Satu catatan yang ingin dicermati dari para imam ahli hadits seperti Imam Abu Dawud dan Imam Bukhory. Beliau-beliau memandang bahwa orang Pembunuh Imam Ali dan pendukungnya adalah tsiqoh (kredible) atau 'adil sehingga beritanya diterima tidak dicurigai.
Padahal yang saya tahu dari hadits: Mencaci orang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran. Nah...tolong para santri bantu untuk menjelaskan hal yang sulit ini. Sebab fakta yang tidak konsisten dari para imam hadits tersebut, saya berpendirian untuk waspada, tidak begitu saja menerima, terhadap hadits-hadits bahakan dari Sahih Bukhori sekalipun. Saya semakin sadar, kenapa Imam Syafii tidak mengambil hadits-hadits Imam Bukhori sebagai hujjah, ternyata jelas sekali. Imam Syafii menolak solat tanpa berisi doa yang menghormati Ahli Bait Nabi (termasuk Imam Ali). Sedangkan Imam Bukhori menerima berita dari orang yang tidak menghormati bahkan mencaci dan membunuh Ahli Bait Nabi, bahkan dengan alasan demi mencapai keridloan Allah. Inilah sebab saya mengambil madzhab Imam Syafii dan menghormati beliau beserta Imam Ahmad bin Hanbal yang jelas-jelas berjuang mendudukkan Imam Ali sebagai Khalifah keempat yang Rosyid. ________________________________ From: sofwan nadi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, October 11, 2009 5:46:54 PM Subject: [kmnu2000] Adakah Khawarij menyusup ke Ahlussunnah walJamaah? Mohon penjelasan dari kawan-kawan santri, bagaimana kita menyikapi KEBOBOLAN ada khawarij masuk ke buku-buku Ahlussunnah? Jangan-jangan, ada ajaran dan semangat Khawarij juga dianatara semangat-semanagat Ahlussunnah. Data rujukan mungkin tidak valid, karena diambil dari rujukan lunak (soft-book) Berikut contohnya. Tolong saya dikoreksi: Sebuah petunjuk dicurigainya ada riwayat bersumber dari kalangan Khawarij dalam Sahih Bukhary: Muqaddimah Fathul Bary, Syekh Ibn Hajar berkata: Imron bin Thohin Assadusi, penyair yang terkenal, ia berpandangan Khawarij. Abul Abbas Almubarrod berkata Imron adalah kepala Alqo’diyah dari Assofariyah, penceramah mereka, penyair mereka. Intaha. Alqo’diyah adalah kaum dari Khawarij yang berkata dengan perkataan mereka dan tidak berpandangan (salah) keluar (dari kedua belah pihak yang bersengketa: Ali dan Muawiyah) malahan (bahkan) menghiasinya (dengan pujian). Imron adalah juru kampanye kepada madzhabnya. Dialah yang memuji Abdurrahman bin Muljam sang pembunuh Ali alaihissalam dengan bait-bait syairnya. Al-Ijly memandangnya sebagai tsiqoh. Kata Qatadah: ia tidak dicurigai haditsnya. Kata Abu Dawud: Tidak ada yang lebih sahih haditsnya daripada kaum Khawarij.. kemudian beliau menyebut Imron satu dari yang lain.. Albukhory tidak mengeluarkan hadits kecuali … (sebuah saja). Saya (Ibn Hajar) melihat sebagian para imam menduga bahwa Albukhory mengeluarkan hadits ini sebelum melihat pendapat Khawarij. Tapi I’tidzar ini tidak kuat, karena Yahya bin Abi Katsir mendengarnya dari Albukhori di Yamamah pada saat lari dari Alhajjaj. Alhajjaj mencarinya untuk membunuhnya sebab pandangannya seperti pandangan Khawarij. Kisah tentang ini terkenal dan diceritakan panjang lebar dalam AlKamil karya Almubarrod. (Dar Ihyaa Atturots s. 432) Syair yang diucapkan Imron bin Thon memuji Pembunuh Imam Ali: Yaa dlorbata man taqiya maa arooda biHaa # illaa liyablugho min dzil Arsyi ridlwaanaa Inni la-adzkuroHu hiinan fa-ahsabuHu# aw fil bariyyati ‘indallaaHi miizaanan (la-adzkuroHu, la- disini adalah la taukid, bukan nafii; Saya menuliskan h untuk ha kawan jim, sedangkan H untuk Ha kawan Hamzah, Ha besar) Syair pujian Imron bin Thohin ini bisa dilihat di AlMuhalla Ibn Hazm, Darul Fikri, Tahqiq Syekh Ahmad Syakir J 10, h 483 dst) Satu hadits dari Imron bin Thohin dalam Sahih Bukhari: Kitab Allibas: Bab Naqdl Asshuwar. Dari Yahya, dari Imron bin Thohin bahwa Aisyah ra berkata bahwa Nabi saw tidak membiarkan di rumahnya sesuatupun ada salib-salib kecuali merusaknya. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
