saya nggak mau komentar, saya mendukung saja pendapat-pendapat mas Robet
Qashidi, mas Sofwan, dan kawan-kawan lain yang anti HTI.

khusus mas Robith Qasidi, apa benar sampean orang Madura ? tinggal dimana ? 
saya berharap pemikiran-pemikiran mas Robith bisa sampai ke orang-orang NU
(pengurus-pengurus NU se Madura). orang-orang HTI sangat perlu di waspadai
gerakannya di Madura.
entahlah, karena saya merasa HTI itu sudah seperti bahaya laten.
 
 
http://enhidayat.multiply.com/ 
-------Original Message-------
 
From: robet_gasede
Date: 13-10-2009 14:42:45
To: [email protected]
Subject: [kmnu2000] Re: NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!! (Jelas NU anti
HTI)
 
  Assalamualaikum

Mbahnya HTI, nabhani, itu suka perpecahan. Buktinya dia memecahkan diri dari
ikhwan muslimin dan mendirikan partai sendiri. Bagaimana HTI bisa
mempersatukan umat, wong dia memecah belah umat. Ini kebohongan yang nyata.
Ucapan manis di bibir dan tapi pahit kenyataannya. Dan sering mengucapkan
Kalimatul haq urida bihal bathil. Sampean tahu akibatnya kalau apa yang
diomongkan beda dengan kenyataan. Hambar. Ya siapa yang mau mendengarkan
Nabhany yang ingin persatuan, tapi kenyataanya memecah belah. 

Mas syamsuddin ini NU ya? Apa HTI ngaku NU? Sampean NU tolong baca ta'bir
kitab ini: 

قال الغزالي:
النظر في ال&#1573
مامة ليس من &#1575
لمهمات, وليس
أيضا من فن ا&#1604
معقولات في&#1607
ا من الفقهي&#1575
ت (Qola al-Ghozaly: an-Nadlru fi al-imamah laisa min al-muhimmat, wa
laisa aidlon min fanni al-ma'qulat)
(Al-Ghazali, al-Iqtishad fi al-`Itiqad, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut,
1988, hal 147)

Maaf saya orang madura, gak bisa jawa. Kalau sampean orang NU dan faham
agama dan pernah ngaji, pasti tahu artinya. Kecuali kalau anda orang HTI
yang baru belajar Islam dari koran2 dan majalah, ya maaf kalau gak tahu
artinya. 

Sudah jelas khilafah/imamah bukanlah masalah yang pokok di dalam agama. Itu
hanyalah ijtihad saja. Di dalam al-Qu'an pun tidak ada kata-kata dirikanlah
khilafah. Kalau jujur ayo tunjukkan ayat yang shorih, Allah menyuruh
mendirikan khilafah. Kalaupun ada pasti tafsir2 yang dipaksakan. Politik itu
ijtihad. 

Kalau tentang syariat Islam, Indonesia sudah banyak menerapkan, mas. Coba
lihat hukum Indonesia tentang agama, banyak yang mengambil dari al-Qur'an
dan al-Hadits. Tentang pernikahan dan waris. Mencuri dilarang, Membunuh
dilarang, bahkan kalau pembunuh berencana dihukum mati. Lho itu asli syariat
Islam, mas. Kalau sampean belajar fiqh dan baca qur'an hadits itu hukum
Islam, mas. Ya pelan2 mengkampanyekan ajaran Islam. Jangan grusa-grusu. Oleh
rame-ne tok. Hasilnya gak konkrit seperti NU yang telah lama mengajar solat,
puasa, dan syariat Islam lainnya.

Orang HTI itu kan gak pernah berjuang melawan Belanda, gak pernah berjihad
melawan kafir di jaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Kok ya sok pinter, sok
nggurui. NU, Muhammadiyah sudah jelas kiprahnya membangun bangsa, sampe
pertaruhan nyawa. HTI anak kemaren sore di Indonesia kok ng-Gurui NU dan
Muhammadiyah. Sombong. HTI harus banyak belajar dari perjuangan NU dan
Muhammadiyah.

Mas, NU ini sudah lama berjuang di Indonesia dan mengajarkan Islam kepada
masyarakat Indonesia dengan pesantren ribuan, santri jutaan. NU ini
menyebarkan syariat Islam. Perkataan sampean yang sampean kutip di bawah ini
menyakitkan hati "Sampean minggiro ae mas pejuang syariah dan khilafah akan
lewat dan orang orang nu yang mukhlis akan berbondong bondong mendukung,
kalau ndak minggir gabung aja
biar ndak mati ngenes sampean."

Mati ngenes apane. Masya Allah saudara sendiri mau dilindas. Perhatikan
SAUDARA-SAUDARA semua inilah watak asli orang HTI, Melindas orang yang gak
setuju dengan pendapatnya dan seakan2 tidak apa2 kalaupun saudara
se-Islam-nya mati dilindas. MasyaAllah itu saudara sampean se-Islam, Mas.

Mas, perkataan khilafah ala HTI akan menyelesaikan masalah itu kebohongan
yang nyata. Pemerintahan yang sesuai dengan ajaran Allah hanyalah jaman
khulafa rosyidin. Setelah itu kerajaan, mas. Mayoritas Dlolim. Saya
mendengar sendiri orang HTI mengatakan enak di jaman khilafah abbasiyah,
umayyah, usmaniyah, dll. Itu kebodohan yang nyata. Abbasiyah, Usmaniyah itu
berani membunuh dan memerangi saudara se-islam mereka, mas. Negara tetangga
yang gak mau tunduk dibunuh dan diperangi. MasyaAllah. Sampean mau kayak
gitu? Kalau NU gak setuju ijtihad anda tentang khilafah mau dilindas dan
duigilas. Itu bukan khilafah namanya, itu kekejian yang nyata. Lalu kalau
sudah bohong tentang sejarah kerajaan Abbasiyah, Umayyah, Usmaniyah, buat
apa ikut orang2 yang bohong. 

Baca sejarah biar gak ditipu HTI. HTI itu uangnya dari sisa2 kerajaan
Usmaniyah yang pengen kembali menghidupkan usmaniyah. 

Satu aja. Kenapa, kok HTI gak mau gabung dengan ikhwan muslimin. Malah bikin
partai yang memecahkan diri dari ikhwan muslimin. Sampean baca sejarah gak.
Mau mempersatukan umat gimana? Wong mbahnya HTI, Nabhani suka perpecahan
tidak suka persatuan. Baca sejarah, baca juga perjuangan NU secara utuh,
biar gak ditipu ustad2 kemaren sore. 

Kalau sampean mengatakan khilafah bisa menyelesaikan semua problem, tidak
akan ada kejahatan dan kemalingan. Itu kebohongan terhadap rosulullah. 

Rosulullah gak pernah menjamin tegaknya syariat bisa menghapus kejahatan.
Asal sampean sadar, di jaman rosulullah, perzinahan, pencurian, mabuk2an ada
mas. Ingat imroah tamimiyah. Atau sampean itu gak pernah tahu tentang
shohifah madinah, siroh rosulillah. Di masa umar dan khulafa rosyidin aja
ada kasus pencurian, perzinah. Anaknya Umar Ra sendiri lo mati dirajam
karena berzinah. Kepemimpinan terbaik sepanjang sejarah itu adalah
kepemimpinan rosulullah dan khulafa, sampean dan HTI itu merasa bisa
melampaui rosulullah dan khulafa rosyidin. Gak punya adab, sampean.

Syariat itu hanya untuk mengatur umat. Bukan seperti kebohongan nyata yang
diungkap HTI, bisa menyelesaikan semua problem, dan seakaan2 bisa hilang
pencurian motor, perzinahan, dll. Sampean itu perlu belajar bagaimana cara
Rosulullah menerapkan syarriat dengan pelan, diajari dengan menyentuh hati,
mencontohkan yang baik, bukan seperti nabhani yang suka memecahbelah umat. 

