Ada pepatah, jika dua orang selalu sama pendapatnya, salah satunya tidak berguna. Mungkin jika melihat apa yang terjadi dengan Gus Dur dan Hasyim Muzadi begitu... Jadi dua-duanya berguna.
On 7/10/08, ahmad arwani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setidaknya masih banyak yang berkesan positif bukan begitu Gus Anam... > Coba kita bertanya masing-masing? Apakah orang lain berkesan positif > terhadap keberadaan kita? Itu baru pertanyaan sebenarnya...he..he... > > Semua orang juga berhak menilai diri sendiri dan orang lain, dan sangat > tergantung dari persepsi, tingkat kecerdasan, pengetahuan, pengalaman hidup, > pemahaman hidup dsb lainnya... > > Ini berlaku dimana saja, tidak di politik, organisasi, kehidupan bahkan > lingkungan pesantren-pun demikian... > Begitu juga ketika santri atau mantan santri menilai kyai atau mantan > kyai-nya.. > Bisa saja, si santri sok pinter menilai sang kyai otoriter namun sebenarnya > ada hal yang jauh lebih substantial dari itu semua atau sebaliknya.... Keep > cool calm and confident saja.. > > Keep smile > > aa > > --- On Tue, 7/8/08, Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [kmnu2000] Abdurrahman Wahid > To: [email protected] > Date: Tuesday, July 8, 2008, 10:46 PM > > Bung Saidiman, > Anda yang bergelut dengan JIL sehari-harinya selalu berfikir tentang > pembelaan terhadap minoritas dan kebebasan beragama akan melihat > Abdurrahman > Wahid (Gus Dur) sebagai sosok yang luar biasa. Anda akan mengenyampingkan > hal lain dalam Gus Dur misalnya otoriternya, atau posisi Gus Dur sebagai > tukang bikin isu yang tidak berdasar. Anda akan membiikin pembenaran untuk > semua itu. Dan kali ini anda sampai pada derajat yang sangat tidak ilmiah > yakni "fanatik". > > Akan berbeda 180derajat dengan kelompok Islam garis keras dalam melihat > sosok yang sama. > > Anda menyebut Prof. Muddathir Abdel-Rahim dari malaysia Malaysia sedang > mengelu-elukan Gus Dur, kalau anda mau membandingkan pasti berbeda dengan > kesan para pemimpin partai Islam se-Malaysia (PAS) terhadap sosok yang > sama. > > Pihak Barat Amerika yang sedang gencar membincang "toleransi dan > demokrasi" > untuk bisa mengintervensi negara-negara lain akan menempatkan Gus Dur > sebagai sosok yang ideal. Sementara bagi Iran yang gencar melawan Barat > dengan Nuklirnya, atau para memimpin Amerika latin yang menyerang sistem > ekonomi neoliberal gaya Amerika, Gus Dur malah tidak ada apa-apanya. > > Demikianlah. Banyak juga orang Indonesia yang bergelut di bidangnya > sendiri, > dan tidak ada kaitanya dengan Gus Dur, malahan tidak memikirkan Gus Dur > sama > sekali. > > Saya masih percaya bahwa kesan atas seseorang selalu tergantung pada apa > yang sedang bergelayut dalam pikiran si-pemberi kesan, apa yang > diharapkannya, yang dicita-citakannya sendiri. > > Jadi menurut saya, tidak perlu mengeneralisir persoalan. > > Salam, > Anam > > 2008/7/8 saidiman saidiman <[EMAIL PROTECTED]>: > > > Abdurrahman Wahid > > > > Ada yang menarik dari konferensi tahunan ketujuh yang diadakan oleh > > Globalization for the Common Good, From the Middle East to Asia Facific: > Arc > > of Conflict or Dialogue of Cultures and Religions?, 30 Juni 3 Juli > 2008, > > di Melbourne, Australia. Para peserta dan pembicara yang berasal dari > > universitas-universitas terkemuka pelbagai Negara ini hampir selalu > menyebut > > nama mantan presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), > > sebagai contoh ideal pemuka agama tradisional yang begitu gigih > > memperjuangkan semangat toleransi dan perdamaian. > > > > Prof. Muddathir Abdel-Rahim (International Institute of Islamic Thought > and > > Civilization, Malaysia) menunjuk Gus Dur sebagai sosok yang berhasil > > membalik prasangka banyak kalangan tentang wajah Islam yang cenderung > > dipersepsi tidak ramah terhadap isu-isu toleransi dan perdamaian. Prof. > > Abdullah Saeed (The University of Melbourne) juga mengakui posisi penting > > Gus Dur dalam upaya kontekstualisasi nilai-nilai universal al-Qur'an. > Dr. > > Natalie Mobini Kesheh (Australian Baha'i Community) mengatakan bahwa > > satu-satunya pemimpin Islam dunia yang begitu akomodatif terhadap > komunitas > > Baha'i adalah Gus Dur. Prof. James Haire (Charles Stuart University, > New > > South Wales) berkali-kali memberi pujian kepada Gus Dur yang ia nilai > paling > > gigih dalam memberi perlindungan terhadap kelompok minoritas. Sementara > Dr. > > Larry Marshal (La Trobe University, Australia) menyebut Gus Dur sebagai > > pemikir cemerlang yang memiliki pandangan luas. Marshal bahkan sangsi > > Indonesia bisa > > melahirkan pemikir-aktivis seperti Gus Dur dalam jangka waktu seratus > tahun > > ke depan. Apresiasi dan pujian dari masyarakat intelektual dunia ini > bukan > > sekali ini saja. Gus Dur kerapkali menerima sejumlah penghargaan dari > banyak > > lembaga internasional yang bersimpati terhadap perjuangannya selama ini. > > > > Apresiasi semacam itu justru agak berbeda dengan situasi mutakhir di > > Indonesia. Belakangan ini Gus Dur tampak sedang berada pada fase-fase > yang > > cukup sulit. Setelah tersingkir dari jabatan struktural Nahdlatul Ulama > > (NU), diganti oleh bekas loyalisnya, Hasyim Muzadi, kini Gus Dur harus > > menghadapi tekanan politik dari kemenakannya, Muhaimin Iskandar, di > Partai > > Kebangkitan Bangsa (PKB). Musuh-musuh ideologisnya bahkan secara > > terang-terangan berani memperolok-olok mantan presiden ini di depan > publik. > > Pada sebuah acara talk show di sebuah stasiun televisi, Rizieq Shihab > > menyebut Gus Dur "buta mata, buta hati." Olok-olok dan > penghinaan ini > > kemudian diikuti oleh pengikut-pengikut Rizieq di pelbagai daerah yang > tanpa > > sungkan membawa poster olok-olok tersebut ke jalan-jalan. > > > > Gus Dur tidak hanya menuai tantangan dari musuh-musuh politik dan > > ideologisnya. Madina, sebuah majalah yang dikenal moderat dan kerapkali > > menampilkan gagasan-gagasan pembaruan Islam, tidak menyebut namanya dalam > > daftar 25 tokoh Islam damai di Indonesia. Gus Dur tersingkir dari > nama-nama > > beken seperti Abdullah Gymnastiar, Arifin Ilham, atau Helfy Tiana Rosa. > > Bahkan di kalangan kelompok moderat Indonesia sekalipun, Gus Dur tak > jarang > > terabaikan. > > > > Meski begitu, apa yang terjadi pada konferensi Melbourne dan forum-forum > > internasional lain bukan sekedar apresiasi dan pujian, melainkan harapan. > > Gus Dur dianggap sebagai harapan bagi masa depan perdamaian di Indonesia > dan > > dunia Islam pada umumnya. Melalui aktivitas pembelaan terhadap kelompok > > pinggiran, Gus Dur telah memberi bukti bahwa Islam juga punya semangat > > toleransi dan perdamaian, bahkan dalam bentuk yang paling tradisional > > sekalipun. > > > > Posisi Gus Dur sebagai politisi dan pejuang HAM sekaligus adalah sesuatu > > yang memang langka. Dan kemampuannya melakukan pembedaan secara jernih > > mengenai posisinya itu adalah sesuatu yang mengagumkan. Perjuangannya > untuk > > tetap membela hak-hak minoritas tak pernah surut kendati tampak tidak > > menguntungkan secara politik. Ketika kebanyakan politisi angkat tangan > dan > > bungkam terhadap kasus minoritas Ahmadiyah, Gus Dur justru tampil di > garda > > depan sebagai pembela hak-haknya. Bagi Gus Dur, adalah hak pengikut > > Ahmadiyah untuk hidup sebagaimana rakyat Indonesia pada umumnya. > Jaminannya > > adalah Konstitusi. Perkataan Gus Dur dalam sebuah konferensi pers mungkin > > akan sulit dilupakan para pejuang HAM dan demokrasi: "Selama saya > masih > > hidup, saya akan tetap membela keberadaan Jemaat Ahmadiyah, karena itu > > sesuai dengan amanat Konstitusi." Bagi Gus Dur, hak hidup semua orang > dengan > > latar belakang primordial apapun adalah harga mati. > > > > Barangkali memang Gus Dur tidak sedang berada pada waktu dan tempat yang > > tepat. Aktivitas dan pemikirannya terlalu jauh meninggalkan zamannya. > Hanya > > masyarakat maju dan tercerahkan yang bisa mengapresiasi perjuangannya. > > Ketika Gus Dur berjibaku dengan isu-isu perdamaian bagi negeri tercinta, > > antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gagasan-gagasannya justru > melemah. > > Dalam pelbagai survey opini public, suara Gus Dur malah anjlok ke titik > > terendah. Jika di dalam negeri Gus Dur dicaci dan direndahkan, untuk > > masyarakat internasional pecinta perdamaian, Gus Dur adalah pemimpin. > > Saidiman > > www.saidiman.wordpress.com > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > dan > KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > harus > meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
