Alkisah, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, beliau ditemani Abu Bakar 
RA. Dalam perjalanan, posisi Abu Bakar terkadang di depan Nabi  dan terkadang 
berada di belakang. 
 
Berdasarkan kisah ini, orang Syiah beranggapan bahwa Abu Bakar adalah seorang 
pengecut. Ia sering berlindung di belakang Nabi. Ketika musuh menyerang 
(mengintai) dari belakang, Abu Bakar segera membelakangi Nabi. Pun ketika musuh 
mengancam dari depan, Abu Bakar segera berlari ke depan meminta perlindungan 
Nabi.
 
Ini sangat berbeda menurut kaca mata orang Sunni. Menurut mereka, kisah di atas 
menunjukkan betapa “pemberaninya” Abu Bakar. Ia rela mengorbankan nyawanya 
untuk Nabi. Ketika musuh mengintai dari depan, Abu Bakar langsung bergegas ke 
depan melindungi Nabi. Begitu juga sebaliknya.
 
Lantas, penafsiran siapa yang benar: Syiah atau Sunni? Abu Bakar sejatinya 
seorang pengecut atau pemberani? Bagaimana kisah (tokoh) yang sama melahirkan 
penafsiran yang berbeda? Saya yakin, kita tidak akan menemukan jawaban yang 
seragam. Isi kepala orang berbeda2, yang mengeram dalah hati seseorang pun 
bermacam2. Ini yang menyebabkan ketidakseragaman itu. 
 
Begitu juga ketika membaca teks bernama Gus Dur. Kita tidak akan menemukan 
penafsiran seragam, seperti yang dipolemikkan oleh banyak kawan2. Ada tafsir 
versi Saidiman, Gus Anam, Hamzah Sahal, dll. Masing2 membawa “kebenaran” dari 
sudut pandang yang berbeda2. 
 
Namun, yang terpenting buat saya bukanlah sesosok Gus Dur-nya, melainkan 
“kebenaran” yang berada di balik/disampaikan Gus Dur itu sendiri. Ini yang 
harus kita bela mati2an. Seperti kata Gus Dur, “Tuhan tidak perlu dibela”. 
Dalam hal ini, Gus Dur juga tidak perlu dibela. 
 
Yang perlu kita bela dan perjuangkan adalah “kebenaran” yang selama ini kita 
peluk, kita yakini, dan kita hayati. Terlepas siapa yang membawakannya. 
 
Begitu juga  kita harus tegas berada diposisi yang mana: “ashab al-yamin” 
(golongan kanan yang diwakili Gus Dur) atau “ashab al-syimal” (golongan kiri 
Riziq Syihab). Tidak ada posisi “manzilah baina manzilatain” (abu2). Sebab, 
penafsiran Gus Dur yang dilakukan Saidiman pun berangkat dari konteks 
pertarungan dua kubu ini. (ashab al-yamin dan ashab al-syimal). Wallahu a'lam 
bi sawab
 
 
 salam,
Jamaluddin Mohammad 
--- On Fri, 7/11/08, amrullah hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: amrullah hakim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kmnu2000] Abdurrahman Wahid
To: [email protected]
Date: Friday, July 11, 2008, 4:54 AM

Ada pepatah, jika dua orang selalu sama pendapatnya, salah satunya tidak
berguna. Mungkin jika melihat apa yang terjadi dengan Gus Dur dan Hasyim
Muzadi begitu... Jadi dua-duanya berguna.

On 7/10/08, ahmad arwani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Setidaknya masih banyak yang berkesan positif bukan begitu Gus Anam...
> Coba kita bertanya masing-masing? Apakah orang lain berkesan positif
> terhadap keberadaan kita? Itu baru pertanyaan sebenarnya...he..he...
>
> Semua orang juga berhak menilai diri sendiri dan orang lain, dan sangat
> tergantung dari persepsi, tingkat kecerdasan, pengetahuan, pengalaman
hidup,
> pemahaman hidup dsb lainnya...
>
> Ini berlaku dimana saja, tidak di politik, organisasi, kehidupan bahkan
> lingkungan pesantren-pun demikian...
> Begitu juga ketika santri atau mantan santri menilai kyai atau mantan
> kyai-nya..
> Bisa saja, si santri sok pinter menilai sang kyai otoriter namun
sebenarnya
> ada hal yang jauh lebih substantial dari itu semua atau sebaliknya....
Keep
> cool calm and confident saja..
>
> Keep smile
>
> aa
>
> --- On Tue, 7/8/08, Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Kh Anam <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [kmnu2000] Abdurrahman Wahid
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, July 8, 2008, 10:46 PM
>
> Bung Saidiman,
> Anda yang bergelut dengan JIL sehari-harinya selalu berfikir tentang
> pembelaan terhadap minoritas dan kebebasan beragama akan melihat
> Abdurrahman
> Wahid (Gus Dur) sebagai sosok yang luar biasa. Anda akan mengenyampingkan
> hal lain dalam Gus Dur misalnya otoriternya, atau posisi Gus Dur sebagai
> tukang bikin isu yang tidak berdasar. Anda akan membiikin pembenaran untuk
> semua itu. Dan kali ini anda sampai pada derajat yang sangat tidak ilmiah
> yakni "fanatik".
>
> Akan berbeda 180derajat dengan kelompok Islam garis keras dalam melihat
> sosok yang sama.
>
> Anda menyebut Prof. Muddathir Abdel-Rahim dari malaysia Malaysia sedang
> mengelu-elukan Gus Dur, kalau anda mau membandingkan pasti berbeda dengan
> kesan para pemimpin partai Islam se-Malaysia (PAS) terhadap sosok yang
> sama.
>
> Pihak Barat Amerika yang sedang gencar membincang "toleransi dan
> demokrasi"
> untuk bisa mengintervensi negara-negara lain akan menempatkan Gus Dur
> sebagai sosok yang ideal. Sementara bagi Iran yang gencar melawan Barat
> dengan Nuklirnya, atau para memimpin Amerika latin yang menyerang sistem
> ekonomi neoliberal gaya Amerika, Gus Dur malah tidak ada apa-apanya.
>
> Demikianlah. Banyak juga orang Indonesia yang bergelut di bidangnya
> sendiri,
> dan tidak ada kaitanya dengan Gus Dur, malahan tidak memikirkan Gus Dur
> sama
> sekali.
>
> Saya masih percaya bahwa kesan atas seseorang selalu tergantung pada apa
> yang sedang bergelayut dalam pikiran si-pemberi kesan, apa yang
> diharapkannya, yang dicita-citakannya sendiri.
>
> Jadi menurut saya, tidak perlu mengeneralisir persoalan.
>
> Salam,
> Anam
>
> 2008/7/8 saidiman saidiman <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> >   Abdurrahman Wahid
> >
> > Ada yang menarik dari konferensi tahunan ketujuh yang diadakan oleh
> > Globalization for the Common Good, From the Middle East to Asia
Facific:
> Arc
> > of Conflict or Dialogue of Cultures and Religions?, 30 Juni – 3
Juli
> 2008,
> > di Melbourne, Australia. Para peserta dan pembicara yang berasal dari
> > universitas-universitas terkemuka pelbagai Negara ini hampir selalu
> menyebut
> > nama mantan presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
> > sebagai contoh ideal pemuka agama tradisional yang begitu gigih
> > memperjuangkan semangat toleransi dan perdamaian.
> >
> > Prof. Muddathir Abdel-Rahim (International Institute of Islamic
Thought
> and
> > Civilization, Malaysia) menunjuk Gus Dur sebagai sosok yang berhasil
> > membalik prasangka banyak kalangan tentang wajah Islam yang cenderung
> > dipersepsi tidak ramah terhadap isu-isu toleransi dan perdamaian.
Prof.
> > Abdullah Saeed (The University of Melbourne) juga mengakui posisi
penting
> > Gus Dur dalam upaya kontekstualisasi nilai-nilai universal
al-Qur'an.
> Dr.
> > Natalie Mobini Kesheh (Australian Baha'i Community) mengatakan
bahwa
> > satu-satunya pemimpin Islam dunia yang begitu akomodatif terhadap
> komunitas
> > Baha'i adalah Gus Dur. Prof. James Haire (Charles Stuart
University,
> New
> > South Wales) berkali-kali memberi pujian kepada Gus Dur yang ia nilai
> paling
> > gigih dalam memberi perlindungan terhadap kelompok minoritas.
Sementara
> Dr.
> > Larry Marshal (La Trobe University, Australia) menyebut Gus Dur
sebagai
> > pemikir cemerlang yang memiliki pandangan luas. Marshal bahkan sangsi
> > Indonesia bisa
> > melahirkan pemikir-aktivis seperti Gus Dur dalam jangka waktu seratus
> tahun
> > ke depan. Apresiasi dan pujian dari masyarakat intelektual dunia ini
> bukan
> > sekali ini saja. Gus Dur kerapkali menerima sejumlah penghargaan dari
> banyak
> > lembaga internasional yang bersimpati terhadap perjuangannya selama
ini.
> >
> > Apresiasi semacam itu justru agak berbeda dengan situasi mutakhir di
> > Indonesia. Belakangan ini Gus Dur tampak sedang berada pada fase-fase
> yang
> > cukup sulit. Setelah tersingkir dari jabatan struktural Nahdlatul
Ulama
> > (NU), diganti oleh bekas loyalisnya, Hasyim Muzadi, kini Gus Dur
harus
> > menghadapi tekanan politik dari kemenakannya, Muhaimin Iskandar, di
> Partai
> > Kebangkitan Bangsa (PKB). Musuh-musuh ideologisnya bahkan secara
> > terang-terangan berani memperolok-olok mantan presiden ini di depan
> publik.
> > Pada sebuah acara talk show di sebuah stasiun televisi, Rizieq Shihab
> > menyebut Gus Dur "buta mata, buta hati." Olok-olok dan
> penghinaan ini
> > kemudian diikuti oleh pengikut-pengikut Rizieq di pelbagai daerah
yang
> tanpa
> > sungkan membawa poster olok-olok tersebut ke jalan-jalan.
> >
> > Gus Dur tidak hanya menuai tantangan dari musuh-musuh politik dan
> > ideologisnya. Madina, sebuah majalah yang dikenal moderat dan
kerapkali
> > menampilkan gagasan-gagasan pembaruan Islam, tidak menyebut namanya
dalam
> > daftar 25 tokoh Islam damai di Indonesia. Gus Dur tersingkir dari
> nama-nama
> > beken seperti Abdullah Gymnastiar, Arifin Ilham, atau Helfy Tiana
Rosa.
> > Bahkan di kalangan kelompok moderat Indonesia sekalipun, Gus Dur tak
> jarang
> > terabaikan.
> >
> > Meski begitu, apa yang terjadi pada konferensi Melbourne dan
forum-forum
> > internasional lain bukan sekedar apresiasi dan pujian, melainkan
harapan.
> > Gus Dur dianggap sebagai harapan bagi masa depan perdamaian di
Indonesia
> dan
> > dunia Islam pada umumnya. Melalui aktivitas pembelaan terhadap
kelompok
> > pinggiran, Gus Dur telah memberi bukti bahwa Islam juga punya
semangat
> > toleransi dan perdamaian, bahkan dalam bentuk yang paling tradisional
> > sekalipun.
> >
> > Posisi Gus Dur sebagai politisi dan pejuang HAM sekaligus adalah
sesuatu
> > yang memang langka. Dan kemampuannya melakukan pembedaan secara
jernih
> > mengenai posisinya itu adalah sesuatu yang mengagumkan. Perjuangannya
> untuk
> > tetap membela hak-hak minoritas tak pernah surut kendati tampak tidak
> > menguntungkan secara politik. Ketika kebanyakan politisi angkat
tangan
> dan
> > bungkam terhadap kasus minoritas Ahmadiyah, Gus Dur justru tampil di
> garda
> > depan sebagai pembela hak-haknya. Bagi Gus Dur, adalah hak pengikut
> > Ahmadiyah untuk hidup sebagaimana rakyat Indonesia pada umumnya.
> Jaminannya
> > adalah Konstitusi. Perkataan Gus Dur dalam sebuah konferensi pers
mungkin
> > akan sulit dilupakan para pejuang HAM dan demokrasi: "Selama
saya
> masih
> > hidup, saya akan tetap membela keberadaan Jemaat Ahmadiyah, karena
itu
> > sesuai dengan amanat Konstitusi." Bagi Gus Dur, hak hidup semua
orang
> dengan
> > latar belakang primordial apapun adalah harga mati.
> >
> > Barangkali memang Gus Dur tidak sedang berada pada waktu dan tempat
yang
> > tepat. Aktivitas dan pemikirannya terlalu jauh meninggalkan zamannya.
> Hanya
> > masyarakat maju dan tercerahkan yang bisa mengapresiasi
perjuangannya.
> > Ketika Gus Dur berjibaku dengan isu-isu perdamaian bagi negeri
tercinta,
> > antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gagasan-gagasannya justru
> melemah.
> > Dalam pelbagai survey opini public, suara Gus Dur malah anjlok ke
titik
> > terendah. Jika di dalam negeri Gus Dur dicaci dan direndahkan, untuk
> > masyarakat internasional pecinta perdamaian, Gus Dur adalah pemimpin.
> > Saidiman
> > www.saidiman.wordpress.com
> >
> > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan
> KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
> harus
> meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke