Salam,

Gus Dur memang perlu dibela, karena dia manusia biasa. Ia bukan Tuhan yang 
tidak perlu dibela. Bagitu mungkin Kang Anam.

Kemarahan saya sama Sdr. Mu'id bukanlah ekspresi pembelaan yang membabi buta 
kepada Gus Dur, dan juga tidak sedang mengatakan bahwa Gus Dur tak pernah 
berbuat salah, apalagi kultus Individu seperti yang sering dituduhkan 
kawan-kawan modernis.

Yang sedang saya ungkapkan adalah, selama NU dipimpin Gus Dur lebih banyak 
maslahahnya ketimbang madaratnya. Kalau boleh saya prosentasekan, maslahahnya 
80%, 15% tidak maslahah dan tidak madarat, sementara sisanya, 5%, madarat. Dan 
saya yakin, Pak Hasyim Muzadi, KH Syukron Makmun, KH Maruf Amin misalnya, yang 
hari ini tidak pernah pertemu dengan Gus Dur juga menilai saya dengan saya, 
minus prosentase.

Oleh karena, saya bangga selama Gus Dur memimpin NU.

Pernyataan ini sungguh perbeda dengan Sdr. Mu'id yang malu menjadi NU.

Berapa orang yang berpendapat serupa dengan Sdr. Mu'id?
Dan kira-kira, berapa jumlah warga NU yang berpendapat sama dengan saya?

Kira-kira begitu, hehehe...
Ini komentarku yang ketiga dalam tema ini, dan yang terakhir.

salam dai tebet,

hamzah sahal


Edi purwanto El-Ada <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Siapa yang tidak kenal dengan kenylenehan dan pikiran nakal Gus Dur? Hampir 
semua orang yang ada di Negeri ini kenal dengan beliau. Mulai Artis sampai 
tandak-tandak ludruk kenal dengan beliau. Mulai dari kiyai yang paling Masyhur 
sampai Kyai kampung. Beliau adalah tokoh besar yang paling disegani di negri 
ini. 
    
   Keberadaan Gus Dur memang memberikan angin segar kelompok muda NU untuk 
berfikir bebas. Seolah Gus Dur telah membebaskan pemikiran anak-anak muda NU 
dari belenggu tirani. Tidak saja bagi kalangan muda NU, Gus Dur juga menjebol 
kran pers yang selama ini di tutup rapat-rapat oleh rezim Suharto. 
    
   Yach sosok Gus Dur memang sosok yang kontroversial. Namun di balik 
kontroversialnya itu, justru memberikan ilham-ilham baru bagi perkembangan 
pemikiran Islam di Indonesia. Beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap 
komunitas-komunitas marginal. Agama-agama yang tidak tercatat dalam SK Mentri 
Agama juga menjadi perhatian beliau. memang beliau pantas mendapatkan predikat 
sebagai bapak bangsa. Kontribusinya dalam membagun bangsa ini cukup besar.
    
   Terlepas dari itu semua, Gus Dur juga manusia seperti kita. Jadi wajar saja 
kalau Gus Dur melakukan kesalahan dan banyak kekurangan. 
   So mengapa kita musti takut dan selalu heroik jika ada kesalahan yang 
terjadi pada Gus Dur? 
   Fanatis kepada Gus Dur bolehlah tapi jangan terlalu berlebihan!
    
   salam,
    
    
   edhenk
 
 Hatim Gazali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
           Gus Dur memang hebat. Banyak orang yang mengelu-elukan Gus Dur, 
terutama di lingkungan NU dan kelompok minoritas. Ia cukup elegan dan memesona 
banyak orang. Ia pula kontroversial, paradigmatik dan cerdas. Itulah gambaran 
gus dur dulu.Saat ini, ketika berkecimpung dalam politik ia mempunyai banyak 
musuh, bukan hanya non NU tapi juga internal NU dan PKB. Ini pula yang membuat 
kharisma gus dur turun. Semua orang juga mengakui hal ini, kecuali orang-orang 
yang fanatik. 
 Gus Dur akan lebih mempesona dan menarik jika ia diposisikan sebagai guru 
bangsa yang dijauhkan dari pelbagai kepentingan politik yang kotor dan 
segelintir orang. Cobalah sekali-kali jangan memanfaatkan wibawa dan pengaruh 
gus dur untuk kepentingan pribadi. Jangan bodohi dan racuni gus dur dengan 
hal-hal yang tak sehat untuk dicerna oleh mata, telinga, hati dan pikiran. Itu 
jika kita semua mencintainya. Jika tidak mencintainya, ya monggo terserah saja.
 
 Hatim Gazali
 
 Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mas Hamzah,
 Gus Dur kog dibela...hehehe
 Boleh saja berbaik sangka dengan apa yang dilakukan Gus Dur, meskipun aneh
 bin nyeleneh, karena masing-masing orang punya sensasi spiritual dan
 emosional yang berbeda-beda.
 
 Namun memang pada beberapa hal beliau itu keterlaluan. Banyak sikap dan
 prilakunya yang aneh, lalu ditambah sentimen para lawan politiknya
 (resikonya jadi politisi ya begini-ini), yang kemudian bikin para
 penggemarnya (yang "assawadul a'dlom" itu) mundur-teratur ...
 
 Bagi orang Islam yang baru hendak mengenal Gus Dur dan pemikirannya akan
 melihat yang dilakukannya terlalu jauh, dan weleh-weleh... Ada statemen yang
 umum misalnya begini: "Kiai koq malah mendukung pornografi..." Sementara itu
 Gus Dur tidak bisa memaksa orang untuk memikirkannya secara historis....
 
 Jadi ya so what gitu looooohhh
 
 Salam,
 Anam
 
 2008/4/1 hamzah sahal <[EMAIL PROTECTED]>:
 
 > Salam,
 >
 > Maaf, surat saya bukan untuk Anda, Abdul Mu'iz, melainkan untuk Abdul
 > Muid.
 >
 > ini emailnya Abdul Mu'id ([EMAIL PROTECTED] <moeidzahid%40telkom.net>
 > ):
 >
 > Dari dulu Gusdur emang ambisius, 15 tahun saya malu menjadi NU karena
 > punya pemimpin Gusdur.
 > Mime-Version: 1.0
 > Content-Transfer-Encoding: 7bit
 > Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
 >
 > Kepemimpinannya bergaya wali alias keputusannya tidak mau dikoreksi karena
 > belum maqomnya. Dan yang tahu hanya maqom-maqom sekelas Gusdur. Warga Nu
 > dianggap bodoh jika sudah berhadapan dengan sosok Gusdur.
 >
 > Itulah bapak demokrasi kita.
 >
 > Masalah kesopanan, saya memang tidak bisa sopan kepada Abdul Mu'id yang
 > memang juga tidak sopan, kepada salah satu orang yang telah memberi
 > inspirasi kepada saya, dan 80 juta warga NU. lihat saja email Mu'id,
 > tidakmemberi salam dan tidak membubuhi nama di bawahnya.
 >
 > Mohon maaf kalau Anda ikut tersinggung.
 >
 > Salam,
 >
 > hamzah sahal
 >
 >
 > [EMAIL PROTECTED] <quality%40posindonesia.co.id> wrote:
 > hi hamzah sahal,
 >
 > saya ralat penyebutan anda terhadap nama saya, nama saya bukan abdul mu'id
 > melainkan abdul mu'iz, apa anda moderator sehingga dengan angkuhnya
 > mengusir member milist ini ???, setahu saya orang NU itu santun dan
 > menghargai sikap dan pendapat orang lain. Saya sebenarnya mencoba
 > menguraikan apa adanya tanpa ada tendensi apa-apa mengenai gusdur. Kalau
 > salah saya tidak keberatan dikoreksi, namanya saja diskusi di dunia maya.
 > Anda tidak mengoreksi substansi opini saya tetapi lebih menyoroti pribadi
 > saya dan menghakimi secara tidak fair. Kalau main usir ya bagusnya Anda
 > mendirikan millist yang membernya adalah orang-orang yang tidak boleh
 > berbeda pendapat, semuanya serba seragam saja, mengaminkan tanpa boleh
 > mengoreksi, padahal imam shalat saja yang salah boleh ditegur kok.
 >
 > Saya yakin gusdur itu tidak suka dibela secara membabibuta seperti Anda.
 > Maaf saya keberatan melanjutkan diskusi ini dengan Anda, apabila Anda
 > bersikap tidak proporsional, emosional dan minta menang sendiri.
 >
 > wassalam
 > Abdul Mu'iz
 >
 > > Salam,
 > >
 > > Hi Abdul Mu'id, Siapa Anda?
 > > Anda pasti penyusup!
 > > Anda pasti bukan orang NU!
 > > Atau Anda pasti orang NU yang telah berkhianat!
 > >
 > > Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
 > > Beliau telah menginspirasi jutaan orang di negeri ini, bukan hanya orang
 > > NU.
 > >
 > > Semua orang NU, baik yang sekarang bersebrangan atau tidak, mengakui
 > > eksistensi Gus Dur sebagai Pembuka cakrawala berpikir, Pembela hak-hak
 > > sipil, Pejuang masyarakat pinggiran, dll.
 > >
 > > Dengan segenap kekurangan yang menempel pada diri Gus Dur,
 > > saya dan 80 juta warga NU mencintai dan menghormatinya dengan tulus.
 > > Saat ini, saya dan 80 juta warga NU masih mengakui sebagai pribadi yang
 > > multitalenta.
 > >
 > > Hi Abdul Mu'id, belum ada di negeri ini yang menyamai ke dalaman ilmu
 > > pengetahuannya yang lintas disiplin. Orang yang sehat, pasti mengekui
 > > itu.
 > >
 > > Jangan salah, saya tidak sedang menyatakan kesempurnaan Gus Dur sebagai
 > > manusia. Gus Dur, sebagai manusia, tetap seperti manusia, punya salah
 > > dan kekeliruan.
 > >
 > > Hi Abdul Mu'id, pernyataan Anda tidak akan menggeser secuil pun
 > > kecintaan dan kehormatan saya dan 80 juta warga NU kepada Gus Dur.
 > >
 > > Dengan segala hormat, kalau dugaan saya bahwa Anda bukan orang NU,
 > > sebaiknya Anda segera keluar dari ruangan ini!
 > >
 > >
 > > salam,
 > >
 > > hamzah sahal
 > >
 > >
 > >
 > >
 > > ---------------------------------
 > > Like movies? Here's a limited-time offer: Blockbuster Total Access for
 > one
 > > month at no cost.
 > >
 > > [Non-text portions of this message have been removed]
 > >
 > >
 >
 > ---------------------------------
 > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
 > Total Access, No Cost.
 >
 > [Non-text portions of this message have been removed]
 >
 > 
 >
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 ---------------------------------
 You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 ---------------------------------
 You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke