Yang tidak berani bersikap adil bukan hanya Sunni, tapi juga Syiah. Kalau 
saya punya otoritas untuk mewakili umat Sunni, rasanya saya tidak ragu untuk 
meminta maaf atas tragedi sejarah kelam yang banyak merenggut ahlul bait. 
Sebaliknya, jika saya jadi alm. Ayatollah Khomaeni, saya akan mengajak umat 
Syiah untuk tidak berlarut2 menyucikan "ritual penyesalan" atas tragedi yang 
menimpa para pemimpin mereka.

Apa yang kita saksikan di Irak adalah sejarah Umawiyah-Alawiyah yang 
terulang. 'Ittihaad Ulaama' Almuslimiin' di bawah Qardhawy yang pernah 
menjadi ajang temu Syiah-Sunni sekarang seperti bubar akibat tidak langsung 
dari pertikaian Sunni-Syiah di Irak. Dialog dia dengan Rafsanjani gagal 
total. Dinding tebal yang diwariskan oleh pertikaian Umawiyah-Alawiyah tak 
bisa dijebol oleh keduanya.

=

Ketika sedikit menampilkan sisi lain dari Abdurrahman bin Muljim tidak ada 
sedikitpun upaya membela dia. Apa yang patut dibanggakan dari sikap politis 
yang menghalalkan pembunuhan terhadap lawan. Saya hanya ingin menekankan 
bahwa yang bertikai saat itu adalah para kiyai, bahkan khawarij yang dibunuh 
karakternya baik oleh Sunni maupun Syiiah juga lahir dari jubah para kiyai.

Barangkali jika membaca prosesi kematian Abdurrahman bin Muljim di tangan 
Alawiyin akan dimengerti mengapa saya menyebutnya kiyai. Empati kita kepada 
Alawiyin juga barangkali akan sedikit terkoreksi.

Kemudian bukankah yang kita bicarakan adalah nilai riwayat Khawarij, dan 
bukan sikap politik dan akidahnya? Saya tak pernah menjumpai kelompok Sunni 
yang membela sikap politik dan akidah khawarij. Bahkan tak sedikit yang 
sampai pada penghakiman kekufaran mereka.

===

Yang Anda maksud dari perawi dalam Sunan Ibn Majah barangkali adalah 
Abdussalam bin Shaleh Alharawy. Memang banyak ulama Sunni yang menuduhnya 
sebagai pembohong, tapi tak sedikit ulama Sunni yang membelanya seperti 
Yahaya bin Ma'in, Imam Hakim, Al-'iraaqy, dan Imam Suyuthy.

Kemudian, saya kira ia ditolak oleh banyak ulama Sunny bukan saja karena 
kesalahan lidah membenci Utsman ra, tapi lebih karena kedekatannya dengan 
Syiah. Ia adalah salah satu perawi utama jalur Syiah. Riwayat2 tentang 
keutamaan ahlul bait banyak yang melalui jalur periwayatannya. Saya mencoba 
membuka hadits2 dia dalam literatus Syiah, dan memang rasanya banyak yang 
tidak masuk akal.


----- Original Message ----- 
From: "sofwan nadi" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, October 13, 2009 2:28 AM
Subject: Re: [kmnu2000] Adakah Khawarij menyusup ke Ahlussunnah walJamaah?


> Baik... Tapi ketidak-adilan sikap keilmuan kita terhadap Khawarij dan Syii 
> telah dipelihara sampai sekarang. Akibatnya, kita telah dihadapkan kepada 
> dunia mukminin yang kacau balau.
>
> Saya pernah bca hadits dalam Ibn Majah, isinya tentang makna ahlussunnah 
> (sebagaimana yang sering dikenal sebagai perkataan Hasan Albasri, padahal 
> dalam riwayat ini dari Sayidina Ali) sebagai Attashdiiq bilqalbi Al-iqraar 
> billisaan Al amal bir arkan (aw kama qola).. dari Rijalnya ada yang 
> dikenal sebagai Zahid dan Adiib. Saya lupa persis namanya. Oleh semua imam 
> ahli hadits tidak diterima riwayatnya, karena dia pernah terprovokasi 
> sehingga mengungkapkan kebencian terhdap Utsman ra. Namun hanya Yahya bin 
> Muin dan Ibn Majah memandangnya sebagai tsiqah dan tidak tertuduh.
>
> Coba bayangkan...sebab kepala yang hitam Abdurrahman bin Muljim...dipuji 
> oleh para ahli hadits dari Sunni. Tetapi hanya terpancing provokasi, 
> seorang Zahid dan Adiib yang tidak menyukai Utsman dihancurkan reputasinya 
> oleh kebanyakan imam ahli hadits.
>
> Bandingkan...sebuah hukuman atas kesalahan lidah (si Zahid dan Adiib) 
> dengan sebuah kesalahan tangan (Bin Muljim cs)...
> Kesalalahan tangan Bin Muljim yang semestinya dibawa kepada Mahkamah 
> Qisas...dipuji-puji... Mana 'Adalah Imron bin Thohin?
> Sementara kesalahan lisaan si Zahiid ini terus dipelihara sampai 
> menghancurkan keadilan keilmuan sampai hari ini.
>
> Coba simak lagi pernyataan yang ditulis Mas Ghofur dari si pemilik 
> kata-kata yang menyanjung Abdurrahman bin Muljim. Perkataan itu tidak 
> normal dan tidak wajar bagi seseorang yang menyadari betapa pentingnya 
> hukum ditegakkan.
>
> Dari sini jelas AKAR TERORISME atau DUKUNGAN terhadap sikap terorisme 
> nyata benar dari semangat Sunni sudah muncul sejak saat itu.
> Dari sini jelas AKAR DUALISME HUKUM sebagai PANGLIMA sudah ada dari 
> kalangan Sunni sejak saat itu.
>
> Saya menduga INI SEBAB KEMUNDURAN DUNIA Mukminin yang tidak pernah 
> disadari oleh orang-orang terdahulu.
> Maka saya sadar, kalau ada pihak-pihak kecewa dengan Islam kemudian 
> murtad... atau ada pihak-pihak yang menuduh Islam dengan label-label buruk 
> dan kebencian.
>
> Mari kita menyadari..bahwa ada ketidak-adilan pada prinsip-prinsip 
> keilmuan yang kita pegang hari ini.
>
> Wallaahu a'lam.
>
>
>
> 

Kirim email ke