NU punya cara sendiri menyebarkan syariat, menjaga syariat. Dan saya jamin
NU tidak akan pernah ikut HTI yang sombong, suka memecah belah umat, gak
ngerti cara berdakwah, dan hanya mampu merekrut orang2 bodoh yang ilmu
agamanya dangkal. 

Salam Maaf
Robith Qoshidi
Gak terima kalau NU direndahkan

--- In [email protected], Hasanuddin <dewak...@...> wrote:
>
> Cek ngotote seh mas..... Kalo mau ngerubah negara ini jalurnya sudah ada
(pks lebih gentle dibanding kelompok mas), gak usah mengumbar kata dan koar2
dijalan... 
> 
> 
> Sent from my iPhone
> 
> On 11 Okt 2009, at 00:19, "syamsuddin" <bus...@...> wrote:
> 
> nu dulu dan sekarang 
> 
> nu biyen iku nahdlotul ulama' suwe suwe dadi nuqshonul ulama saiki dadi
naqdlotul ulama
> 
> yang berkata begini adalah guru saya kyai ahmad kholil chamid bangil
> 
> sya'ban kemarin khoul yang ke 8
> 
> beliau lahir di lumajang masih turunan sunan gunung jati dan syarifah
khodijah swadesi bangil
> 
> beliau muridnya hadrotus syeh hasyim asy'ari bahkan gurunya inilah yang
menyuruh menikah dg bu nyai hj masniyah
> 
> dan menyuruh dakwah dibangil. pernah jadi qodli di jombang, punya santri
daerah mojosari.
> 
> Apa sih yang ditakutkan kalau khilafah tegak?
> 
> Tahlilan dan istighosah di hapus?
> 
> Akan muncul yazid ke 2?
> 
> Khawatir Orang orang non muslim di cemplungno (dilempar) ke laut?
> 
> Atau apa?
> 
> Aku harus bilang apa agar kalian percaya bahwa itu tak akan terjadi.
> 
> Kenapa kalian lebih khawatir dan risau dg sesuatu yang kalian khayalkan
sendiri?
> 
> Sementara kebobrokan dan kebejatan yang sedang terjadi kalian abaikan
tanpa dikritisi.
> 
> Contoh kecil aja; Sma bangil dulu zaman saya sppnya limaribu sekarang
280ribu wong melarat gak usah sekolah totok smp atau mondok thok ae nang
pondok NU seng murah.
> 
> Murid saya banyak yang mati over dosis bahkan ada yg mati karena aids.
> 
> Ada anak lamongan nyantri di bangil, karena sering ke alun alun jadi kena
narkoba, oleh bapaknya di bawa pulang dirabekno nduwe anak sitok terus mati
over dosis bapak e susah kaisinan mati pisan saiki.
> 
> Di masyarakat sudah banyak yang hamil duluan baru nikah dan itu biasa yang
penting tanggung jawab. Bangil ini mas, gimana surabaya? Gimana jakarta ,
jogja? Semarang?
> 
> Sepeda motor lupa ndak dikunci gembok. hhmm 15 menit ilang 
> 
> Sampai sampai seorang pencuri senior berkomentar,"arek arek nom nom saiki
malinge ngawur"
> 
> Di sukorejo sebelahnya bangil pamanku bilang "alhamdulillah syam, disini
sekarang agak aman sebab masyarakat sudah komitmen kalau ada maling
ketangkap harus mati di massa"
> 
> Itu tingkat kecamatan belum provinsi atau nasional apalagi dunia.
> 
> Terus sampean ngomong gimana?
> 
> Sabar saja mas, jer basuki mowo beyo kalau ndak bisa sekolah ya ndak usah
sekolah.
> 
> Ya beginilah zaman sekarang, seng penting njogo awak dewe lan keluarga
rugi dunyo gak dadi opo rugi akherat bakal ciloko. 
> 
> Ini namanya obat antalgin yang mengurangi rasa sakit saja tapi tidak
menyembuhkan.
> 
> Beda kalau disupport; beginilah pak keadaan sekarang kalau hukum allah
hanya dipakai sebagian dan dibuang sebagian allah marah sehingga orang alim
pun kena getahnya, takmir masjid sandale ilang, ustadz anak e pilkoplo,
ustadz e kenek pilkada, monggo pak sareng sareng mikiri lan berjuang damel
tegak e syariah lan khilafah. Rugi dunyo gak dadi opo rugi akherat bakal
ciloko.
> 
> Sampean khawatir kalau bahasa arab digalakkan bahasa lain gak payu.
Sekarang ini lho bahasa jowo gak payu. Saya dan teman teman saya baik dari
dresmo ataupun turunane mbah lowo ijo anaknya banyak yg bahasa ibunya bahasa
indonesia. 
> 
> Mas sofwan sampean iki nu cap opo? Nu itu ikut salah satu madzhab empat
gak menggubah menggubah ngono. Sampean kate menggubah opo? Sampean iku yo
taqlid, taqlid nang barat, sampean, ulil,nurkholis,muqsid podo kabeh gayae
bedo tujuane podo dalam alfiyah disebut wa li wathor selanjutnya Mubtadak e
siji khobare iso akeh.(maaf yg ndak pernah ngaji alfiyah ndak ngerti gpp)
> 
> Jangankan bukhori quran aja sampean diskusikan. Yang muhkam jadi
mutasyabihat semua. Yang ndak cocok dengan waktu dan tempat sampean pending
didiskusikan dulu sampai kemudian ketemu terjemahan yang pas dengan kondisi
sekarang.
> 
> Imam malik berkata setiap dari kita (pendapatnya) bisa diambil bisa di
tolak illa shohiba hadzalqobri (kecuali nabi). Nah kalau pendapat nabhani
dan zallum itu benar masak tidak saya ikuti. Masak saya nulayani sesuatu
yang benar? Saya juga pingin masuk surga, kalau pendapatnya salah ndak saya
ikuti. Lha terus ukuran salah bener sampean apa. Yang dari zallum dan
nabhani itu salah, yang kuno kuno yang ndak cocok dengan zaman sekarang
salah. Yang berat berat dan beresiko itu salah. Yang benar itu dari barat
yang dari fazlurrahman, ali abdul roziq wa alihi wasohbihi itu mesti bener. 
> 
> Kalau ada orang muhammadiyah ngelek ngelek tahlile nu tawassule nu saya
marah mas, bek bek an wong pinter muhammadiyah iku ndak ada apa apanya
dengan nu. Tapi saya lebih marah lagi kalau ada orang nu seperti sampean.
Kalau saya pengurus nu sampean saya kelurkan dari nu. Tapi repot ukurane nu
ambek duduk opo? Insya allah saya ngaku nu ndak akan diakui walau sering
mimpin tahlil dan masih qunut subuh. 
> 
> Masalah tegaknya khilafah itu cuman sarana mas, tujuan utamanya syariat
islam terterapkan secara kaffah. Apa artinya kalau ada orang yang dipanggil
kholifah tapi syariat tetap terabaikan, kezaliman di mana mana?
> 
> Ndak masalah hasyim muzadi atau SBY yang jadi kholifah, kan syarat
rukunnya sudah diterangkan dalam kitab kitab fiqh yang diajarkan di seluruh
pondok NU. Tinggal mencocokkan sesuai apa ndak. Bahkan kalau pak hasyim yang
jadi kholifah dan setelah berjalan beberapa waktu dia itu adil sebaiknya dia
jadi khalifah terus aja ndak boleh mundur kalau bisa ndak boleh mati
teruslah pimpin kami, kan dia adil seperti umar misalnya.
> 
> Mas sofwan sampean iki kok keweden tenan kalau khilafah tegak. Kok seperti
bush dan blair yang takut khilafah tegak. Sampean apane mereka?
> 
> Alkhilafah wa'dun wa fardlun
> 
> Wa'adallahulladzina amanu minkum wa amilus sholihati layastahlifannahum
fil'ardli kamastahlafalladzina minqoblihim..
> 
> Huwalladzi arsalarosulahu bilhuda wadinilhaq liyudzhirohu aladdini kullihi
walau karihal musyrikun
> 
> Sampean minggiro ae mas pejuang syariah dan khilafah akan lewat dan orang
orang nu yang mukhlis akan berbondong bondong mendukung, kalau ndak minggir
gabung aja biar ndak mati ngenes sampean.
> 
> Mau digiring kemana nu ini? Ke nahdlotul ulama' apa naqdlotul ulama'
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: sofwan nadi 
> To: [email protected] 
> Sent: Saturday, October 03, 2009 9:57 AM
> Subject: Re: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!
> 
> Itulah... Orang lahir di Indonesia ...besar di Indonesia... tapi tak bisa
membedakan ke-Indonesia-an dengan ke-Arab-an. Saya kecewa kalau ada yang
hafal Alfiyah tapi ilmunya cuma bisa menerjemahkan buku-buku dan
pikiran-pikiran orang lain. Kalau hafal Alfiyah, ya levelnya jangan level
Ajurumiyah donkkk.
> 
> Masa orang hafal Alfiyah taqlid pada Zallum sih... Saya saja berani
mendiskusikan Kitab Imam Bukhori (bukan sombong, tapi begini semestinya
Pelajar Ilmu... harus cermat mana yang bisa diambil dan mana yang tidak bisa
diikuti). Terus terang... saya bukan dari kalangan menggeluti kitab kuning
sehari-hari... tetapi ketika saya disodori Kitab Ahkamussultoniyah karya ABu
Ya'la Alhanbali.... wah saya terkejut... isinya sebagian tak bisa diikuti.
Sebagian isinya cenderung menjadi pembenaran perilaku Muawiyah dkk
mengkudeta kekuasaan.
> 
> Tahun.. 1988... beberapa mahasiswa Unpad datang membawa buku Kaifa
Huddimat Al-khilafah...untuk dibaca bersama... Yang ini OK... masih seputar
sejarah... tapi selanjutnya... sayang, kami putus kegiatan... karena saya
harus pergi disuruh Mbah Dullah ... mengembara.
> 
> Saya tak pernah hafal Alfiyah... tetapi ketika menyaksikan orang mengagumi
santri-santri hafal Alfiyah... saya langsung menuju kepada intisari isi
kitab itu... selebihnya saya bermain-main dengan Hikmah Alfiyah... Bukan
Nahwiyah Shorfiyah Alfiyah. Maka muncul-lah pribadi yang pernah taklid
berkat bimbingan para Kiyai, semoga Allah memberkati kehadiran beliau.
> 
> Saya bercerita seperti ini di sini tiada lain untuk menggambarkan
bagaimana semestinya pelajar itu belajar.
> Kalau menerjemahkan buku... itu baru tahap pelajaran berbahasa.. Bagi
pemula ok, ya level lulusan Aliyah lah.
> Sementara yang kita butuhkan untuk Indonesia adalah membangun... membangun
Indonesia hanya orang Indonesia yang bisa... karena hanya orang Indonesia
yang mengerti cita rasa ke-Indonesia-an...
> Tentunya... mencaplok mentah-mentah buku bangsa lain tidak bisa... karena
cita- rasanya berbeda... Kita harus memeras pemikiran... memperhatikan ranah
sejarah kebangsaan... memperhatikan korban-korban yang bakal ditimbulkan...
Maka menggubah buku ke-Indonesia-an menjadi keperluan.
> Jadi tolong... kalau sudah level LC/S.Ag/SHi/SPdI... dan lain-lain jangan
mengonsentrasikan diri untuk menjadi penerjemah untuk keperluan taqlid
