Sekolah tidak harus formal, yang penting mental inteleklah yang perlu ditanamkan, maka mereka akan sekufu dengan kaum yg intelek. Gelar hanya kasta. Penyandangnya pun sering terjebak pada kemunafikan. Hal itu yg terjadi saat ini dari kacamata awam. Oleh sebab itu sebelum mengarah ke pendoktoran ada baiknya membekali mindset santri2 untuk senantiasa bertanggung jawab terhadap ilmu yang dimilikinya sehingga realible. Keadaan inilah yang membuat Indonesia menjadi pengeksport tenaga kerja kasta rendah. Padahal gelar mereka bisa saja sampai S2 (yg S3 blm saya temui). Bisa program pendoktoran berjalan tapi tetap harus dengan seleksi sangat ketat, sehingga tidak akan muncul lagi Doktor2 by research yg jadi menara gading, makelar, dlsb. Paling tidak kesakralan gelar doktor tidak tergeser turun jauh.
Rizky, Malang Sent from my BlackBerry® powered by Allah swt -----Original Message----- From: sofwan nadi <[email protected]> Date: Tue, 26 Jan 2010 04:13:01 To: <[email protected]> Subject: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor. Ada baiknya materi Kongkow Bareng Gus Dur yang diasuh Mas Guntur di 68H (dikopi-paste langsung dari facebooknya) sebelum kepada teologi yang diajukan. Yaitu sbb: Mengurus Tuhan Friday, January 15, 2010 at 11:06am Pada setiap kongkow biasanya awal acara selalu dibacakan mutiara hikmah dari Kitab Al Hikam, yang biasa dibacakan oleh KH.Wahid Maryanto (Pa Acun), ini adalah salah satunya : "istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu karena segala yang telah diurus untukmu oleh selain mu tak perlu engkau turut mengurusnya". Disini Gus Dur mengemukakan bahwa "kalau Tuhan sudah mengurus kamu mengapa kamu mengurus dirimu sendiri,nah disini akan timbul pertannyaan,lalu kamu (manusia) mengurus apa? jawabnya kamu mengurus Tuhan". (Petuah Pertama) Maka Gus Durpun menerangkan keterkaitan dengan kalimat Al Hikam yang lain : "kuburkan dirimu dalam bumi kekosongan,melakukan sesuatu tanpa pamrih/tanpa berharap apapun,terserah Tuhan saja". (Petuah Kedua) Dari yang diterangkan Gus Dur diatas,kita bisa tahu kenapa Gus Dur selama ini membela apa yang orang lain tidak mau membela,karena bepikir untung rugi,sedangkan Gus Dur malah melakukan semua itu tanpa mengharapkan apapun/tanpa pamrih,karena hanya berharap ridho Allah. menguburkan diri dalam bumi kekosongan,ini sangat indah.mengubur diri dalam kekosongan adalah tidak berbuat apapun sekalipun sudah berbuat apapun.Tidak melakukan apapun sekalipun sudah melakukan apapun.Karena yang melakukan dan berbuat sesungguhnya adalah Allah sendiri.Manusia hanya digerakan oleh yang maha penggerak,di dalam kubur yang kosong sesungguhnya manusia memasuki kawasan kebaqaan Allah,maka manusia menjadi majas.sehingga yang berbuat adalah Allah itu sendiri.Allahuakbar. maka sesungguhnya menguburkan diri didalam bumi kekosongan adalah manifestasi men Taslimkan diri kita kepada Allah,menyerahkana semuannya kepada ketidak terbatasan jangkauan milik Allah, Mungkin disini pula maksud "mengurus Tuhan". ????????????? waslam. Acun.& GN Komentar Sofwan: Saya sangat sangat tercerahkan...dan sangat tepat sekali bila petuah Gus Dur dijadikan Teologi Santri Mengukir Prestasi Doktor, begini. Saya ingin berbagi makna yang dicerna dari petuah Gus Dur yang pertama dari Alhikam tersebut. Kita sekarang ini terjerat oleh budaya masyarakat: "Nak sekolah, nanti cari kerja, lalu kawin" Jadi budayanya: Sekolah atau mondok-Cari kerja-lalu Kawin. (Disingkat dengan PKN: mPondok-Kerja-Nikah) Kalau ambil hikmah dari pituah Gus Dur (yang pertama), seharusnya santri yang muda-muda dibekali teologi: sekolah-sekolah-sekolah (tamat S3). (Disingkat 3S sampai S3) Lho...dari mana biayanya? Menurut petuah pertama: Itu urusan tuhan. Kita tak boleh ngurusi urusan tuhan. Logikanya begini:... dengan menggunakan analogi berperahu tradisional, sbb: Kita dorong perahu ke tengah laut. Kita buka layar perahu. Kalau layar sudah terkembang, urusan angin biar urusan tuhan. Kerja kita buka layar dorong perahu. Bukan membuat/ mencari angin. Tak tahu diri. Begitu juga sekolah-sekolah-sekolah. Kita siapkan diri dengan tekad belajar yang sungguh-sungguh. Lengkapi informasi. Kembangkan ikhtiyar mendapat peluang sampai S3. Nanti kalau ada tawaran kerja, ya ambil, tapi tetap menuju S3. Kalau ada tawaran nikah, ya ambil, tapi tetap menuju S3. Dengan cara berfikir ini...insya Allah.. kaum nahdliyin kelak banyak santri S3 nya. Lah, nanti gimana? Njubel rebutan di tanah air.. jadi makelar? Ya kalau udah S3..cari pengalaman keliling dunia...jadi volunteer di Afrika, Eropa, Amerika Latin, Asia... kalau pada punya pengalaman kayak gitu kan NU jadi kebanggaan dunia. Bikin kreatifitas menyebarkan berkah ke-NU-an dimana-mana. Aamiin. Takdir itu tergantung budaya. Budaya kita dahulu PKN... makanya kaum nahdliyin terpinggirkan... Gak bisa bantu Presiden Gus Dur. Itu terbukti. Kita ubah budaya. Kita ubah teologi. Maka kita mendapat takdir yang unggul. Manusia itu hidup dalam lingkaran dunia yang dibuatnya sendiri. Didefinisikannya sendiri. Maka keluar lah darikungkungan lingkaran itu. Buat lingkaran definisi baru. Masuki, jangan ragu-ragu. Maka kita mengubah takdir. Insya Allah. Petuah Gus Dur berkah. Aamiin. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
