Masalah Gus Dur, rame dan pro kontra. Nah itu hal biasa. 

Yang luar biasa, ketika Guntur (mewakili penanya di kongkow bareng GD) : Gus, 
ada pujian bahwa sampeyan itu adalah bapak demokrasi dan guru bangsa. 
Sebenarnya Gus Dur itu bagaimana sih cara belajarnya?
GD : Saya itu merasa bukan siapa2, hanya ingin menjadi seorang yang bermanfaat 
bagi orang banyak.

Nah jelas toh. GD itu merasa diirinya nothing. Jika GD disudutkan, dilecehkan, 
wong GD saja gk marah, ngapain kita marah. 
Jika ada orang yang merasa beprestasi dengan segala hal. yo wis, mbok 
didengarkan aja. hehehe.

Gitu aja koq repot hahah

http://lisnosetiawan.blogspot.com/

--- On Wed, 9/7/08, Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kmnu2000] Abdurrahman Wahid
To: [email protected]
Date: Wednesday, 9 July, 2008, 12:46 PM

Bung Saidiman,
Anda yang bergelut dengan JIL sehari-harinya selalu berfikir tentang
pembelaan terhadap minoritas dan kebebasan beragama akan melihat Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) sebagai sosok yang luar biasa. Anda akan mengenyampingkan
hal lain dalam Gus Dur misalnya otoriternya, atau posisi Gus Dur sebagai
tukang bikin isu yang tidak berdasar. Anda akan membiikin pembenaran untuk
semua itu. Dan kali ini anda sampai pada derajat yang sangat tidak ilmiah
yakni "fanatik".

Akan berbeda 180derajat dengan kelompok Islam garis keras dalam melihat
sosok yang sama.

Anda menyebut Prof. Muddathir Abdel-Rahim dari malaysia Malaysia sedang
mengelu-elukan Gus Dur, kalau anda mau membandingkan pasti berbeda dengan
kesan para pemimpin partai Islam se-Malaysia (PAS) terhadap sosok yang sama..

Pihak Barat Amerika yang sedang gencar membincang "toleransi dan
demokrasi"
untuk bisa mengintervensi negara-negara lain akan menempatkan Gus Dur
sebagai sosok yang ideal. Sementara bagi Iran yang gencar melawan Barat
dengan Nuklirnya, atau para memimpin Amerika latin yang menyerang sistem
ekonomi neoliberal gaya Amerika, Gus Dur malah tidak ada apa-apanya.

Demikianlah. Banyak juga orang Indonesia yang bergelut di bidangnya sendiri,
dan tidak ada kaitanya dengan Gus Dur, malahan tidak memikirkan Gus Dur sama
sekali.

Saya masih percaya bahwa kesan atas seseorang selalu tergantung pada apa
yang sedang bergelayut dalam pikiran si-pemberi kesan, apa yang
diharapkannya, yang dicita-citakannya sendiri.

Jadi menurut saya, tidak perlu mengeneralisir persoalan.

Salam,
Anam

2008/7/8 saidiman saidiman <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Abdurrahman Wahid
>
> Ada yang menarik dari konferensi tahunan ketujuh yang diadakan oleh
> Globalization for the Common Good, From the Middle East to Asia Facific:
Arc
> of Conflict or Dialogue of Cultures and Religions?, 30 Juni – 3 Juli
2008,
> di Melbourne, Australia. Para peserta dan pembicara yang berasal dari
> universitas-universitas terkemuka pelbagai Negara ini hampir selalu
menyebut
> nama mantan presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
> sebagai contoh ideal pemuka agama tradisional yang begitu gigih
> memperjuangkan semangat toleransi dan perdamaian.
>
> Prof. Muddathir Abdel-Rahim (International Institute of Islamic Thought
and
> Civilization, Malaysia) menunjuk Gus Dur sebagai sosok yang berhasil
> membalik prasangka banyak kalangan tentang wajah Islam yang cenderung
> dipersepsi tidak ramah terhadap isu-isu toleransi dan perdamaian. Prof.
> Abdullah Saeed (The University of Melbourne) juga mengakui posisi penting
> Gus Dur dalam upaya kontekstualisasi nilai-nilai universal al-Qur'an.
Dr.
> Natalie Mobini Kesheh (Australian Baha'i Community) mengatakan bahwa
> satu-satunya pemimpin Islam dunia yang begitu akomodatif terhadap
komunitas
> Baha'i adalah Gus Dur. Prof. James Haire (Charles Stuart University,
New
> South Wales) berkali-kali memberi pujian kepada Gus Dur yang ia nilai
paling
> gigih dalam memberi perlindungan terhadap kelompok minoritas. Sementara
Dr.
> Larry Marshal (La Trobe University, Australia) menyebut Gus Dur sebagai
> pemikir cemerlang yang memiliki pandangan luas. Marshal bahkan sangsi
> Indonesia bisa
> melahirkan pemikir-aktivis seperti Gus Dur dalam jangka waktu seratus
tahun
> ke depan. Apresiasi dan pujian dari masyarakat intelektual dunia ini bukan
> sekali ini saja. Gus Dur kerapkali menerima sejumlah penghargaan dari
banyak
> lembaga internasional yang bersimpati terhadap perjuangannya selama ini.
>
> Apresiasi semacam itu justru agak berbeda dengan situasi mutakhir di
> Indonesia. Belakangan ini Gus Dur tampak sedang berada pada fase-fase yang
> cukup sulit. Setelah tersingkir dari jabatan struktural Nahdlatul Ulama
> (NU), diganti oleh bekas loyalisnya, Hasyim Muzadi, kini Gus Dur harus
> menghadapi tekanan politik dari kemenakannya, Muhaimin Iskandar, di Partai
> Kebangkitan Bangsa (PKB). Musuh-musuh ideologisnya bahkan secara
> terang-terangan berani memperolok-olok mantan presiden ini di depan
publik.
> Pada sebuah acara talk show di sebuah stasiun televisi, Rizieq Shihab
> menyebut Gus Dur "buta mata, buta hati." Olok-olok dan
penghinaan ini
> kemudian diikuti oleh pengikut-pengikut Rizieq di pelbagai daerah yang
tanpa
> sungkan membawa poster olok-olok tersebut ke jalan-jalan.
>
> Gus Dur tidak hanya menuai tantangan dari musuh-musuh politik dan
> ideologisnya. Madina, sebuah majalah yang dikenal moderat dan kerapkali
> menampilkan gagasan-gagasan pembaruan Islam, tidak menyebut namanya dalam
> daftar 25 tokoh Islam damai di Indonesia. Gus Dur tersingkir dari
nama-nama
> beken seperti Abdullah Gymnastiar, Arifin Ilham, atau Helfy Tiana Rosa.
> Bahkan di kalangan kelompok moderat Indonesia sekalipun, Gus Dur tak
jarang
> terabaikan.
>
> Meski begitu, apa yang terjadi pada konferensi Melbourne dan forum-forum
> internasional lain bukan sekedar apresiasi dan pujian, melainkan harapan.
> Gus Dur dianggap sebagai harapan bagi masa depan perdamaian di Indonesia
dan
> dunia Islam pada umumnya. Melalui aktivitas pembelaan terhadap kelompok
> pinggiran, Gus Dur telah memberi bukti bahwa Islam juga punya semangat
> toleransi dan perdamaian, bahkan dalam bentuk yang paling tradisional
> sekalipun.
>
> Posisi Gus Dur sebagai politisi dan pejuang HAM sekaligus adalah sesuatu
> yang memang langka. Dan kemampuannya melakukan pembedaan secara jernih
> mengenai posisinya itu adalah sesuatu yang mengagumkan. Perjuangannya
untuk
> tetap membela hak-hak minoritas tak pernah surut kendati tampak tidak
> menguntungkan secara politik. Ketika kebanyakan politisi angkat tangan dan
> bungkam terhadap kasus minoritas Ahmadiyah, Gus Dur justru tampil di garda
> depan sebagai pembela hak-haknya. Bagi Gus Dur, adalah hak pengikut
> Ahmadiyah untuk hidup sebagaimana rakyat Indonesia pada umumnya.
Jaminannya
> adalah Konstitusi. Perkataan Gus Dur dalam sebuah konferensi pers mungkin
> akan sulit dilupakan para pejuang HAM dan demokrasi: "Selama saya
masih
> hidup, saya akan tetap membela keberadaan Jemaat Ahmadiyah, karena itu
> sesuai dengan amanat Konstitusi." Bagi Gus Dur, hak hidup semua orang
dengan
> latar belakang primordial apapun adalah harga mati.
>
> Barangkali memang Gus Dur tidak sedang berada pada waktu dan tempat yang
> tepat. Aktivitas dan pemikirannya terlalu jauh meninggalkan zamannya.
Hanya
> masyarakat maju dan tercerahkan yang bisa mengapresiasi perjuangannya.
> Ketika Gus Dur berjibaku dengan isu-isu perdamaian bagi negeri tercinta,
> antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gagasan-gagasannya justru
melemah.
> Dalam pelbagai survey opini public, suara Gus Dur malah anjlok ke titik
> terendah. Jika di dalam negeri Gus Dur dicaci dan direndahkan, untuk
> masyarakat internasional pecinta perdamaian, Gus Dur adalah pemimpin.
> Saidiman
> www.saidiman.wordpress.com
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links




      __________________________________________________________
Not happy with your email address?.
Get the one you really want - millions of new email addresses available now at 
Yahoo! http://uk.docs.yahoo.com/ymail/new.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke