruan.
> >
> > Hi Abdul Mu'id, pernyataan Anda tidak akan menggeser secuil pun
> > kecintaan dan kehormatan saya dan 80 juta warga NU kepada Gus Dur.
> >
> > Dengan segala hormat, kalau dugaan saya bahwa Anda bukan orang NU,
> > sebaiknya Anda segera keluar dari ruangan ini!
> >
> >
> > salam,
> >
> > hamzah sahal
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Like movies? Here's a limited-time offer: Blockbuster Total Access for
> one
> > month at no cost.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
>
> ---------------------------------
> You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
> Total Access, No Cost.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]