Timtim itu cuma tentang 850.000 orang, jauh lebih sedikit dari Bekasi atau Tangerang.
Cuma disana ada trio vokalis kelas dunia, Horta, Bello dan Xanana. Sebut saja Trio
HBX. Jadi aja top hits mereka laku keras dipasar politik dunia. Aceh jauh lebih kaya,
lebih strategis geografisnya (kalau dikontrakkan buat pangkalan militer Amerika),
tetapi tokohnya low profiles dan dunia takut Islam yang dianggap keras. Jadi ya nggak
begitu bunyi.
Kalau mau cepet beres, maunya ada produser (politik) yang mau mengontrak trio ini
untuk pentas reformasi. Nah baru kejutan bagi Koffi Anan dan Menlu Gama.
Mereka sih masih mungkin okey saja, toh dalam politik tidak ada kawan atau lawan abadi.
Jangan model Cyprus atau Irlandia Utara. Kita bikin Indonesian model : Musyawarah
untuk mufakat alias Everybody happy. Okey??
--
On Thu, 15 Apr 1999 08:00:36 Beby Asvi Yunita wrote:
>Saya juga jadi ingin berkomentar tentang TIMTIM.
>Sepertinya yang sekarang dipermasalahkan sekarang
>adalah pemerintah Indonesia (ABRI) yang mempersenjatai
>penduduk pro-integrasi untuk memerangi orang2 pro-
>referendum.
>
>Padahal, sebelum ini semua terjadi, pada waktu pertama
>kali pemerintah menawarkan opsi MERDEKA bagi TIMTIM
>rakyat TIMTIM-lah yang lebih dulu menyerang para kaum
>pendatang (MUSLIM?) untuk segera meninggalkan daerahnya.
>Kenapa berita ini cuma dianggap angin lalu dan dilupakan??
>
>Terus, kalau saya lihat dari TV dan cerita2 teman yang pernah
>ke TIMTIM, pembangunan di TIMTIM itu cukup pesat. Jalan-jalan
>beraspal hotmix sampai ke daerah terpencil, bandingkan dengan
>Aceh misalnya yang juga terjadi pembantaian besar-besaran pada
>waktu DOM bahkan kekayaan alamnya dikuras habis (AAF, LNG
>ARUN). Menurut saya, sudah sepantasnyalah rakyat TIMTIM berterima kasih
>sedikit kepada pemerintah Indonesia. Kalau memang sekarang
>mau merdeka, Merdekalah..........Tapi jangan minta bantuan Indonesia
>untuk menyokong mereka sampai mereka bisa mandiri atau pilih
>otonomi luas.
>
>Maaf kalau saya sedikit emosi. Karena menurut saya, apa yang
>terjadi di TIMTIM belum seberapa bila dibandingkan dengan apa
>yang terjadi di Aceh. Tapi sepertinya, justru berita tentang TIMTIM
>yang lebih besar dan heboh..........
>
>Beby
>
>
>
>
>-----Original Message-----
>From: Sian Djie Wong <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Wednesday, April 14, 1999 5:40 PM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Lebih baik dia dikandangin lagi...
>
>
>>Ketika pemerintah Indonesia menawarkan pilihan merdeka atau
>>terus bergabung dengan RI, banyak pihak yang semula ingin
>>dari Indonesia tiba-tiba bersuara nyaring keberatan
>>(termasuk Belo, Xanana).
>>
>>Mengapa demikian?
>>Karena mereka akah kehilangan sumber dana.
>>Kalau Tim-Tim aman, dana langsung terjun ke
>>masyarakat.
>>
>>Kalau bicara soal korban, justru saat inilah
>>waktu paling tepat untuk mengakhiri. Bukan malah
>>menyerukan perang, yang berarti kerusuhan, dan
>>berarti proyek.
>>
>>Kalau memang mengaku pemimpin, segala bentuk upaya
>>untuk mengakhiri kerusuhan, segala bentuk upaya
>>untuk mencegah timbulnya korban harus didukung,
>>Bukan malah mengobarkan api peperangan.
>>
>>Lebih tidak realsitis lagi adalah permintaan Belo
>>beberapa bulan yang lalu. Maunya dia, sekarang ini
>>Tim-Tim diberi otonomi luas dulu, baru setelah itu
>>referendum.
>>
>>Otonomi luas itu berarti selama otonomi, yang mendanai Tim-Tim
>>masih pemerintah Indonesia. Setelah itu, bilang good bey.
>>Kok enak sekali. Selama ini Tim-tim sudah bikin iri
>>daerah lain. Jumlah penduduk kurang dari 1 juta ada 8
>>kabupaten. Fasilitas infrastruktur mewah.
>>
>>Saudara Manurung jangan bicara soal Korban, itu akumulasi
>>dari perang sejak Tim-Tim ditinggal Portugal. Kita bicara
>>soal sekarang. Saat mayoritas rakyat Indonesia sudah tak
>>mau lagi menanggung beban Tim-Tim. Saya dukung penyelesaian
>>Tim-Tim lewat SU MPR. Pisahkan saja dari Indonesia.
>>Terlalu banyak korban, dan juga terlalu mahal biayanya.
>>
>>Sian Djie_
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>>From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
>>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>>>Subject: Re: [Kuli Tinta] Lebih baik dia dikandangin lagi...
>>>Date: Mon, 12 Apr 1999 10:34:24 +0700
>>>
>>>Sian Djie:
>>>
>>>...Xanana sedang putus asa.
>>>Kalau konflik Tim-Tim beres, Xanana tidak lagi akan
>>>menerima bantuan atas nama orang-orang Tim-Tim.
>>>Bantuan akan langsung diterima rakyat Tim-Tim.
>>>Demikian juga dengan LSM-LSM yang selama ini
>>>menggunakan Tim-Tim untuk proyek, mereka akan
>>>kehilangn sumber pendapatan kalau soal Tim-Tim
>>>beres.
>>>
>>>Martin:
>>>Jangan memsimplifikasi masalah! Seperti yang anda bilang bhw permasalah
>>>Timtim itu rumit dan spt cerita bersambung. Tapi pada akhir tulisan anda
>>>ini, anda tidak konsisten dengan mensimplifikasi masalah pda "proyek".
>Yang
>>>jelas, selama 23 tahun pendudukan Indonesia di Timtim, korban di pihak
>yang
>>>menentang pendudukan adalah yang paling banyak. Coba ambil perspektif ini
>>>untuk melihat konflik di TImtim.
>>>
>>>------------------------Martin Manurung-----------------------------
>>>[EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
>>>Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
>>>____________________________________________
>>>Agama untuk Perdamaian: ANTI KEKERASAN.!
>>>
>>>
>>>______________________________________________________________________
>>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>>
>>>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>______________________________________________________
>>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!