membangun.... kalau untuk pelajaran-pelajaran dasar, seperti untuk akhlak,
solat, akidah... ok. Tapi untuk ketatanegaraan, muamalat, hubungan
kemanusiaan... Jangan ... tolong... jangan mengerahkan upaya kita pada
penerjemahan/terjemahan. Tapi gubah...gubah... dan gubah.
> 
> Sistem khilafah... untuk di Indonesia pun harus di Indonesia-kan...
silahkan mau dibahasakan dengan SENDIKOGUSTI kek... tak jadi soal... bagi
saya hanya ada Dua Syahadat... tidak ada syahadat yang ketiga. Saya menolak
untuk bersyahadat bahwa sistem khalifah adalah bagian dari keimanan. Tidak
disebutkan dari satupun dalam cabang-cabang keimanan.
> 
> Kalau dulu... Abu Bakar menamakan diri sebagai Khalifah.... lalu Muawiyah
si Raja itu menyebut dirinya Khalifah.... lalu Raja-raja Usmaniah dan
Mataram menyebut diri mereka Khalifah... lalu para tokoh Tarekat..juga
menyebut dirinya Khalifah... maka tidak haram dan tidak keluar dari akidah
bila menyebut Susilo Bambang Yudoyono adalah Khalifah bagi sistem Republik..
 Hasyim Muzadi juga Khalifah... bagi sistem organisasi PBNU...Gitu aja kok
repot.
> 
> Mau kemana kalian sang pengusung Khalifah???
> 
> ________________________________
> From: alai nadjib <alaina...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, October 2, 2009 8:07:43 PM
> Subject: Re: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!
> 
> Sepertinya orang iseng yang "membajak", kurang kerjaan..... .AHISTORIS NU
> pergilah tolong saudara yang jadi korban bencana di manapun..daripada
ngawur di dunia maya
> 
> salam,
> Ala'i..
> 
> --- On Fri, 10/2/09, Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ yahoo
co. id> wrote:
> 
> From: Aan Trimo Legowo Noto Kusumo <aan_trimo_legowo@ yahoo.co. id>
> Subject: [kmnu2000] NU dibajak Kelompok Khilafah ..!!!
> To: kmnu2...@yahoogroup s.com
> Date: Friday, October 2, 2009, 11:16 AM
> 
> Tidak habis Pikir dengan Prilaku para pengasong Ide negara Khilafah
Islamiyah yg tidak segan melakukan cara-cara kotor utk mewujudkan cita-cita
Khilafah, Mereka tak segan melakukan Manipulasi dan fitnah,
> 
> Kali ini mereka melakukan Pembajakan atas Symbol NU dan juga melakukan
pemutar balikan sejarah atas NU, bukan ituu saja mereka juga memfitnah PBNU
saat ini telah melakukan pengkhiantan atas cita-cita generasi awal NU yg
mereka Klem generasi awal NU bertujuan mendirikan Khilafah Islamiyah.
Padahal kita ketahui bersama Bahwa NU sebagai Ormas keagamaan terbesar di
Indonesia telah bersepakat menerima Pancasila sebagai Konsep berbangsa dan
bernegara. 
> 
> Silahkan Rekan-rekan bisa lihat kelakuan mereka di Group Fesbuk yg mereka
buat . KLik saja di :http://www.facebook .com/pages/ WARGA-NAHDLIYIN-
RINDU-KHILAFAH/ 261360035601? ref=mf
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> Messages in this topic (11) Reply (via web post) | Start a new topic
> Messages | Polls
> __________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
> [email protected] 
> 
> Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
> Change settings via email: Switc
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke