http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6999&Itemid=65

Assalamu`alaykum,

Ketua MUI, KH. Cholil Ridwan mengatakan, insiden Monas  cuma “asap”. Untuk 
menghilangkannya, maka, apinya harus lebih dahulu dipadamkan
Hidayatullah.com—Ketua MUI, KH. Cholil Ridwan mengatakan, insiden Monas Ahad, 
(1/6), lalu cuma “asap”. Untuk menghilangkan asap tersebut, maka apinya harus 
dipadamkan.  

Yang dimaksud “api”, kata KH. Cholil adalah, segala tindak kekerasan terhadap 
akidah umat Islam serta penodaan terhadap Al-Quran. Bentuk kekerasan yang 
bersifat psikis ini, menurutnya sangat menyakitkan. Lebih sakit ketimbang 
serangan pisik yang bisa hilang dalam beberapa waktu.

“Ini sangat menyakitkan. Apalagi kita yang berada di MUI, yang tugaskan untuk 
mengawal akidah umat Islam di Indonesia,” ujar KH Cholil dalam acara diskusi 
sekaligus peluncuran Majalah Al-Mujatama’ di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta 
(6/6), tadi malam.

Untuk memadamkan “api” tersebut diperlukan air, dan “airnya” adalah UU No. 
1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama.

Pasal 1 UU ini berbunyi: "Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum 
menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan 
penafsiran tentang sesuatu agama yang utama di Indonesia atau melakukan 
kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu, 
penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran dari agama 
itu.” 
Pasal ini telah diterapkan terhadap aliran Al-Qiyadah al-Islamiyah, yang juga 
mengakui adanya nabi baru setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi 
wasslallaam. Pemimpin alirannya dipenjara, ajarannya dilarang, dan 
organisasinya dibubarkan. Tapi herannya, kata KH. Cholil, mengapa hal tersebut 
sulit sekali dilalukan terhadap Ahmadiyah?

Kepada umat Islam, Cholil Ridwan menghimbau untuk berada dalam satu shaf 
perjuangan, membentuk front perlawanan melawan “kafir”. Kedua,  umat Islam juga 
harus berada dalam satu arah/agenda, yakni tetap membubarkan Ahmadiyah. Ketiga, 
Cholil juga meminta umat Islam untuk istiqamah dan tidak membuka peluang 
konflik. Di antaranya dengan tidak melakukan tindakan atau pernyataan yang 
menyulut emosi.


Wassalam,
HarryMau
"al Jaahilu laa Ya`lamu Rutbata Nafsih, Fakayfa Ya`rifu Rutbata Ghayrih?"

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke