Kang Sofwan

Maaf, sy pernah 4 kali sekolah tngkat doktoral di 4 universitas yang berbeda. 
Jadi sy tdk menganggap doktor sbg sesuatu yg istimewa.  Yang perlu hati2 PhD 
itu sdh banyak terdegradasi. Banyak doctor of philosophy yg tdk memahami 
filosofi ilmunya. Saya setuju saja kalau yg dimaksud adalah substansi 
kedoktorannya.  Bagaimana menciptakan orang nu berkualitas doctor of 
philosophy, tidak skdr ahli fiqh praktis dan tasawuf praktis, fiqh dan 
tasawufnya gak sampai jeroannya. . 

Salam
Aji



Powered by RAMP-IPBĀ®

-----Original Message-----
From: sofwan nadi <[email protected]>
Date: Tue, 26 Jan 2010 04:13:01 
To: <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor

Teologi Santri Menuju Prestasi Doktor.

Ada baiknya materi Kongkow Bareng Gus Dur yang diasuh Mas Guntur di 68H 
(dikopi-paste langsung dari facebooknya) sebelum kepada teologi yang diajukan. 
Yaitu sbb:


Mengurus Tuhan

 Friday, January 15, 2010 at 11:06am
Pada setiap kongkow biasanya awal acara selalu dibacakan
mutiara hikmah dari Kitab Al Hikam, yang biasa dibacakan oleh KH.Wahid Maryanto
(Pa Acun), ini adalah salah satunya :
"istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu karena segala yang telah
diurus untukmu oleh selain mu tak perlu engkau turut mengurusnya".

Disini Gus Dur mengemukakan bahwa "kalau Tuhan sudah mengurus kamu mengapa
kamu mengurus dirimu sendiri,nah disini akan timbul pertannyaan,lalu kamu
(manusia) mengurus apa? jawabnya kamu mengurus Tuhan". (Petuah Pertama)

Maka Gus Durpun menerangkan keterkaitan dengan kalimat Al Hikam yang lain :
"kuburkan dirimu dalam bumi kekosongan,melakukan sesuatu tanpa
pamrih/tanpa berharap apapun,terserah Tuhan saja". (Petuah Kedua)

Dari yang diterangkan Gus Dur diatas,kita bisa tahu kenapa Gus Dur selama ini
membela apa yang orang lain tidak mau membela,karena bepikir untung
rugi,sedangkan Gus Dur malah melakukan semua itu tanpa mengharapkan
apapun/tanpa pamrih,karena hanya berharap ridho Allah.

menguburkan diri dalam bumi kekosongan,ini sangat indah.mengubur diri dalam
kekosongan adalah tidak berbuat apapun sekalipun sudah berbuat apapun.Tidak
melakukan apapun sekalipun sudah melakukan apapun.Karena yang melakukan dan
berbuat sesungguhnya adalah Allah sendiri.Manusia hanya digerakan oleh yang
maha penggerak,di dalam kubur yang kosong sesungguhnya manusia memasuki kawasan
kebaqaan Allah,maka manusia menjadi majas.sehingga yang berbuat adalah Allah
itu sendiri.Allahuakbar.
maka sesungguhnya menguburkan diri didalam bumi kekosongan adalah manifestasi
men Taslimkan diri kita kepada Allah,menyerahkana semuannya kepada ketidak
terbatasan jangkauan milik Allah,
Mungkin disini pula maksud "mengurus Tuhan". ????????????? waslam.
Acun.& GN
 
Komentar Sofwan:

Saya sangat sangat tercerahkan...dan sangat tepat sekali bila petuah Gus Dur 
dijadikan Teologi Santri Mengukir Prestasi Doktor, begini.
Saya ingin berbagi
makna yang dicerna dari petuah Gus Dur yang pertama dari Alhikam tersebut.


Kita sekarang ini terjerat oleh budaya masyarakat: "Nak sekolah, nanti cari
kerja, lalu kawin" Jadi budayanya: Sekolah atau mondok-Cari kerja-lalu Kawin. 
(Disingkat dengan PKN: mPondok-Kerja-Nikah)
Kalau ambil hikmah dari pituah Gus Dur (yang pertama), seharusnya santri yang 
muda-muda dibekali teologi:
sekolah-sekolah-sekolah (tamat S3). (Disingkat 3S sampai S3)

Lho...dari mana biayanya?
Menurut petuah pertama: Itu urusan tuhan. Kita tak boleh ngurusi urusan
tuhan.
Logikanya begini:... dengan menggunakan analogi berperahu tradisional, sbb:

Kita dorong perahu ke tengah laut.  Kita buka layar perahu. Kalau
layar sudah terkembang, urusan angin biar urusan tuhan. Kerja kita buka layar
dorong perahu. Bukan membuat/ mencari angin. Tak tahu diri.

Begitu juga sekolah-sekolah-sekolah. 

Kita siapkan
diri dengan tekad belajar yang sungguh-sungguh. Lengkapi informasi. Kembangkan 
ikhtiyar mendapat peluang sampai S3.

Nanti kalau ada tawaran kerja, ya ambil, tapi tetap
menuju S3. Kalau ada tawaran nikah, ya ambil, tapi tetap menuju S3.

Dengan cara berfikir ini...insya Allah.. kaum
nahdliyin kelak banyak santri S3 nya. Lah, nanti gimana? Njubel rebutan di 
tanah air.. jadi makelar?

Ya kalau udah S3..cari pengalaman keliling
dunia...jadi volunteer di Afrika, Eropa, Amerika Latin, Asia... kalau pada
punya pengalaman kayak gitu kan NU jadi kebanggaan dunia. Bikin kreatifitas 
menyebarkan berkah ke-NU-an dimana-mana. Aamiin.

Takdir itu tergantung budaya. Budaya kita dahulu PKN... makanya kaum nahdliyin 
terpinggirkan... Gak bisa bantu Presiden Gus Dur. Itu terbukti.
Kita ubah budaya. Kita ubah teologi. Maka kita mendapat takdir yang unggul.

Manusia itu hidup dalam lingkaran dunia yang dibuatnya sendiri. 
Didefinisikannya sendiri.
Maka keluar lah darikungkungan lingkaran itu. Buat lingkaran definisi baru. 
Masuki, jangan ragu-ragu. Maka kita mengubah takdir.

Insya Allah. Petuah Gus Dur berkah. Aamiin.


      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke