Wa'alaikum salam WR WB

----- Original Message ----
From: Abdo el-Moeid <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, July 9, 2008 17:21:48
Subject: Re: [kmnu2000] Abdurrahman Wahid


Assalamu Alaikum

----- Original Message ----- 
From: saidiman saidiman
To: aliansi-kebebasan@ yahoogroups. com ; [EMAIL PROTECTED] s.com ; 
paramadina_muda@ yahoogroups. com ; islamliberal@ yahoogroups. com ; 
[EMAIL PROTECTED] com
Sent: Tuesday, July 08, 2008 4:55 PM
Subject: [kmnu2000] Abdurrahman Wahid

Prof. James Haire (Charles Stuart University, New South Wales) berkali-kali 
memberi pujian kepada Gus Dur yang ia nilai paling gigih dalam memberi 
perlindungan terhadap kelompok minoritas.

* Yang perlu dilindungi itu bukan minoritasnya akan tetapi kebenaranya, 
kalau memang minoritas itu berada pada posisi benar tentu harus dilindungi. 
Begitu juga mayoritas kalau yang mayoritas itu benar tentu juga harus 
dibela. Kalau pembelaan terhadap minoritas dengan mengesampingkan kebenaran 
atau kesalahan itu namanya pembelaan yang ngawur/bukan pada tempatnya.

Sementara Dr. Larry Marshal (La Trobe University, Australia) menyebut Gus 
Dur sebagai pemikir cemerlang yang memiliki pandangan luas. Marshal bahkan 
sangsi Indonesia bisa
melahirkan pemikir-aktivis seperti Gus Dur dalam jangka waktu seratus tahun 
ke depan.

* Alhamdulillah hanya ada satu Gusdur di Indonesia, kalau ada dua atau tiga 
Gusdur di Indonesia, saya tidak bisa membayangkan akan terjadinya perang 
saudara sesama islam.

Apresiasi semacam itu justru agak berbeda dengan situasi mutakhir di 
Indonesia. Belakangan ini Gus Dur tampak sedang berada pada fase-fase yang 
cukup sulit. Setelah tersingkir dari jabatan struktural Nahdlatul Ulama 
(NU), diganti oleh bekas loyalisnya, Hasyim Muzadi, kini Gus Dur harus 
menghadapi tekanan politik dari kemenakannya, Muhaimin Iskandar, di Partai 
Kebangkitan Bangsa (PKB). Musuh-musuh ideologisnya bahkan secara 
terang-terangan berani memperolok-olok mantan presiden ini di depan publik. 
Pada sebuah acara talk show di sebuah stasiun televisi, Rizieq Shihab 
menyebut Gus Dur “buta mata, buta hati.” Olok-olok dan penghinaan ini 
kemudian diikuti oleh pengikut-pengikut Rizieq di pelbagai daerah yang tanpa 
sungkan membawa poster olok-olok tersebut ke jalan-jalan.

* Sebelum Habib Rizieq menohok Gusdur dengan kata-kata pedas di SCTV, Gusdur 
dalam jumpa pers menyebut Habib Rizieq dengan "Kelompok bajingan", bahkan 
diulang sampi dua kali

Barangkali memang Gus Dur tidak sedang berada pada waktu dan tempat yang 
tepat. Aktivitas dan pemikirannya terlalu jauh meninggalkan zamannya. Hanya 
masyarakat maju dan tercerahkan yang bisa mengapresiasi perjuangannya.

* "Quulu Linnaasi Biqodri Uquulihim" Berkatalah/bertinda klah kepada manusia 
dengan mamahami kemampuan berpikirnya. Jadi jangan salahkan ummat yang awam 
jika tidak bisa memahami pemikiran Gusdur, karena pemikiran Gusdur jauh 
melayang keangkasa yang tak tentu tujuannya. Menyelesaikah persoalan 
Indonesia aja tidak mampu, bagaimana menyelesaikan persoalan dunia. Apapun 
alasanya Gusdur tidak mampu mengakomodir para pembantunya( menteri) ketika 
menjadi presiden, yang berujung pembangkangan terhadapnya, bagaimana 
menangani persoalan international? yang penuh trik dan intrik

Ketika Gus Dur berjibaku dengan isu-isu perdamaian bagi negeri tercinta, 
antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gagasan-gagasannya justru melemah. 
Dalam pelbagai survey opini public, suara Gus Dur malah anjlok ke titik 
terendah. Jika di dalam negeri Gus Dur dicaci dan direndahkan, untuk 
masyarakat internasional pecinta perdamaian, Gus Dur adalah pemimpin.

* Masyarakat Indonesia lebih tahu figur seorang Gusdur dari pada masyarakat 
international. Tentu Gusdur sangat dieluh-eluhkan oleh kelompok sekularisme 
dan liberalisme international karena ide-ide Gusdur sangat menguntungkan 
mereka.

Wassalamu Alaikum Wa al-Rohmah wa al-Barokah
Ibnu Zahid Abdo el-Moeid 

 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke