Yah fenomena Gusdur .. hanya Allah dan Gusdur saja yang tahu.
Terlepas dari semua itu, kita ini katanya orang Islam... tapi saya lihat
masih aja saling menjelek2kan, berpikiran buruk, mencaci dsb lah..
Saya juga bukan santrinya GD apalagi mantan lurah pesantrennya, tapi apakah
kita harus meninggalkan ajaran Islam untuk tetap berprasangka, bertindak tanduk
dan berucap dengan baik hanya karena kita pikir kita tahu jalan/skenario yang
paling benar???
Kita doakan saja semoga yang dipecat mendapatkan hikmah yang paling baik,
yang memecat juga tambah sehat dan bijak, dan yang mencaci diberi rahmat itu
aja kok repot.
Kalau ada yang bilang lebih baik GD menjadi guru bangsa dibanding Kyai dan
politisi.
Itukan skenario dalam otak kita.... Yakinlah Tuhan tidak pernah tidur...
Apapun yang terjadi sekarang ini adalah yang terbaik menurut-Nya...
Jadi mari selalu belajar dan mengambil hikmah-Nya, dan jangan mendahului
"kehendak" Tuhan. Coba introspeksi diri apakah kita lebih baik dari GD? Sejauh
mana maslahat yang telah kita berikan buat umat.....
gitu ajalah....jika kita memang mencintai NU dan semua para pemimpinnya, maka
ya kurangi berprasangka,berpikir, bertindak buruk dan doakan semoga mereka bisa
mengembang amanah dengan baik....
aa
hamzah sahal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,
Maaf, surat saya bukan untuk Anda, Abdul Mu'iz, melainkan untuk Abdul Muid.
ini emailnya Abdul Mu'id ([EMAIL PROTECTED]):
Dari dulu Gusdur emang ambisius, 15 tahun saya malu menjadi NU karena punya
pemimpin Gusdur.
Mime-Version: 1.0
Content-Transfer-Encoding: 7bit
Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
Kepemimpinannya bergaya wali alias keputusannya tidak mau dikoreksi karena
belum maqomnya. Dan yang tahu hanya maqom-maqom sekelas Gusdur. Warga Nu
dianggap bodoh jika sudah berhadapan dengan sosok Gusdur.
Itulah bapak demokrasi kita.
Masalah kesopanan, saya memang tidak bisa sopan kepada Abdul Mu'id yang memang
juga tidak sopan, kepada salah satu orang yang telah memberi inspirasi kepada
saya, dan 80 juta warga NU. lihat saja email Mu'id, tidakmemberi salam dan
tidak membubuhi nama di bawahnya.
Mohon maaf kalau Anda ikut tersinggung.
Salam,
hamzah sahal
[EMAIL PROTECTED] wrote:
hi hamzah sahal,
saya ralat penyebutan anda terhadap nama saya, nama saya bukan abdul mu'id
melainkan abdul mu'iz, apa anda moderator sehingga dengan angkuhnya
mengusir member milist ini ???, setahu saya orang NU itu santun dan
menghargai sikap dan pendapat orang lain. Saya sebenarnya mencoba
menguraikan apa adanya tanpa ada tendensi apa-apa mengenai gusdur. Kalau
salah saya tidak keberatan dikoreksi, namanya saja diskusi di dunia maya.
Anda tidak mengoreksi substansi opini saya tetapi lebih menyoroti pribadi
saya dan menghakimi secara tidak fair. Kalau main usir ya bagusnya Anda
mendirikan millist yang membernya adalah orang-orang yang tidak boleh
berbeda pendapat, semuanya serba seragam saja, mengaminkan tanpa boleh
mengoreksi, padahal imam shalat saja yang salah boleh ditegur kok.
Saya yakin gusdur itu tidak suka dibela secara membabibuta seperti Anda.
Maaf saya keberatan melanjutkan diskusi ini dengan Anda, apabila Anda
bersikap tidak proporsional, emosional dan minta menang sendiri.
wassalam
Abdul Mu'iz
> Salam,
>
> Hi Abdul Mu'id, Siapa Anda?
> Anda pasti penyusup!
> Anda pasti bukan orang NU!
> Atau Anda pasti orang NU yang telah berkhianat!
>
> Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
> Beliau telah menginspirasi jutaan orang di negeri ini, bukan hanya orang
> NU.
>
> Semua orang NU, baik yang sekarang bersebrangan atau tidak, mengakui
> eksistensi Gus Dur sebagai Pembuka cakrawala berpikir, Pembela hak-hak
> sipil, Pejuang masyarakat pinggiran, dll.
>
> Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
> saya dan 80 juta warga NU mencintai dan menghormatinya dengan tulus.
> Saat ini, saya dan 80 juta warga NU masih mengakui sebagai pribadi yang
> multitalenta.
>
> Hi Abdul Mu'id, belum ada di negeri ini yang menyamai ke dalaman ilmu
> pengetahuannya yang lintas disiplin. Orang yang sehat, pasti mengekui
> itu.
>
> Jangan salah, saya tidak sedang menyatakan kesempurnaan Gus Dur sebagai
> manusia. Gus Dur, sebagai manusia, tetap seperti manusia, punya salah
> dan kekeliruan.
>
> Hi Abdul Mu'id, pernyataan Anda tidak akan menggeser secuil pun
> kecintaan dan kehormatan saya dan 80 juta warga NU kepada Gus Dur.
>
> Dengan segala hormat, kalau dugaan saya bahwa Anda bukan orang NU,
> sebaiknya Anda segera keluar dari ruangan ini!
>
>
> salam,
>
> hamzah sahal
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Like movies? Here's a limited-time offer: Blockbuster Total Access for one
> month at no cost.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]