setuju.....
TIM TIM itu maunya apa? apa sih yang diandalakn dari tim-tim selama ini 
kayak yang udah penyumbang devisa terbesar aja. Emang gak tau diri!

widi
At 08:00 AM 4/15/99 +0700, you wrote:
>Saya juga jadi ingin berkomentar tentang TIMTIM.
>Sepertinya yang sekarang dipermasalahkan sekarang
>adalah pemerintah Indonesia (ABRI) yang mempersenjatai
>penduduk pro-integrasi untuk memerangi orang2 pro-
>referendum.
>
>Padahal, sebelum ini semua terjadi, pada waktu pertama
>kali pemerintah menawarkan opsi MERDEKA bagi TIMTIM
>rakyat TIMTIM-lah yang lebih dulu menyerang para kaum
>pendatang (MUSLIM?) untuk segera meninggalkan daerahnya.
>Kenapa berita ini cuma dianggap angin lalu dan dilupakan??
>
>Terus, kalau saya lihat dari TV dan cerita2 teman yang pernah
>ke TIMTIM, pembangunan di TIMTIM itu cukup pesat. Jalan-jalan
>beraspal hotmix sampai ke daerah terpencil, bandingkan dengan
>Aceh misalnya yang juga terjadi pembantaian besar-besaran pada
>waktu DOM bahkan kekayaan alamnya dikuras habis (AAF, LNG
>ARUN). Menurut saya, sudah sepantasnyalah rakyat TIMTIM berterima kasih
>sedikit kepada pemerintah Indonesia. Kalau memang sekarang
>mau merdeka, Merdekalah..........Tapi jangan minta bantuan Indonesia
>untuk menyokong mereka sampai mereka bisa mandiri atau pilih
>otonomi luas.
>
>Maaf kalau saya sedikit emosi. Karena menurut saya, apa yang
>terjadi di TIMTIM belum seberapa bila dibandingkan dengan apa
>yang terjadi di Aceh. Tapi sepertinya, justru berita tentang TIMTIM
>yang lebih besar dan heboh..........
>
>Beby
>
>
>
>
>-----Original Message-----
>From: Sian Djie Wong <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Wednesday, April 14, 1999 5:40 PM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Lebih baik dia dikandangin lagi...
>
>
>>Ketika pemerintah Indonesia menawarkan pilihan merdeka atau
>>terus bergabung dengan RI, banyak pihak yang semula ingin
>>dari Indonesia tiba-tiba bersuara nyaring keberatan
>>(termasuk Belo, Xanana).
>>
>>Mengapa demikian?
>>Karena mereka akah kehilangan sumber dana.
>>Kalau Tim-Tim aman, dana langsung terjun ke
>>masyarakat.
>>
>>Kalau bicara soal korban, justru saat inilah
>>waktu paling tepat untuk mengakhiri. Bukan malah
>>menyerukan perang, yang berarti kerusuhan, dan
>>berarti proyek.
>>
>>Kalau memang mengaku pemimpin, segala bentuk upaya
>>untuk mengakhiri kerusuhan, segala bentuk upaya
>>untuk mencegah timbulnya korban harus didukung,
>>Bukan malah mengobarkan api peperangan.
>>
>>Lebih tidak realsitis lagi adalah permintaan Belo
>>beberapa bulan yang lalu. Maunya dia, sekarang ini
>>Tim-Tim diberi otonomi luas dulu, baru setelah itu
>>referendum.
>>
>>Otonomi luas itu berarti selama otonomi, yang mendanai Tim-Tim
>>masih pemerintah Indonesia. Setelah itu, bilang good bey.
>>Kok enak sekali. Selama ini Tim-tim sudah bikin iri
>>daerah lain. Jumlah penduduk kurang dari 1 juta ada 8
>>kabupaten. Fasilitas infrastruktur mewah.
>>
>>Saudara Manurung jangan bicara soal Korban, itu akumulasi
>>dari perang sejak Tim-Tim ditinggal Portugal. Kita bicara
>>soal sekarang. Saat mayoritas rakyat Indonesia sudah tak
>>mau lagi menanggung beban Tim-Tim. Saya dukung penyelesaian
>>Tim-Tim lewat SU MPR. Pisahkan saja dari Indonesia.
>>Terlalu banyak korban, dan juga terlalu mahal biayanya.
>>
>>Sian Djie_
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>>From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
>>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>>>Subject: Re: [Kuli Tinta] Lebih baik dia dikandangin lagi...
>>>Date: Mon, 12 Apr 1999 10:34:24 +0700
>>>
>>>Sian Djie:
>>>
>>>...Xanana sedang putus asa.
>>>Kalau konflik Tim-Tim beres, Xanana tidak lagi akan
>>>menerima bantuan atas nama orang-orang Tim-Tim.
>>>Bantuan akan langsung diterima rakyat Tim-Tim.
>>>Demikian juga dengan LSM-LSM yang selama ini
>>>menggunakan Tim-Tim untuk proyek, mereka akan
>>>kehilangn sumber pendapatan kalau soal Tim-Tim
>>>beres.
>>>
>>>Martin:
>>>Jangan memsimplifikasi masalah! Seperti yang anda bilang bhw permasalah
>>>Timtim itu rumit dan spt cerita bersambung. Tapi pada akhir tulisan anda
>>>ini, anda tidak konsisten dengan mensimplifikasi masalah pda "proyek".
>Yang
>>>jelas, selama 23 tahun pendudukan Indonesia di Timtim, korban di pihak
>yang
>>>menentang pendudukan adalah yang paling banyak. Coba ambil perspektif ini
>>>untuk melihat konflik di TImtim.
>>>
>>>------------------------Martin Manurung-----------------------------
>>>[EMAIL PROTECTED]  [EMAIL PROTECTED]
>>>Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
>>>____________________________________________
>>>Agama untuk Perdamaian: ANTI KEKERASAN.!
>>>
>>>
>>>______________________________________________________________________
>>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>>
>>>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>______________________________________________________
>>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
                    WIDI
Pt, Sony Electronics Indonesia
Blok B 1-2 MM 2100 Industrial Town
              Cibitung, Bekasi    
Telp.8980556  ext: 320 ; 321
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke